Kalau ada yang punya pengikis perbedaan, tolong pinjamkan padaku.
Acaaaa:)
•
•
•
Perkataan Naya dan tanda-tanda kehamilan yang Vasya alami membuat perempuan itu sangat gelisah, dia izin pulang cepat dari pekerjaannya untuk pergi ke Rumah sakit di malam hari.
Vasya menautkan jari-jarinya ketika kakinya menginjak lantai Rumah sakit, koridor ini begitu sepi dan terasa dingin membuat jantung Vasya semakin berdegup tak karuan. Matanya mencari-cari ruangan dokter Elin Figiana yang disebutkan oleh Suster di meja Recepsionis tadi.
Walaupun Vasya tidak berpendidikan, tapi dia juga bisa membaca. Vasya tersenyum melihat nama dokter Elin yang tegantung di papan atas pintu. Langkahnya ia percepat kala menyadari ada seseorang yang berjalan di belakangnya, Vasya semakin menurunkan topi hitamnya karena takut orang itu mengenali dirinya.
"Hey!" dokter Elin terjingkat kaget di tempat kala Vasya masuk dengan tergesa dan menutup pintu agak kencang.
"Emm... maaf, saya buru-buru, dok." Vasya menggaruk pelipisnya merasa tak enak.
Dokter Elin tersenyum, dia mempersilahkan Vasya duduk di sebrang meja kerjanya. Dalam hati ia bertanya-tanya, mengapa gadis semuda Vasya bisa mendatangi dokter kandungan seperti dirinya ini?
"Siapa nama kamu?" tanya dokter Elin lembut.
"Va-varasya Xiallena, panggil saja Aca." sahut Vasya gugup.
Sepertinya dokter Elin murah senyum, dia menulis nama Vasya dibuku agendanya dan kembali menatap pasiennya itu.
"Apa ada masalah dengan rahimmu? Sampai-sampai kamu datang ke sini."
Vasya menggigit bibir bawahnya kuat, "eng..enggak, dok. Saya mau periksa, apakah saya hamil atau nggak?"
Kernyitan di dahi dokter Elin terlihat begitu kentara membuat Vasya sangat malu. Namun dengan cepat dokter Elin mengubah ekspresinya seperti biasa dan mempersilahkan Vasya untuk cek menggunakan test pack setelah gadis itu melepaskan mantel dan topinya.
Di dalam kamar mandi, Vasya melakukan persis seperti yang dokter Elin perintahkan. Dia kembali dengan membawa alat kecil itu ditangannya yang gemetar dan meletakkannya di atas meja.
"Kita tunggu beberapa menit untuk melihat hasilnya, silahkan kamu berbaring di brankar, saya akan memeriksanya lebih detail." dokter Elin merangkul pundak Vasya menuju brankar.
Setetes air mata luruh membasahi pelipis Vasya ketika dokter Elin menyibak kaosnya hingga memperlihatkan perutnya yang putih, Vasya jadi teringat aksi bejat Marva malam itu.
Entah apa yang sedang dokter Elin lakukan pokoknya Vasya ingin segera pulang dan memeluk Misya, dia sangat butuh penguat saat ini.
"Sudah selesai, silahkan duduk di sana lagi." dokter Elin selalu menebar senyuman, hal itu membuat Vasya sedikit rileks.
Jangan, ku mohon. pinta Vasya dalam hati ketika dokter Elin kembali melihat test pack di atas meja.
"Selamat ya, kamu sedang hamil. Usia kandungannya hampir memasuki minggu ke dua, kamu harus hati-hati menjaganya karena kandungannya masih sangat muda." dokter Elin menjabat tangan Vasya kemudian menulis resep vitamin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Different Marvasya [COMPLETED]
Teen FictionBagaimana mungkin aku dan dia akan menyatu, cara kami menyebut Sang Pencipta saja berbeda. (Marvael Arludra Grispara). Bicara tentang perbedaan, sebenarnya perbedaan itu indah, rasa ingin memiliki satu sama lain yang membuatnya terasa pedih. (Varasy...
![Different Marvasya [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/244290906-64-k480355.jpg)