'Gafrieel's wish'

1.3K 127 94
                                        

Cittttt!

Araster memberhentikan mobilnya didepan sebuah rumah minimalis yang terdapat diujung kota,jauh dari keramaian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Araster memberhentikan mobilnya didepan sebuah rumah minimalis yang terdapat diujung kota,jauh dari keramaian. Didepan gerbang yang menjulang tinggi dihadapannya berdiri empat pria berbadan tegap dengan masing-masing menggenggam sebuah pistol.

"Bisa kalian menyingkir? Aku ingin masuk kedalam",ucapnya setelah berdiri dihadapan keempat pria yang kini menatapnya dengan sorot menyelidik.

"Anda siapa? Sudah memiliki janji dengan tuan Grissham?"

"Biarkan aku masuk,atau ku ledakkan tempat ini"

Satu dari keempat pria itu berdecih seraya melangkah maju,"Jaga ucapanmu jika ingin kembali dengan selamat, Tuan",ucapnya dengan seringaian mengejek.

Araster menundukkan kepalanya untuk beberapa detik sembari berkacak pinggang,membasahi bibir bawahnya dengan lidah sebelum bersuara,"Bukankah seharusnya aku yang berbicara seperti itu? Jangan halangi aku jika kalian masih ingin bernafas esok hari",ucapnya menegaskan.

"Chh! Mundur atau kutembak kepalamu",ucap pria yang sedari tadi berdiri disisi kiri gerbang,sembari mengangkat pistol ditangannya sejajar dengan kepala Araster.

"Kalian membuat waktuku terbuang dengan sia-sia", ujar Araster disertai helaan nafas lelah. Baru saja bibirnya tertutup,sebuah helikopter tampak melintas rendah diatas mereka.

Srkk!

Araster menaikkan sebelah alisnya saat keempat pria dihadapannya serempak menarik pelatuk dan mengarahkan pistol ditangan mereka kepadanya. Bukannya menghindar, Araster justru melangkah maju seraya membuka kancing jas yang ia kenakan.

"Yakin ingin menembakku?",ucapnya dengan seringaian tipis setelah menyibak jas yang ia kenakan,dimana diperutnya menempel sebuah bom dengan hitungan detik yang sudah menunjukkan angka 00.05. yang sontak membuat keempat pria dihadapannya saling menatap satu sama lain.

Tanpa adanya keraguan, Araster semakin melangkah maju. Mengabaikan pistol-pistol yang kini mengarah padanya,seolah benda mematikan itu tidak akan bisa menyentuh kulitnya. Dan tepat dilangkah ketiga,satu tembakan diluncurkan dari arah belakang tubuhnya, yang tepat mengenai satu dari keempat pria yang sedari tadi menghalangi jalannya.

"Sudah kukatakan untuk menyingkir",ucap Araster pelan,namun masih bisa didengar oleh dua pria dihadapannya sebelum keduanya ambruk ketanah dengan darah yang mengalir dari perut dan kepala.

Dor!

Dor!

Satu pria yang tersisa kini menatap Araster dengan sorot waspada,masih enggan menurunkan pistol ditangannya. Membuat Araster lagi-lagi membasahi bibir bawahnya dengan lidah,"Biarkan aku lewat,maka aku akan membiarkan kau tetap hidup".

Tidak ada jawaban apapun,pria itu hanya diam dengan kedua manik menatap wajah Araster dan bom yang menempel diperutnya secara bergantian. Hingga akhirnya dua buah lynkan navigator berhenti tepat dibelakang Araster,disusul delapan pria yang keluar dari dalamnya lengkap dengan sebuah senapan ditangan masing-masing.

Bratva's MafiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang