Chapter 19 - Amateurs

3.4K 204 7
                                        

Tara menenggak soda di genggamannya tanpa jeda, memuaskan rasa haus akibat panas terik di area sirkuit tempatnya melangsungkan latihan pertamanya dalam drifting. Dimulai dengan latihan dasar seperti mengatur kopling, menghitung kecepatan, dan memperkirakan kapan harus menarik tuas rem tangan.

Gadis itu tak henti menautkan alisnya, terutama saat mulai mengendarai mobil milik Gio yang ternyata sangat berbeda dengan mobil yang pernah ia kendarai sebelumnya. Tentu saja berbeda, namanya juga mobil balap, sudah pasti settingannya berbeda.

Gio memperhatikan dari pinggir area, melihat dengan jelas bagaimana Tara memacu kendaraan miliknya dengan kecepatan tinggi, dan berputar nyaris sempurna 90 derajat saat menemui tikungan, membuat satu sudut bibir lelaki itu naik.

"Jago nih orang". Komentar Gio otomatis.

Tidak hanya itu, gadis yang masih didampingi oleh coach mereka itu, juga mampu menghindari berbagai tikungan tajam yang memerlukan konsentrasi tinggi bagi pengendara yang melintasinya.

Disisi lain, Ken yang tadi mengantar Tara, memperhatikan juga dengan jelas saat gadis itu menyetir mobilnya dengan tatapan ambisius. Ia kenal Tara, sisi ambisiusnya memang akan keluar tanpa diminta saat gadis itu menginginkan sesuatu.

Ken melangkah mendekati Gio dan menepuk pundaknya pelan, membuat Gio menoleh. "Aman gak sih, bro?".

Gio yang tadi sudah sempat dikenalkan pada sahabat Tara yang satu itu mengangguk yakin. "Aman, coach gue ikut di dalem kok. Dia bisa bantu kalau Tara lepas kendali".

Ken mengangguk, menatap dengan khawatir dari sisi area. Satu sudut hatinya kadang menyesali, mengapa Tara tidak dilahirkan seperti gadis lain seusianya yang mungkin sibuk berbelanja make up atau baju-baju cantik. Bukan kegiatan yang mengundang adrenalin begini.

Ban berdecit saat mobil sampai di garis start seperti semula, menampilkan wajah Tara yang terengah dan dipenuhi bulir keringat di dahinya. Gadis itu memukul stir dan berteriak girang saat berhasil melewati rintangan lintasan yang berlikuk dengan selamat.

Beberapa yang hadir disana bertepuk tangan menyaksikan penampilan Tara yang memukau di latihan pertama gadis itu. Coach mereka, Brian, juga turut bertepuk tangan, kagum akan keahlian Tara dalam memacu kendaraan yang membuatnya terkesima.

"I think we found a new star right here, calon bintang ini si Tara!". Seru Brian, menepuk punggung Tara dengan bangga.

Gio langsung berlari menghampiri keduanya, disusul Ken yang memilih berjalan disertai senyuman hangat.

"Gila! Gue kaget, ini mah emang berbakat dia". Sahut Gio, ikut menimbrungi obrolan Brian.

Tara hanya menggelengkan kepalanya. "Seru banget ya didalem? Anjir, gue sampe gak berasa tadi neken nyaris 210 pas gak ada tikungan".

"Kayak kesetanan nih orang, lo aja padahal baru pas latihan ke 3 ya, Gi? Berani neken ke 210". Ucap Brian lagi, keheranan.

"Iya, lah! Kelasan kita lagi racing beneran neken segitu, gila nih cewek". Komentar Gio lagi.

Ditengah percakapan seru yang melibatkan Gio, Tara dan Brian, Ken bergerak mendekat kearah Tara dan mengacak rambut gadis itu halus, membuat perhatian Tara teralih pada Ken.

"Lo baik-baik aja kan?". Tanya Ken, lembut.

Tara mengangguk dan tersenyum. "I'm good, gimana? Keren gak gue tadi?".

Ken mau tak mau ikut tersenyum menyaksikan wajah itu berseri, menampilkan senyum manisnya yang jarang terlihat. Disana, Ken bisa membaca, Tara tengah memperoleh bahagianya, dari arena balap.

"Keren banget, Tara. Lo hebat banget tadi. Gak takut sama sekali". Balas Ken dengan tatapan lembut.

Tara menyunggingkan cengirannya, membuat Ken ingin sekali mengecup kening sang gadis, namun urung, gantinya, lelaki itu mencubit pipi Tara, membuat gadis itu mengaduh.

A MILE AWAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang