"Siap Queen?"
"Sure"
Keduanya berjalan memasuki Casino dengan sebelah tangan Axel berada dipinggang Ailen dan sebelahnya lagi menenteng sebuah tas berwarna hitam.
Saat keluar dari lift,tampak beberapa pria dengan setelan jas serba hitam berdiri didepan ruang VVIP,menghentikan para tamu yang hendak masuk kedalam ruangan itu.
"Apa ada pengecekkan?", Ailen berbicara sangat pelan dengan senyum yang tercetak dibibir ranumnya.
"Mereka tidak akan menyentuhmu",balas Axel sembari menyelipkan rambut gadis itu kesamping telinga.
"Maaf,kami harus melakukan pengecekkan",ujar seorang pria berkepala plontos,lalu meraba tubuh Axel untuk memastikan tamu-tamu yang datang keruang VVIP tidak membawa senjata tajam atau sesuatu yang mencurigakan.
Axel menarik tas yang sedari tadi ia pegang saat melihat pria dihadapannya hendak mengambil alih tas tersebut,"privacy",ujarnya pelan sembari tersenyum manis.
"Kami harus memeriksanya",sahut pria itu dengan sorot curiga,lalu kembali menjulurkan tangannya untuk mengambil tas ditangan Axel namun tas itu langsung dijauhkan oleh sang empunya.
"Ckkk,apa Casino ini benar-benar Casino terbaik? Aku merasa privacy ku sangat terganggu disini",Axel berbicara sembari mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah,jika saja ini bukan misi penyamaran mungkin keempat pria dihadapannya sudah terkapar dengan darah yang mengucur dikepala mereka.
Salah satu pria berperawakan tinggi dan lebih berotot dari yang lainnya melangkah maju,mengeluarkan sebuah pistol dari balik jas yang ia kenakan,"Serahkan tas itu,biarkan kami memeriksa apa isinya",ucapnya tegas dengan pistol yang mengarah tepat didepan wajah Axel.
Sementara Ailen sedang berusaha mati-matian untuk terlihat tetap tenang dan mempertahankan senyum manis dibibirnya,karna sedari tadi satu dari keempat pria dihadapannya sedang mengamati penampilannya dari atas hingga bawah dengan sorot mencurigakan.
Axel melirik jam yang melingkar ditangan kirinya sekilas lalu menghela nafas malas,"Wei Hong tiba sebentar lagi,kalian sangat membuang-buang waktuku",ucapnya dengan nada sinis yang sontak membuat keempat pria itu mengerutkan alis.
"Apa anda ada keperluan dengan Tuan Hong?",tanya pria berkepala plontos.
"Tentu saja,jika tidak untuk apa aku datang jauh-jauh dari Korea kesini,tidak mungkin hanya untuk berjudi kan?",jawabnya masih dengan nada sinis,lalu kembali merangkul pinggang Ailen agar mendekat kesisinya.
Baru saja keduanya hendak melangkah memasuki ruang VVIP,dalam hitungan detik pria berkepala plontos itu berhasil merebut tas ditangan Axel yang sontak membuat sang empunya membalikkan tubuh dengan sorot tajam.
"Apa yang sedang kau lakukan hah? Aku tamu terhormat disini,apa kalian ingin dipecat?!",sentaknya dengan wajah memerah,Ailen yang melihat kemarahan diwajah pria itu langsung mengelus lengannya lembut.
"Maaf tapi kami harus memeriksanya",ucap pria bertubuh kekar yang sedang membuka resleting tas.
Keempatnya terdiam untuk beberapa saat ketika melihat apa yang ada didalam tas tersebut,lalu menatap kearah pasangan didepan mereka yang kini hanya menampilkan wajah datar.
"Maaf,karna membuat Tuan dan nyonya merasa tidak nyaman",ujar pria berkepala plontos lalu menyerahkan tas ditangannya pada Axel yang langsung diambil pria itu dengan kasar.
"Kau pikir saat pergi berjudi orang-orang akan membawa apa selain uang?",ucap Axel dengan nada menyindir yang membuat keempat pria dihadapannya menampilkan wajah tidak enak hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bratva's Mafia
ActionTidak menyediakan spoiler. /Prince's and Princess BRATVA'S/
