Been super busy today&yesterday sampe susah mau nulis 🥲🥲
But finally im here! Besok weekend hopefully bs ngejar nulis bbrp chapter di bbrp cerita sekaligus 🙏🏻
———
"Sean". Panggilan itu membangunkan Sean, membuatnya mengerjap dan menatap kearah wajah tampan yang sudah lama sekali tak ia temukan.
Olivier. Oliviernya yang sudah tertidur selama-lamanya itu membangunkannya dan tersenyum padanya. Lelaki itu mengenakan pakaian serba putih dan terlihat bersih, tidak ada setitikpun tattoo maupun tindikan di seluruh tubuhnya.
"Vier.. I must be dreaming again. Akhirnya kamu dateng ke mimpiku". Ucap Sean.
Lelaki itu kembali tersenyum. "Aku dateng, jengukin kamu. Looks like you're happy now". Jemari Vier menyentuh sebelah pipi Sean dan membuat gadis itu memejamkan mata. "It makes me happy too, Sean".
Gadis itu menggenggam lengan Vier dan merasakan sentuhan yang entah mengapa terasa nyata. "Aku bahagia sekarang, Vier. I'm gonna be a mom soon, aku bakal punya seseorang lagi di hidupku".
"That's great, congratulation, sayang. I'm so happy for you". Balas Vier, masih terus mengelus pipi sang gadis. "You look so beautiful being this happy, i miss this so much".
Sean tersenyum. "Kamu bahagia disana, Vier?".
"Bahagia, bahagia sekali". Balas lelaki itu, senantiasa membawa elusannya di pipi Sean.
"Aku lega kalo gitu, makasih udah dateng ke mimpiku ya, makasih udah kasih tau aku..". Ucap Sean, gadis itu menjatuhkan satu butir airmatanya ke pipi.
"Sama-sama, sayang. Remember to always be happy, okay? I'll be watching you and stay beside you, always. Jangan pernah mikir aku kemana-mana, ya?".
Dan saat itu juga, Sean membuka matanya yang dipenuhi airmata, terbangun sepenuhnya dari mimpi indah yang menghantarkan rindu dan pesan bahagia itu. Sean yakin, Vier memang benar datang ke mimpinya dan tadi bukan bunga tidur belaka. Lelaki itu datang di saat terbahagia dalam hidup Sean, demi ikut memberinya selamat dan ikut berbahagia bersama.
Seperti dulu.
———
"Oh terus, Papa bilang apa?". Tanya Sean pada Ales segera setelah lelaki itu tiba di apartmentnya.
Mereka kini tengah bermalasan di kasur, dengan Ales yang menaruh kepalanya di pangkuan Sean, menikmati kebersamaan yang memang hanya milik mereka berdua.
Ales menghela nafasnya panjang. "Lagi-lagi nanyain soal perusahaan Papa, kedepannya expansinya mau gimana".
Sean memainkan ikal Ales dan menyisirnya ke samping kanan dan kiri sesuka hati. "Kamu udah putusin?".
Ales menutup matanya. "Belum, saya minta waktu sampai akhir tahun ini. Saya perlu mikir panjang".
"Must be hard being you". Ucap Sean sebelum menunduk dan mengecup hidung tinggi milik Ales. "Kamu hebat banget, aku bangga punya kamu".
"Sesulit-sulitnya masalah hidup saya, paling susah itu dapetin kamu. Ibarat main game, naklukkin kamu itu kayak lawan rajanya". Balas Ales.
Sean tertawa mendengarnya. "Apa sih, Les? Tapi kan berhasil?".
"Iya, kuncinya sabar aja". Respon Ales lagi disertai kekehan.
Sean tersenyum, masih terus menyisirkan jemarinya di kepala Ales. Gadis itu berpikir keras, apakah ini saat yang tepat memberi tahu Ales?
KAMU SEDANG MEMBACA
DEPARTURE TIME
RomanceSebuah lanjutan perjalanan cinta dari Ales, Captain Pilot penerbangan pesawat komersial ternama dan Oceana, artis kelas dunia mempertahankan cinta mereka. Ditengah cinta yang hampir berlabuh, selalu ada cobaan yang menanti. Entah cobaan itu berasal...
