'happiness and disaster'

967 136 33
                                        

"Aku ingin kalian menambahkan lemari disudut ruangan",ujar yoona seraya berkacak pinggang,"Ah,untuk walk in closet nya aku ingin ditengah-tengah ruangan diberi lampu gantung kristal",lanjutnya.

"Baik,nyonya",sahut satu dari 9 pria yang tengah menata ruangan dilantai 2,yang nantinya akan ditempati oleh anggota baru dikeluarga Bratva.

"Na, istirahat dulu"

Yoona mengibaskan sebelah tangannya tanpa menoleh,mengabaikan ucapan Bratva yang kini berdiri seraya bersedekap dada dengan sebelah lengan bertumpu pada pintu.

"Kau sudah berdiri disini sejak satu jam yang lalu,honey. Biarkan mereka yang menata kamar ini,kita terima hasilnya saja,okey?"

"Vin,ini kamar calon cucu pertama kita", Yoona memutar tubuh sepenuhnya menghadap Bratva,"Aku ingin semuanya sempurna,tidak ada kekurangan",lanjutnya yang sontak membuat pria dihadapannya menggelengkan kepala seraya terkekeh.

"Aku tidak menyangka kita akan memiliki cucu secepat ini,na"

"Hm, menurutku lebih baik begitu. Kuharap aku belum terlalu tua saat dia mulai beranjak dewasa,sehingga kami bisa melakukan banyak hal bersama. Shopping dan perawatan contohnya?"

Bratva semakin terkekeh karna ucapan Yoona,sementara wanita itu kembali memunggunginya dan sibuk memerintahkan pada para pekerja untuk menata barang-barang sesuai keinginannya.

"Bahkan dia belum tau jenis kelamin calon cucunya",gumam Bratva seraya menggelengkan kepala.

"Ahh,Vin. Sepertinya kita harus menyiapkan dua kamar"

"Hm? Apa baby-nya kembar?",tanya Bratva bingung.

"Dad,kita tidak tau apakah Queen akan melahirkan anak perempuan atau laki-laki. Jadi kita harus menyiapkan dua kamar dengan nuansa berbeda. Tidak mungkinkan anak laki-laki menempati kamar berwarna pink seperti ini?",ujar Gafrieel yang baru saja datang dengan 3 bodyguard mengekor di belakangnya,ketiganya membawa masing-masing 5 buah paperbag dari brand berbeda.

Bratva menyisir rambutnya dengan jari tangan seraya menghela nafas ringan,"Dad tidak menaruh harapan besar pada bayi laki-laki",ujarnya.

"Kenapa begitu?"

"Dad rasa memiliki tujuh prince's saja sudah lebih dari cukup. Jika lebih dari itu,mungkin rambut dikepala dad akan menolak untuk berkembang biak",ujarnya dengan senyum terpaksa,yang sontak membuat Yoona tertawa.

"Chh,salah dad sendiri tidak bisa mengontrol si junior,dan berakhir membuat perut mom membesar",sarkas Aric yang tanpa disadari oleh bratva sudah berdiri dibelakangnya dua menit setelah Gafrieel tiba.

Bratva memutar tubuhnya,menatap Aric yang kini mengangkat tinggi-tinggi dagunya dengan wajah menantang.

"Ini! Ini alasan dad tidak lagi menginginkan penambahan anak laki-laki dirumah ini. Ckk,kartu kreditmu dad sita",ujarnya seraya berjalan melewati Aric yang kini hanya bisa menampilkan raut tak percaya.

"Fuck"

"Kuharap dad tidak mendengar gumamanmu",ujar Gafrieel disertai tawa mengejek.

"Gaf! Mana pesanan mom?"

Gafrieel berjalan menghampiri Yoona yang berteriak dari dalam walk in closet,diikuti tiga bodyguard yang setia membawakan barang-barang belanjaannya.

"Mom,aku membeli beberapa boneka, aksesoris untuk menghias kamar dan juga tadi aku membeli beberapa pakaian,sepatu,topi- ahh,aku lupa membeli jam tangan"

"Gaf,itu semua bukan pesanan mom",ucap Yoona berusaha sabar.

Gafrieel mengernyit,"Hah?", gumamnya dengan raut kebingungan.

Bratva's MafiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang