Vote and comment yaw!😚
________
Apa maksud dari dentuman keras dibalik dada ini? Semuanya terjadi bila ia didekatku.
Varasya Xiallena.
Tidak ada yang bisa menggantikan dia dari posisinya dihati, kecuali jika dia yang merebut tahtanya kembali.
Marvael A Grispara.
🍈🍈🍈
Suasana di meja makan terasa dingin dan mencekam, tidak seperti dulu yang selalu diisi dengan kericuhan Kakak beradik yang memperebutkan sendok makan.
Marva saat ini sudah berada di rumahnya sendiri, Rabil menemukannya ketika Marva masih asyik mengobrol dengan Vasya malam itu. Marva terpaksa ikut Rabil pulang karena Bodyguardnya itu bilang Naya demam karena memikirkan Marva yang kabur dari rumah Dira.
"Ade mau tambah kangkungnya?" tawar Naya yang hendak menyendokkan sayur itu ke atas piring Marva.
"Ava kan gak suka kangkung, Bun." Marva cemberut dengan muka bantalnya.
Naya tersenyum canggung, "eh iya, maksudnya Aa mau tambah kangkungnya?"
Jio mengangguk, "boleh, Bun."
Naya dengan senang hati menambahkan kangkung ke atas piring si sulung, sedangkan Marva berdecih pelan menatap sinis ke sampingnya.
"Ava mau tambah tempe oreknya." celetuk Marva yang diangguki Naya.
Lihatlah! Bahkan selera makan Marva sama persis dengan Ayahnya, Naya seakan melihat Gatra season dua jika seperti ini.
Roh Gatra yang duduk disamping Naya tersenyum menatap anak-anaknya, Naya ikut menyunggingkan senyum untuk Gatra. Andai saja dia masih hidup, pasti meja makan ini akan terasa hangat oleh candaannya.
"Bunda ngapain senyum-senyum sendiri? Ngeri pisan euy." tegur Marva bergidik ngeri.
"Ada nasi disudut bibir Marva." bisik roh Gatra ditelinga istrinya.
Naya mengangguk sambil terkikik geli yang membuat Jio dan Marva semakin tegang, takut si Bunda kesurupan.
"Ade sini majuan deh!" Naya mengambil selembar tissue dan menyuruh Marva mencondongkan badannya.
Marva mengangkat sebelah alisnya, ia juga sempat melirik Jio yang raut wajahnya sama herannya dengan Marva.
"Ada nasi tuh disudut bibir kamu, sini majuan Bundanya susah." ujar Naya mulai kesal karena si bungsu masih diam ditempat.
Marva membuang napas lega, ia kira Bundanya mau berbuat hal macam-macam. Ternyata hanya membersihkan sebulir nasi yang tertinggal disudut bibir Marva, Jio tersenyum melihatnya.
"Kayak bocah aja makannya masih belepotan." ledek Jio ketika mulut Marva selesai dibersihkan oleh Naya.
Marva meilirik Jio tajam yang duduk disebelahnya, "Dih! Siapa lo?"
Jio langsung tutup mulut rapat-rapat, ia meredakan tawanya takut Marva lebih marah.
Naya menatap sendu kedua putranya, entah kapan kesalah pahaman ini akan berakhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Different Marvasya [COMPLETED]
أدب المراهقينBagaimana mungkin aku dan dia akan menyatu, cara kami menyebut Sang Pencipta saja berbeda. (Marvael Arludra Grispara). Bicara tentang perbedaan, sebenarnya perbedaan itu indah, rasa ingin memiliki satu sama lain yang membuatnya terasa pedih. (Varasy...
![Different Marvasya [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/244290906-64-k480355.jpg)