Chapter 64 - It Brings Us Back

2.9K 231 42
                                        

"MLS5407X request taxi".

"MLS5407X taxi RWY 24, via C, report on short".

Percakapan antar Captain dan ATC itu berjalan lancar seperti biasanya. Beberapa kali Ales melempar request ke menara controller, yang kemudian langsung diberi feedback saat itu juga. Usai memastikan penerbangan yang akan ia pimpin diberi izin terbang dan siap lepas landas, Ales beralih komunikasi dengan Flight Officer (FO) disebelahnya.

"Brake check". Perintah Ales pada Danar, FO yang bertugas hari ini.

"Checked. Pressure normal".

Dengan perasaan yang tidak seperti biasanya, Ales memimpin penerbangan hari ini. Terhitung hari ini tepat 3 minggu sebelum Ales resmi mengundurkan diri dari tempat bekerjanya sekarang dan berhenti menjadi seorang Captain penerbangan. Berat memang, tapi toh itulah keputusan yang sudah ia ambil.

Seminggu sudah ia tidak pulang ke rumah, lelaki itu memutuskan untuk tinggal di salah satu penginapan yang letaknya tak jauh dari rumah, dan beruntunglah pekerjaannya menuntut ia bepergian, jadinya tak harus selalu memikirkan rumah. Sebab jika mengingat tentang rumah, Ales sedih sendiri. Ia rindu, tapi rasanya juga sakit.

Ia rindu kedua anaknya, ingin sekali memeluk, tapi enggan.

Terlebih, ia rindu istrinya, satu-satunya tempat hati Ales berlabuh. Ia rindu Oceana-Nya.

Penerbangan kali ini tidak didukung dengan cuaca yang menyenangkan, kepulan awan dan rintik hujan jatuh membuat Ales perlu lebih ekstra berhati-hati mengendarai pesawatnya. Tapi beruntunglah, proses rotate cukup lancar, kepiawaian Ales dalam memimpin perjalanan memang tidak perlu diragukan lagi.

"Cuacanya lagi gak oke nih, Capt". Ucap Danar lebih dulu.

Ales melirik kearah map radar yang menunjukkan zona kemerahan dimana-mana. "Iya, dari kemarin ini, Nar".

Suara dari ATC yang bertugas memantau penerbangan mereka terdengar bagai background musik, Danar terlebih dulu menatap kearah Ales sebelum berucap. "Saya kaget dengernya, Capt. Kenapa tiba-tiba sekali?".

Ales menoleh, tahu persis perkara apa yang Danar bicarakan. Ini pasti soal berita resign dirinya. "Nggak mendadak sebenernya, Nar. Udah lama direncanain, cuma baru terlaksana".

"Bakal aneh banget pasti, Capt. Miles Airlines itu identik banget sama Capt Ales". Balas Danar.

Ales tersenyum pahit. "Bisa aja kamu, Nar".

"Sukses ya, Capt. Rencananya mau pindah ke maskapai mana?". Tanya Danar lagi.

Ales menggeleng, kemudian mencopot seat-belt nya. "Enggak kemana-mana lagi, Nar. Saya bener-bener berhenti. Bukan mau pindah maskapai".

Raut Danar terlihat makin bingung, namun ia mengangguk. "Sudah ada plan lain ya, Capt?".

"Ya, biasa lah, lanjutin bisnis keluarga aja jadinya, Nar". Balas Ales.

Bisnis keluarga aja, katanya. Padahal, semua tahu bisnis keluarga Ales bukan perkara main-main. Memegang bisnis yang Papanya miliki, itu artinya Ales siap menjadi salah satu calon orang penting lainnya di dunia, seperti halnya sang Papa.

"Such an honor to assist you, Capt. Terhitung baru beberapa kali saya assist penerbangan Capt Ales, tapi saya udah belajar banyak rasanya". Ucap Danar tulus.

Ales kembali tersenyum. "Makasih, Nar. Sukses ya, sebentar lagi kamu naik jadi Captain, gantiin saya. Inget, keselamatan penumpang nomor satu, bahkan diatas keselamatan kita sendiri. Inget itu terus ya, Nar".

DEPARTURE TIME Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang