Girisha Triastara Briel, Tara, gadis yang bahkan dijuliki si tomboy di kampusnya punya hobi mendatangi aktivitas drifting berkat ajakan sang kakak. Di arena balap itulah, Tara menemukan trigger dan juga ketertarikan.
Di arena balap itu juga lah, Cal...
Tara dan Ken sudah bersiap di depan barisan maba yang hendak menjalani ospek. Bersama dengan mahasiswa di angkatannya, dan satu tingkat diatas mereka, keduanya membaur dan mengedarkan pandangan ke seluruh barisan.
"Perasaan gue doang apa mahasiswa jaman sekarang cakep-cakep?". Bisik Ken pada Tara.
Gadis itu terkekeh. "Kayaknya emang kita aja yang kurang keren".
Keduanya berjalan beriringan menuju ke area podium, mengikuti ketua HIMA mengumumkan dimulainya prosesi acara.
"Bagi yang baru datang, segera pakai nametag dan maju ke paling depan". Seru Bian, ketua HIMA Kanoko Institute yang saat ini masih menjabat.
Jujur saja, berada dibawah terik matahari seperti ini membuat Tara perlu mengenakan topi demi menghalau cahaya. Saat ia berjalan, telinganya mendengar beberapa anak di barisan depan cekikikan dan melirik kearah Ken. Tara bisa mendengarnya, mereka sepertinya ngefans dengan sahabatnya, si kating yang populer itu.
"Fans lo tuh". Ucap Tara menujuk dengan dagunya kearah gerombolan perempuan yang melirik kearah mereka.
Ken hanya melirik sekilas. "Adek-adek semua".
"Ya kalo tante-tante serem". Balas Tara singkat.
"Dan di kesempatan ini, saya juga mau mengenalkan calon ketua HIMA yang baru periode mendatang, Kenneth Diar Ganesha, mahasiswa fakultas hukum yang berdiri disebelah sana". Ucap Bian, membuyarkan obrolan keduanya.
Riuh tepuk tangan menyambut nama Ken saat lelaki itu dipanggil, didominasi oleh perempuan, nampaknya ia sudah jadi idola sejak dini. Lelaki itu tertawa saat mendengar beberapa teriakan histeris saat namanya dipanggil dan melihat kearah sumber teriakan.
*In reference :
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tara menahan tawanya saat melihat betapa histerisnya manusia-manusia itu pada Ken. Namun, ditengah pengenalan itu, satu orang mahasiswa baru datang dengan mengenakan kaos putih yang sudah jelas menyalahi aturan karena seharusnya mereka semua mengenakan kemeja hari ini, rambutnya terlihat berantakan dan tak teratur. Lelaki itu mencuri perhatian karena sebagian mengenalinya sebagai Calvin Pramudya Morritz, pembalap yang sudah sering wara-wiri di media.
*In reference :
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.