Cieee yang dulu gedeg sama Marvasya karena ngerahasian masalahnya dari Naya, eh sekarang giliran Naya tau malah ngehakimin Naya dan bela Marvasya, aduh gemesnya warga DM😂
•
•
•
Terlihat seorang laki-laki berseragam sekolah putih abu-abu itu sedang sibuk membuat simpul dasi dengan mulut yang melantunkan lagu 'balonku ada lima' untuk menenangkan bayi laki-laki yang menangis sampai wajahnya memerah.
"Meletus balon hijau, dorr!"
"Eaakk... eaakk..."
Tangis bayi tersebut bertambah kencang akibat Marva terlalu bersemangat mengucap kata 'dorr'.
"Aduh iya mulut salah nih tampol nih mulut Papia nih," oceh Marva sambil mengangkat Dipta ke dalam gendongannya setelah dia selesai membuat simpul dasi.
Sedangkan bayi yang lain berjenis kelamin perempuan itu terlihat anteng di box-nya dengan empeng yang menyumpal dimulut mungilnya.
Marva terdiam sejenak merasakan sesuatu seperti bubur dibalik popok Dipta, pelan-pelan Marva menyondongkan kepala untuk mengintip sesuatu disana yang ternyata...
"Huaaa Bunda~ Ava dipoop-in Didip," teriak Marva histeris yang anehnya membuat tangis bayi dengan panggilan kesayangan 'Didip' itu berhenti.
Seseorang berlari tergopoh-gopoh masuk ke dalam kamar Marva dan langsung mengambil alih Dipta dari gendongan sang Papia melihat Marva hanya menggendongnya dengan tangan satu yang diajuhkan sedangkan tangan yang lain menutup hidungnya sendiri.
"Kalau gendong yang benar dong, Va. Kalau jatuh gimana tadi?" omelnya sambil menjewer pelan telinga Marva.
"Orang Ava biasa gendong Baby Zui dulu, dahla mau ganti seragam dulu. Gak papa telat, sekolah punya sendiri ini." Marva bergegas menuju walk in closet untuk mengganti seragamnya yang baru.
Naya geleng-geleng kepala, dia meletakkan Dipta diatas kasur kemudian mengganti popoknya dengan telaten setelah membersihkan kotoran dibalik popok itu.
"Duh, Abang rewel ya? Sini biar aku aja yang gantiin popoknya, Bun." Vasya yang baru selesai dipijat oleh dukun bayi di kamar sebelah kini duduk di bibir ranjang.
"Gak papa biar Bunda aja, mending kamu urusin bayi besarnya aja tuh." Naya menunjuk walk in closet.
Vasya terkekeh, dengan cara jalan yang seperti bocah sunat dia menuruti perintah sang mertua.
"Bantuin," manja Marva dengan bibir manyun melihat istrinya hadir.
Vasya dengan sigap mengambilkan kemeja baru untuk Marva dan memakaikannya ditubuh atletis sang suami, sebelum mengancing, Vasya menyempatkan mengecup sekilas dada bidang Marva membuat cowok itu terkikik.
Setelah kemeja dan dasi terpasang apik ditubuh Marva, laki-laki itu bergerak menciumi seluruh wajah Vasya dengan gemasnya kemudian mengajaknya keluar dari walk in closet.
"Papia sekolah dulu ya double gemoy, tatah~." Marva mendaratkan kecupan pada kedua bayi nya sampai dia benar-benar puas, bahkan sampai menggigit pipi Baby Dinta hingga bayi mungil itu menangis.
"Marva," tegur Naya yang hanya dibalas kekehan dari cowok bermanik biru itu.
Dengan berusaha menenangkan Dinta dalam gendongannya, Vasya menggandeng lengan Marva agar segera turun dan menaiki mobilnya ke sekolah.
"Udah ih!" Suara Vasya menahan Marva yang hendak kembali turun dari mobil untuk mencium bayi nya lagi.
Marva cemberut, kembali masuk ke mobil dan mulai melajukannya meninggalkan pekarangan rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Different Marvasya [COMPLETED]
Teen FictionBagaimana mungkin aku dan dia akan menyatu, cara kami menyebut Sang Pencipta saja berbeda. (Marvael Arludra Grispara). Bicara tentang perbedaan, sebenarnya perbedaan itu indah, rasa ingin memiliki satu sama lain yang membuatnya terasa pedih. (Varasy...
![Different Marvasya [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/244290906-64-k480355.jpg)