Chapter 49 - A Little Like It Used To

1.8K 136 5
                                        

Sekilas curhatku adalah bikin judul yg nyambung sama judul lain karena seuniverse, lalu pusing sendiri karena harus lanjut judul ini dulu sebelum judul sebelah karena ada part penting bgt yg gak boleh bocor duluan disana.

Huft, mohon bersabar utk pembaca judul sebelah ya ku harus kebut ini dulu WKWKW

———

Calvin menghentikan motornya di sebuah minimarket, pergerakan sang lelaki yang secara tiba-tiba mengerem untuk parkir mengagetkan Tara dan membuatnya terbangun. Gadis itu linglung, terlihat kebingungan, namun masih setia bermanja di punggung Calvin.

"Kak? Udah bangun?". Tanya Calvin pada Tara.

Sontak, Tara melepaskan diri dari Calvin secara tiba-tiba, membuatnya terhuyung ke belakang dan hampir jatuh, namun Calvin menahannya dengan memegangi sebelah tangan Tara. "Hati-hati dong, Kak. Nanti jatuh".

"Kita dimana?". Tanya Tara bingung, mengedarkan pandang ke sekitar.

Calvin menepuk lutut Tara pelan. "Turun dulu".

Sang gadis menuruti, turun dari motor dengan perlahan dan terus mengedarkan pandang ke sekitar. "Kok berhenti disini sih?".

"Aku laper, makan ramen sama beer disini enak kayaknya". Balas Calvin acuh, sembari membantu Tara mencopot helmnya.

Tara masih kebingungan. "Kok malah makan sih? Kan lo bilangnya mau anter gue tadi".

"Aku aja gak dikasih tau kamu stay dimana, aku kan bukan cenayang Tara. Kamunya tidur sepanjang perjalanan". Balas Calvin disertai kekehan.

"Kan bisa bangunin untuk tanya". Sahut Tara.

Calvin mengacak rambutnya pelan, kemudian menarii tangan Tara untuk berjalan kearah mini market yang memang dikhususkan untuk sekalian makan itu. "Udah, temenin makan dulu sebentar gak apa-apa kan? Kamu juga pasti laper".

Sang lelaki menuntun Tara hingga duduk di salah satu meja yang kosong, kemudian memastikannya aman sebelum ditinggal masuk kedalam mini market. "Kamu tunggu sini aja, Kak. Aku pesen dulu sebentar, jangan kemana-mana".

Tara mendengus kesal, kenapa juga ia jadi makan bareng sama Calvin?

Tak berapa lama berselang, Calvin kembali dengan menenteng dua cup ramen sembari turut menggendong kaleng bir dan air mineral. Lelaki itu kemudian menaruhnya tepat di hadapan Tara sebelun ikut duduk bersama. Tara hanya melirik sekilas saat Calvin menyiapkan sumpit untuknya, berikut membukakan tutup botol air mineralnya.

"Nih, Kak. Cobain dulu deh, enak ini". Ucap Calvin sembari mengadukkan ramen milik Tara dan meniup-niup asapnya agar tidak terlalu panas.

Tara mengerutkan keningnya. Sejak kapan Calvin jadi seorang yang act of service?

"Gue gak laper". Ucap Tara menolak, walaupun perutnya memang sudah kosong sejak pagi.

Calvin menoleh kearahnya, kemudian menaruh makanan Tara kian dekat, sebelum menyilangkan tangan diatas meja, menatap intens kearah Tara. "Makan, sedikit aja. Dari tadi kamu kena angin di motor, nanti sakit".

"Gue mau balik". Ucap Tara persistent, membalas tatapan Calvin yang menghujam kearahnya.

Namun, sang lelaki malah bersikap cuek, menarik cup ramen miliknya sendiri dan mulai makan dengan lahap. Melihatnya, Tara kian geram. Calvin bahkan membuka kaleng bir miliknya dan menenggak setengah. Setelahnya, barulah ia berucap. "Gue pasti anter lo balik, tapi setelah makanan kita habis".

A MILE AWAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang