Masih 🔞🔞 dikit 🤏🏻
———
"Gak usah diangkat". Ucap Ales di telinga Sean, gadis itu masih senantiasa bergerak naik turun diatas tubuh sang lelaki.
Sean menghentikan gerakannya sesaat. "Takutnya penting, sayang".
Disaat Ales merasakan gadisnya berhenti bergerak, lelaki itu menampar bokong Sean. "Silahkan angkat, tapi gak ada yang izinin kamu berhenti gerak".
Ales bahkan mengambilkan ponsel Sean yang tergeletak di nakas dan menyodorkannya pada gadis yang masih menatapnya sayu. "Nih, angkat. Kamu mau jawab telfonnya kan?".
"Tapi saya gak akan berhenti lakuin apa yang lagi kita lakuin". Ucap Ales lagi sebelum memencet layar ponsel Sean dan menempelkannya di telinga gadisnya.
Netra Sean membelalak, ia tidak mengharapkan ini terjadi sebelumnya. Gadis itu bersumpah, ia yakin tidak akan kuat menahan desahannya keluar.
"Lama banget angkat telpon aja, masih hidup lo?". Sembur El setelah panggilan itu tersambung.
Sean menggigit bibirnya, menahan sekuat tenaga agar suaranya terdengar normal, pasalnya Ales mulai bermain dengan puncak dadanya, memainkan lidahnya dan menyesapnya penuh atensi, tangan Ales memaksa pinggul Sean agar tetap bergerak diatasnya.
"Mm.. Gue.. Tidur. Disini udah malem, El". Jawab Sean terbata.
"Oh, iya gue lupa. Ini gue mau ngabarin aja, besok live di instagram lo ya, ada brand yang mau built in. Nanti briefnya gue kirim". Ucap El.
Sean menjambak rambut Ales untuk menghentikan aksi menghisapnya, membuat lelaki itu menatapnya dengan cengiran mengejek. Sean menggerakkan mulutnya tanpa suara 'Stop, aku gak kuat nahan'.
Ales menahan tawanya, lelaki itu malah mulai aktif menggerakkan pinggulnya dan menggempur Sean.
"Oh—Les". Lenguhan itu lolos begitu saja dari bibir Sean tanpa sadar dan membuatnya menutup mulut secara tiba-tiba. Ales tak mampu lagi menahan tawanya, sang pilot membiarkan tawanya teredam di pundak Sean.
Sambungan telefon tiba-tiba saja sunyi, hingga pekikan El menjadi pemecahnya. "Bangsat!, lagi ngewe lo ya?!".
Sean terkekeh, bersamaan dengan Ales yang masih tertawa di pundaknya. "Sori, El. Kelepasan".
"Dasar pasangan mesum, kalo lagi ngewe gak usah angkat telfon orang! Bikin gue emosi aja". Omel El.
Ales kembali menghentak Sean secara tiba-tiba, membuat gadis itu kembali mengeluarkan desahan tak sengaja. Nampaknya, pasangan itu memang memiliki tabiat exhibitionist, atau memang Sean yang menularkannya ke Ales. Pasalnya, hal itu membuat mereka makin semangat melakukannya.
"Ah—Um, Sori, El. Lo juga sih.. Ah, nelfon jam.. Mmh—Segini". Desis Sean lagi.
"Anjing nih orang berdua, ketauan bukannya berhenti malah makin jadi. Udah deh, gue mau kasih tau itu doang. Oh, sama satu lagi. Ada kiriman tas branded ke kantor. Katanya dari penggemar rahasia lo. Mau diterima apa nggak? Gak usah jawab, tulis di chat aja. Gue gak mau denger desahan lo lagi". Ucap El cepat sebelum memutus panggilan sepihak.
Sean menunjukkan cengiran kearah Ales yang masih menggempurnya. "Mm.. Dimatiin, Les".
Lelaki itu kembali tertawa lantang. "Kamu suka kan Adriel tau kita lagi ngapain? I can feel you tighten around me".
Sang gadis menggigit bibirnya sendiri. "Maybe. Apa lagi aku udah lama gak disentuh kamu, I get tighten easily".
Ales mendesis. "My little devil".
KAMU SEDANG MEMBACA
DEPARTURE TIME
RomansSebuah lanjutan perjalanan cinta dari Ales, Captain Pilot penerbangan pesawat komersial ternama dan Oceana, artis kelas dunia mempertahankan cinta mereka. Ditengah cinta yang hampir berlabuh, selalu ada cobaan yang menanti. Entah cobaan itu berasal...
