EXTRA PART

3.7K 534 268
                                        

SPESIAL DOUBLE GEMOY

Sekian lama menghilang, ada kah yang mencari saya?😂

Tetap comeback walaupun udah mulai lupa nama-nama tokohnya haha, jadi tolong bantu koreksi kalau ada kesalahan nama tokoh ya bestie😁

Atau kalian udah lupa juga?😭
-
-
-

Dua remaja berseragam sekolah dengan tali yang diikatkan ke kardus dikalungkan pada lehernya itu sedang berteduh di bawah pohon mangga yang ada di sekolah baru mereka.

Kalung kardus yang bertuliskan nama masing-masing kini beralih menjadi kipas dadakan, bentuknya pun sudah tidak sebagus semula.

"Bang, es cekik Tata udah habis, mau lagi," adu si perempuan berambut panjang pada Kakak laki-lakinya.

"Kamu gak boleh kebanyakan minum es kayak gini, nih minum punya Abang masih banyak." Laki-laki dengan wajah kebule-bule an itu menyodorkan es plastik seribuan rasa teh gula batu pada sang adik.

Ya, es cekik yang dimaksud adalah es plastik seribuan yang dikasih sedotan warna merah,hijau, atau biru yang biasa dijual di kantin sekolah. Dia menyebutnya es cekik karena pada bagian ujung plastiknya dicekik menggunakan tangan untuk memegangi.

Maklum orang kaya baru pernah minum es beginian.

Tin!tin!

Suara klakson mobil mewah berwarna soft grey membuat Nadinta segera beranjak dan berlari menghampirinya sambil mengetuk kaca pengemudi.

"Ihh... Papia nih lama banget," gerutunya dengan wajah sebal.

Marva menurunkan kaca mobil hingga terdengar kekehan kecilnya, "maaf cantik, ada rapat dadakan tadi. Kalau mau ngomel sama Opa Gavin aja ya? Kan dia yang bikin rapat dadakan."

"Heh, kamu minum es itu?" Pandangan Marva tertuju pada es cekik ditangan Nadinta.

"Iya, enak tau," jawabnya girang.

Marva mendelik, dia turun dari mobil sambil bersedekap dada, "kok bisa? Kan Mimu udah bawain minum dari rumah."

"Habisnya udah gak dingin, Tata pengin minum es kayak teman-teman." Nadinta menggembungkan pipi sambil menggoyangkan tas punggungnya.

"Kamu juga minum, Bang?" Tanya Marva pada Pradipta.

Pradipta mengangguk lugu, "penasaran."

Marva menepuk jidatnya sendiri, seolah dia benar-benar pusing hanya karena anak-anaknya minum es cekik. Lansia keren satu ini memang suka berlebihan.

"Kamu itu ganteng mirip Papia, harusnya beli minuman susu kotak peninggi badan itu lho, Bang," ceramah Marva membuat Pradipta menunduk.

"Maafin kita, Pi," ucap si kembar bersamaan.

Marva membuang napas kasar kemudian menyuruh mereka masuk ke dalam mobil dan berlalu dari area SMA Bangun Jaya.

Sekarang suami dari Varasya Xiallana ini sangat percaya diri dan bangga pada anak sulungnya karena semakin tumbuh besar, wajah Pradipta semakin mirip dengan Marva. Untung saja hanya waktu kecil Pradipta mirip dengan Jio, jika sampai tumbuh besar masih mirip dengan Jio, bisa 'gabrut' si Marva alias galau brutal.

Different Marvasya [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang