Highly 🔞🔞🔞
———
Entah perasaan Ales saja, atau semenjak perut Sean sedikit membuncit, gadisnya itu jadi terlihat jauh lebih.. Seksi. Caranya berjalan, melempar senyum pada Ales, bahkan caranya bermanja, semuanya membuat sang pilot kian terpesona. Tubuh Sean jadi lebih berisi di beberapa titik, terutama di area dadanya. Sean dengan komposisi tubuh seperti sebelumnya saja sudah menjadi cobaan bagi Ales, jadi bayangkan sekarang.
Namun, yang paling menyedihkan bagi lelaki itu adalah; sudah beberapa lama ini sang istri bagai alergi padanya. Sean kerap kali merasa mual bila berdekatan dengan Ales, membuat sang pilot harus merelakan agenda bermesraan mereka beberapa kali tertunda. Sean sering juga memaksakan diri untuk tetap berdekatan dengan sang suami karena rasa rindunya, tapi selalu saja berujung dengan gadis itu berulang kali bolak-balik kamar mandi, membuat Ales akhirnya tidak tega.
Namun anehnya, sudah sekitar 2 hari ini, Sean tidak menunjukkan gejala itu lagi. Gadis itu bahkan terus menempeli Ales dan berganti dengan mengendusnya terus menerus, mengusal bak anak kucing yang tak mau lepas dari pemiliknya. Ales bersyukur, akhirnya bisa kembali berdekatan dengan cintanya dan menerima perhatian kecil itu kembali.
"Aku serius, Ales. Gak boleh deket-deket flight attendant kalo kamu lagi flight. Gak boleh ngobrol juga. Kamu tuh makin ganteng. Nanti mereka suka sama kamu, gimana?". Rengek Sean di pelukan sang pilot.
Ales menyusuri garis punggung Sean yang tengah bermanja padanya. "Kalo lagi briefing safety procedure gimana? Gak boleh ngobrol juga?".
"Enggak. Gak boleh pokoknya". Rengek Sean lagi lebih manja.
Lelaki itu tak tahan untuk tak mengecup puncak hidung mungil milik Sean. "Lucu banget sih istri saya kalo lagi protektif gini".
"Ih, janji dulu, Ales". Balas Sean lagi, menuntut.
Ales berakhir menempelkan ujung hidung mereka bersama. "Iya, sayang. Saya janji".
Ales memejamkan matanya damai, jemarinya masih setia memberi afeksi di kulit punggung Sean yang terbungkus kaos miliknya. Sesaat, Ales merasakan kecupan selembut helaian sutera menyapa bibirnya, yang tentunya berasal dari gadisnya. Kecupan itu berhasil membuat Ales membuka netranya.
"Les, aku tuh udah lama kepikiran sesuatu". Ucap Sean dengan suara kecil, membuat Ales memfokuskan perhatiannya pada gadis miliknya.
"Kepikiran apa?". Balas Ales lembut.
Sean menggigit bibirnya. "Aku.. Pengen coba deh.. Lakuin itu lagi, tapi pas kita flight bareng".
Ales mengerutkan keningnya. "Itu apa? Have sex? Kan udah pernah?".
Sean menggeleng pelan, mata bulatnya menatap kearah Ales dengan polos. "Bukan.. Bukan kayak waktu itu, bukan di toilet ataupun di private seating".
"Terus dimana?". Tanya Ales bingung.
Gadis itu bersuara dengan sedikit berbisik. "Di cockpit kamu. Waktu kamu lagi on duty". Sean kembali menggigit bibirnya, seakan membayangkan situasi panas yang sudah menjadi ekspektasinya selama ini.
Ales menelan salivanya, entah mengapa punggungnya tiba-tiba saja terasa panas. Mau tak mau, bayangan itu muncul juga di kepalanya, Sean yang bergerak naik turun diatas pangkuannya dengan perut membuncit itu, dan juga dengan Ales yang mati-matian menahan geraman agar tak terdengar tim ATC melalui intercom.
Panas.
Seperti itulah situasi tubuh Ales sekarang. Peredaran darah tiba-tiba saja melaju ke satu titik yang mulai timbul dibawah sana, membuat sang pilot menarik nafas panjang. "Damn. Saya jadi kebayang".
KAMU SEDANG MEMBACA
DEPARTURE TIME
RomanceSebuah lanjutan perjalanan cinta dari Ales, Captain Pilot penerbangan pesawat komersial ternama dan Oceana, artis kelas dunia mempertahankan cinta mereka. Ditengah cinta yang hampir berlabuh, selalu ada cobaan yang menanti. Entah cobaan itu berasal...
