bunda sakit.-

1.8K 197 10
                                        

Bunda sakit lagi.

Begitu sebuah pesan diterima dari nomor si kekasih, Taehyung bergegas datang berkunjung sesaat setelah mata kuliah hari ini berakhir. Akhir-akhir ini kondisi fisik bunda memang tidak begitu baik, bahkan setelah tiga bulan berlalu sejak pernikahan Seokjin dan Namjoon selesai dilaksanakan, kesehatannya justru semakin mengalami penurunan, meskipun tidak terlalu begitu kentara, tetapi keadaannya cukup membuat khawatir; sebab faktanya ini bukan sakit pertama yang dialaminya pada satu bulan ini, jika di ingat-ingat barangkali ini yang ketiga kalinya dan dua diantaranya bunda menolak dilarikan ke rumah sakit, menyanggah begitu tegas bahwa sakitnya bukanlah sesuatu yang parah hingga membutuhkan banyak perawatan dari seorang dokter ahli, memilih dirawat dan diperiksa dari rumah oleh seorang dokter kepercayaan keluarga.

"Bunda di dalam kamar" ujar Jungkook sesaat setelah membukakannya pintu dan mempersilahkannya masuk ke dalam rumah. Lelaki itu berjalan memimpin, langkahnya berhenti di ruang keluarga yang terlihat berantakan oleh banyak buku yang berserakan nyaris memenuhi seisi meja, juga tercecer di atas karpet di bawah meja. Ia mendongak, menatap ke arah Taehyung yang berdiri tepat di sebelahnya, "masuk aja, bunda tahu lo mau datang" lanjutnya lagi sembari mendudukkan tubuhnya di atas karpet, mengambil salah satu buku yang terbuka di samping laptopnya yang menyala.

"Udah makan?"

"Baru aja, meski cuman sedikit setidaknya sekarang ada yang masuk ke perutnya, karena bunda juga harus minum obat" Taehyung terlihat mengangguk beberapa kali, sejujurnya tidak begitu puas dengan jawaban yang diberikan, sebab pertanyaannya tidak sepenuhnya tertuju untuk bunda, tetapi mendapatkan informasi demikian jelas memberikan sebuah kelegaan. "Kalo lo? Udah makan?" Tanyanya memperjelas. Jungkook sekali lagi mendongak, termenung sesaat seolah tengah mengingat aktivitasnya seharian ini, kemudian menggelengkan kepalanya sebagai jawaban tatkala agenda makan tidak ada dalam memori kepalanya.

"Makan dulu"

"Nanti"

"Gue pesenin sesuatu"

"Nanti"

Seolah enggan peduli dengan balasan Jungkook, Taehyung kini fokus memainkan layar datar ponselnya, mengetikkan sesuatu di atasnya, "nanti ambil di depan." Katanya setelah selesai dengan ponselnya. "Makan. Lo harus makan. Jangan sampe sakit" katanya dengan sedikit penuh penekanan.

Jungkook mengerling malas, mendengus main-main, "lebay ah. Nggak makan satu hari, nggak bikin gue sakit juga"

"Ngeyel" cibir Taehyung, tangannya terangkat mengusap acak rambut Jungkook. "Belajar sama rawat bunda butuh banyak tenaga" lanjutnya lagi yang mana malah dibalas decakan kecil.

"Iya, iya"

"Gue ke temuin bunda dulu" pamitnya. Jungkook mengangguk mengijinkan, membiarkan Taehyung berjalan sendirian menuju kamar bunda yang terletak tepat bersisian dengan kamar milik Jungkook. Seolah-olah seperti berada di rumahnya sendiri, Taehyung bahkan sudah hafal hampir disetiap sudut rumah itu, terlampau sering berkunjung—— anak angkatnya bunda. Begitu Jungkook menyebutnya sebagai ejekan penuh kejengkelan.

Taehyung menghela nafas panjang sebelum mengetuk pintu dengan sopan sebanyak tiga kali, menunggu sejenak, sampai suara dari dalam terdengar mempersilahkannya untuk masuk. Begitu pintu dibuka dan ditutup secara perlahan-lahan, Taehyung refleks tersenyum ramah, membalas senyuman hangat bunda yang terduduk lemas di atas kasur seraya menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang. Taehyung lekas berjalan mendekat, mendudukkan tubuhnya di atas kursi yang tersedia tepat di sebelah ranjang, mengamati sejenak wajah bunda yang masih terlihat menawan meskipun pucat dengan jelas mendominasi mukanya. Tetapi, perempuan itu masihlah tetap cantik, bahkan di usianya yang menginjak nyaris kepala enam.

Pacaran √ tkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang