DM 40 || KISAH-KASIH

3.8K 837 515
                                        

Yuhuu siap mengbaper bareng lagi?

Siap ramaikan komentar sampai ratusan lagi?

Siapkan mental kalian! Musik! Tetot tetot tetot....


Malam perayaan kemenangan kontrak kerja diselenggarakan di out door samping kantor cabang kedua yang di bawah naungan Terajio Grispara.

Para tamu undangan bergilir datang, semuanya berasal dari rekan bisnis Grispara Company, mereka mengajak istri bahkan anak-anak mereka.

"Cucu Oma ke mana?" Liana menyenggol pelan lengan Jio.

"Lah ini." Dengan wajah polosnya Jio menunjuk dirinya sendiri.

"Yang satunya lagi, Aa," kesal Liana membuat Jio terkekeh.

"Bentar lagi juga dateng, lagi jemput Vasya kali." Jio tersenyum, mengusap punggung Liana.

Jio menatap sedih Bunda nya yang hanya duduk sambil melihat-lihat orang yang berlalu lalang, biasanya jika ada acara seperti ini, Naya lah yang paling bersemangat menyambut para tamu undangan dengan menggandeng lengan Gatra.

"Mah, lihat deh! Ini jasnya kekecilan buat Papa." Gavin datang dengan tangan yang sibuk berusaha mengancing jasnya.

Liana geleng-geleng kepala, "lihat, A! Opa kamu ini udah gendutan, kalau malem suka makan, ckck."

"Hih, Opa kan pernah bilang mau gendut kalau mau punya cucu aja biar bisa gendong sepuasnya. Belum waktunya, Opa." Jio menggoda Gavin membuat pria paru baya itu mendengus.

"Yaudah ayok beli lagi aja, di depan ada butik tuh kayaknya." Gavin melengos membawa turut serta Liana.

Jio mengelus dada, "maklum orang kaya."

Bergerak duduk di sebelah Naya, Jio mengambil tangan Naya dan dilingkarkan dilengannya. Naya menoleh dengan mengangkat alisnya.

"Masa kanjeng ratu cuma leyah-leyeh di sini, sapa tamunya hayuk! Harus bahagia dong, ini kan pesta, Bun," tutur Jio sambil mengusap tangan Naya yang melingkar dilengannya.

"Bunda lagi-."

"Juniornya Regatra Grispara lho ini yang ngajak." Ucapan Jio membuat Naya terkikik geli, wanita itu mengangguk dan mengajak Jio menyapa para tamu undangan.

Sementara itu, ada yang baru datang dengan mobil mewah yang pintunya bisa terbuka ke atas. Siapa lagi kalau bukan bocah bau kencur yang berhasil memenangkan kontrak perusahaan di Negara asing.

Marva menggamit jemari Vasya sambil melangkah gagah di karpet merah yang terbentang, Vasya terlihat anggun dengan gaun biru gelap tertutup dan setangkai bunga anggrek yang menghiasi rambutnya.

Marva menggamit jemari Vasya sambil melangkah gagah di karpet merah yang terbentang, Vasya terlihat anggun dengan gaun biru gelap tertutup dan setangkai bunga anggrek yang menghiasi rambutnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Different Marvasya [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang