"Na",panggil Bratva lembut.
"Jika ingin bertanya mengenai keputusan yang ku buat,maka jawaban ku masih sama seperti yang ku katakan tadi siang",ucap Yoona menjawab pertanyaan yang bahkan belum dikatakan oleh Bratva.
"Kau yakin? Maksudku,aku sudah menceritakan padamu siapa anak itu dan siapa orang tuanya-"
"Vin",Yoona menyela ucapan Bratva seraya memutar tubuh sepenuhnya menghadap pria itu yang duduk disampingnya,"Kau membunuh ayahnya,dan ibunya bunuh diri karna hal itu. Dunia benar-benar tidak berpihak padanya,Vin. Bagaimana bisa anak seusianya menghadapi dunia ini sendirian? Terlebih sekarang kau membuatnya terjun kedalam duniamu. Dia tidak seharusnya berada ditempat segelap itu. Dan perlu kau ingat,Vin. Aku adalah seorang ibu dari tujuh anak laki-laki yang juga kau libatkan didalam duniamu",ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Kau keliru na. Kematian ibunya sama sekali tidak ada hubungannya denganku. Wanita itu mendapat ancaman dari Jake. Entah seperti apa persisnya ancaman itu,jelasnya dia memilih mati agar putranya tetap hidup",ucap Bratva menegaskan bahwa kematian istri Guzman bukanlah karna perbuatannya.
Yoona mengernyit,"Jake?",gumamnya.
"Ya,putra angkatmu. Kau ingin tau tujuannya membunuh istri Guzman?"
Tidak ada yang bisa yoona lakukan selain menganggukkan kepala. Meski rasanya sangat sulit dipercaya,bahwa Jake telah membuat seseorang mengakhiri hidupnya sendiri. Karna selama ini pria itu selalu menunjukkan sikap manis dan penuh kasih sayang padanya.
"Untuk membuat putra Guzman putus asa. Karna itu jake membuat anak itu menyaksikan kematian ibunya tepat didepan matanya. Saat kehilangan arah karna kedua orang tuanya meninggal,Jake muncul layaknya seorang pahlawan. Menawarkan pada anak itu pundak dan tumpangan untuk melewati masa sulit yang tengah dia hadapi. Dan bomm!",Bratva mengangkat kedua tangannya tepat didepan wajah Yoona yang sontak membuat wanita cantik itu terperanjat kaget.
Plakk!
"Kau mengangetkan ku",gerutunya kesal setelah memukul lengan Bratva,sementara pria itu hanya bisa tersenyum gemas.
"Jake menjadikan anak itu kambing hitam untuk membuatku menyerah dengan menyerang tepat di titik terlemahku,yaitu princess",lanjutnya setelah cukup puas memandangi wajah kesal Yoona.
"Mendengar ceritamu,membuat ku semakin yakin bahwa keputusan yang telah ku ambil adalah jalan terbaik untuk anak itu dan putri kita"
Bratva terperangah,untuk beberapa detik tidak ada respon apapun yang ia tunjukkan. Hanya memandangi wajah datar Yoona hingga wanita cantik itu menghela nafas lelah dan berbicara sangat pelan seraya mengelus pipi Bratva.
"Dua insan yang saling mencintai,sekuat apapun kita menentang dan berusaha memisahkan,mereka tetap akan mencari cara untuk bersatu",ucap Yoona pelan,masih setia mengelus pipi Bratva yang kini masih enggan memberikan respon atas perkataannya.
"Vin,princess akan melahirkan tidak lama lagi. Dan disaat-saat seperti itulah dia membutuhkan sosok yang bisa dirinya andalkan,bukan kita maupun ketujuh prince. Putri kita butuh pendamping,Vin. Orang yang mencintainya dan tentunya yang dia cintai."
"Na! Aku,kau dan ketujuh prince bisa memberikan cinta yang princess butuhkan-"
"Tidak,Vin." Potong Yoona cepat,"Bukan cinta seperti itu yang dibutuhkan seorang wanita."
Bratva mengusap wajahnya gusar seraya menengadah. Sementara Yoona memilih beranjak dari duduknya dan berjalan menuju balkon.
"Kau ingat kejadian dimana aku hampir meninggalkan mu untuk selamanya,Vin?",ujarnya setelah mencapai pintu pembatas antara balkon dan kamar. Yoona berdiri didepan pintu kaca itu seraya bersedekap dada,tatapannya menerawang dan kedua matanya mulai berkaca-kaca.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bratva's Mafia
AcciónTidak menyediakan spoiler. /Prince's and Princess BRATVA'S/
