ulang tahun sekolah.-

3.2K 348 44
                                        

Mengalihkan tatap dari layar datar ponselnya, Jungkook mendonggakkan kepalanya ketika melihat uluran sebotol susu di hadapannya, menoleh ke samping kirinya, ia menemukan Taehyung sudah berdiri tepat di sebelahnya. Jungkook tersenyum kecil, lalu lekas menerimanya dan sudah bersiap untuk segera meminumnya, tetapi kalimat yang diucapkan Taehyung membuat ia mendelik tajam, “itu buat Jimin” katanya dengan nada yang teramat menyebalkan bagi Jungkook. Taehyung terkekeh kecil ketika melihat Jungkook menutup kembali botol minuman kemasan itu dan menyerahkannya dengan kasar pada Taehyung yang mengaduh pelan, sebab botol itu tepat memukul perutnya.

“Sana, kasih sendiri” katanya tanpa melihat Taehyung sama sekali, justru kembali memfokuskan diri bermain ponsel yang tadi sempat di taruh asal di atas meja. Taehyung terkekeh sekali lagi, membuka tutup botol minuman kemasan yang masih di genggam Jungkook, ia mendorong tangan Jungkook seraya berujar, “Bercanda, ini buat lo, kok”

Jungkook mendengus malas, “Kasih aja ke Jimin” ketusnya memberi penolakan “biar gue panggilin” lanjutnya, Jungkook sudah hendak berteriak memanggil Jimin yang berada tidak jauh dari posisinya duduk sekarang, lelaki itu tengah merapikan pakaiannya di bantu beberapa anggota bandnya. Hanya saja, belum sempat ia memanggil, Taehyung sudah lebih dulu membekap mulutnya menggunakan sebelah tangannya. Jungkook berusaha memberontak dengan memukul-mukul kasar lengan Taehyung berulang kali sampai akhirnya si kekasih meringis sembari menjauhkan tangannya. “Mampus, sakit”

“Kalo besok tangan gue biru-biru, itu salah lo”

“Lo pikir gue peduli? Sana, jauh-jauh” Jungkook mendorong pelan pinggang Taehyung agar menjauh dari tubuhnya. Tapi, bukannya menjauh Taehyung justru malah merapatkan tubuhnya dan membawa Jungkook ke dalam pelukannya setelah menaruh asal botol minuman kemasan ditangan Jungkook ke atas meja, tangannya bergerak konstan dan hati-hati mengusap rambut Jungkook yang sudah di tata rapih, ia tersenyum tipis ketika Jungkook balas melingkarkan tangannya di sekitar pinggang Taehyung, yang lebih muda menyembunyikan wajahnya di perut Taehyung yang tertutupi kaos putih berbalut jaket jeans yang Taehyung kenakan.

“Tampil terakhir?”

Jungkook mengangguk, menyembulkan kepalanya untuk melirik ke balik punggung Taehyung, ia menatap jam dinding dan mencoba memprediksi kapan dirinya bersama anggota bandnya yang lain akan tampil, “Lima belas menit lagi” gumamnya. —— Acara ulang tahun sekolah sedang berlangsung hari ini dengan anak-anak osis sebagai panitia penyelenggara, dari mulai festival sampai berbagai pertunjukan siswa-siswi berbakat di tampilkan untuk memeriahkan acara; tidak terkecuali bandnya Jungkook. Meski hubungan anak-anak osis dan anak-anak musik tidak begitu baik, keduanya kini sepakat untuk mengesampingkan perselisihan yang kerap kali terjadi untuk mensukseskan acara ulang tahun sekolah tahun ini.

“Gugup?”

“Sedikit”

“Padahal udah biasa tampil” Taehyung mencibir dengan nada setengah bercanda. Jungkook memutar bola matanya malas, menyahut singkat, “wajar, gue manusia” katanya seraya mendonggakkan kepalanya untuk bertemu tatap dengan obsidian hitam milik Taehyung yang bersorot tajam tetapi berpendar teduh. Jungkook merasa aman, kegugupan yang sempat singgah tadi, seolah meluruh bersamaan dengan usapan Taehyung dipipinya. Keduanya terdiam untuk sesaat, seolah mampu berbicara dan menyalurkan segala rasa hanya melalui tatapan semata.

“Lo pake make up?” Usapan Taehyung berhenti tepat dibibir Jungkook yang sore ini terlihat jauh lebih merah dan sedikit mengkilat dari biasanya. Si kekasih mengangguk beberapa kali seraya melebarkan senyumannya.
“Sedikit tadi, cantik nggak?” dibalas dengusan pelan oleh Taehyung. Retorik, sebab rasanya tanpa Jungkook bertanya sekalipun semua orang pasti akan memuji keindahan yang dimilikinya. Namun, alih-alih menganggukkan kepalanya dan melempar pujian, Taehyung justru enggan menanggapinya, menyebabkan Jungkook berdecak kesal seraya meneliti pantulan wajahnya di layar datar ponselnya. “Cakep kok gue, anak-anak tadi bilang juga”

Pacaran √ tkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang