Las Vegas, 20 Februari 2020
BRATVA'S HOUSE
"Welcome home, princes and princess."
Pintu utama mansion megah itu terbuka lebar bersamaan dengan suara berat Bratva yang menyambut kedatangan anak-anaknya. Cahaya lampu kristal yang menggantung tinggi di langit-langit memantul pada lantai marmer putih mengilap, menciptakan suasana hangat sekaligus mewah yang sudah begitu akrab bagi keluarga Cassanno.
Begitu melihat ayahnya berdiri di ambang pintu, Ailen langsung berlari kecil tanpa ragu.
"I miss you, Dad!"
Bratva tersenyum samar saat tubuh kecil putrinya menabrak pelukannya. Kedua lengannya langsung melingkar protektif di tubuh gadis itu.
"Perjalanan yang melelahkan, Princess?" tanyanya lembut sambil mengusap rambut panjang Ailen.
Gadis itu mengangguk pelan sebelum merentangkan kedua tangan ke arah ayahnya.
"Please, Dad?" lirihnya manja sambil memasang puppy eyes andalannya.
Dan seperti biasa-
ekspresi itu adalah kelemahan terbesar keluarga Cassanno.
"Aku saja yang menggendongmu."
Azka langsung memotong cepat sebelum Bratva sempat bereaksi. Tanpa menunggu jawaban, pria itu mengangkat tubuh Ailen ke dalam gendongan bridal style dengan gerakan mudah, seolah sang adik sama ringannya seperti boneka.
Ailen terkekeh kecil sambil melingkarkan tangan di leher kakaknya.
"I love you, Azka."
Senyum tipis langsung muncul di wajah dingin Azka.
Sorot matanya yang biasanya tajam kini berubah jauh lebih lembut.
"Me too, Queen."
Sementara itu, keenam saudara lainnya berjalan masuk di belakang mereka.
Dan seperti biasa-
ketenangan tidak pernah bertahan lama jika Aren dan Araster berada di tempat yang sama.
"Minggir dari dekatku," geram Araster sambil berusaha melepaskan tangan Aren yang sejak tadi terus menggandengnya.
Aren justru tersenyum jahil.
"Aku hanya ingin menggandeng tangan kakakku tercinta."
"Aku tidak mau!"
Araster mendorong tubuh adiknya menjauh dengan wajah jijik yang dibuat-buat.
"Kenapa kau selalu bertingkah seperti orang tidak waras?"
"Karena aku menyayangimu."
"Pergi sebelum kubunuh."
Pertengkaran mereka membuat Gafrieel menghela napas panjang.
"Apa kalian tidak bisa akur sehari saja?" tanyanya jengah.
Valeenz yang berdiri di sampingnya langsung terkekeh sambil merangkul bahu sang kakak tertua.
"Kalau mereka akur, berarti dunia sedang kiamat, Gaf."
"Masuk akal."
"Apa kau gay?"
Kalimat tiba-tiba dari Aric membuat suasana mendadak hening sepersekian detik.
Lalu-
Axelandra langsung tertawa keras.
Sementara Araster perlahan menoleh ke arah Aric dengan tatapan membunuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bratva's Mafia
AcciónTidak menyediakan spoiler. /Prince's and Princess BRATVA'S/
