bermain api.-

2.4K 244 21
                                        

"Lo suka Jungkook?"-- sudah nyaris dua bulan berlalu dari sejak kejadian tempo lalu di perpustakaan sekolah sore hari itu, pada pertemuan dan obrolan pertama mereka, juga jalinan pertemanan yang terikat setelahnya. Ia merasa kian dekat meski hanya serupa teman sekelas. Keduanya terlampau mudah menjadi akrab; entah karena Jungkook yang berbaik hati menerima kehadirannya atau dia yang menyenangkan untuk terhubung dalam ikatan pertemanan, tetapi yang jelas kenyamanan tumbuh seiring waktu, kian meluas melewati batasan yang sudah dibangun sejak awal pertemuan, melekat tanpa cela. Lalu, ketika anggukan diberikan atas jawaban dari pertanyaan tadi, bersamaan dengan itu senyumannya mengembang kian lebar sembari mata tetap fokus memperhatikan entitas si pemilik nama yang tengah berlarian di lapangan sekolah, dengan kaus olahraga lengkap seraya menggiring bola menuju gawang lawan untuk membawa kemenangan pada timnya dan sorakan terdengar memenuhi setelahnya, namanya di teriakan paling keras karena berhasil meraih skor. "Dia udah punya cowok"

Pagi itu matahari menyinar terik, tetapi jam pelajaran olahraga tidak dapat dihindari, Hyunki menyandarkan tubuhnya pada tembok pembatas, kedua tangannya dilipat di depan perut, masih terus memperhatikan si topik pembicaraan yang kini kembali bersiap-siap untuk memulai aksi. Tidak terlihat begitu peduli dengan pernyataan yang baru saja di dengarnya seolah-olah itu tidak berarti apa-apa untuknya, "siapa?" Namun alih-alih mengabaikan, ia memilih bertanya penasaran, mencoba mengulik lebih banyak informasi. "Cowoknya sekolah disini?"

"Tadinya" jawaban mengambang di sebutkan. "Sekarang udah lulus, lanjut kuliah. Dia mantan tim inti sepakbola sekolah, punya nama disini, siapapun pasti tahu dia, perangainya cuek, pintar tapi nakal sedikit. Namanya Kim Taehyung. Kedekatan mereka sering dibicarakan dan meski nggak pernah di jelaskan secara langsung, semua orang tahu, kalo hubungan mereka lebih dari sekadar teman atau kakak dan adik kelas" begitu paparnya menjelaskan, kelewat lengkap dan terperinci, seolah-olah dia yang paling tahu hubungan mereka.

Hyunki mendengus, ada kekehan yang kemudian di lemparkan sebelum menjawab singkat, "jadi yang kayak gitu tipe Jungkook?" Selorohnya menyimpulkan. Si lawan bicara jelas kebingungan, bukannya merasa kalah, Hyunki justru seperti siap untuk berperang. "Baru pacaran doang kan?"

"Mereka mungkin memasuki hubungan yang ke dua tahun ini" lagi, informasi yang diberikan sangat detail. "Jangan diganggu, lo mundur aja, Ki"

"Dua tahun nggak akan berarti apa-apa"

"Jangan aneh-aneh"

"Gue siap berperang nggak peduli siapa Kim Taehyung dan berapa lama hubungan diantara mereka" ujarnya tegas. Ia menegakkan posisi duduknya melirik ke arah si lawan bicara yang hanya bisa menghela napas panjang. "Hubungan pacaran nggak selamanya harus dapat ending menikah, kan? Yang menikah aja masih belum tentu berjodoh, apalagi yang masih pacaran. Selama Jungkook kelihatan baik-baik aja dengan kehadiran gue, gue bakal usahain buat dapatin dia. Nggak ada yang tahu kedepannya siapa yang akan Jungkook pilih, barangkali dia bosan dan ingin beralih, gue siap mengambil alih dia" putusnya sembari melangkah menjauh, sebab namanya sudah dipanggil untuk ikut bermain, berganti dengan seseorang yang sudah tampak kelelahan, ia bertos ria dengan Jungkook yang masih terlihat full energi, berbanding terbalik dengan anak-anak lainnya yang nyaris akan tumbang.

Ada yang tidak bisa di pungkiri dari yang namanya cinta-- membutakan. Hyunki barangkali tidak akan pernah menyerah untuk masuk apalagi pintu sudah dibubukan kelewat lebar oleh si pemilik hati. Jikalau pengkhianatan harus dilakukan, ia barangkali akan tunduk tanpa syarat. Meski menjadi yang kedua sekalipun, ia hanya harus berusaha lebih keras lagi untuk menjadi yang pertama dan satu-satunya.

Jam istirahat berlangsung lima belas menit lebih awal, Jungkook menerima sodoran sebotol air mineral dingin titipannya dari Mingyu yang mengambil posisi duduk tepat di sebelahnya. Kantin masih sepi tetapi udaranya terasa sesak, Jungkook mengibas-ngibaskan tangannya di sekitar wajahnya yang memerah akibat terpapar panas, di sebelahnya Mingyu melakukan hal serupa, dua botol kemasan kosong di letakkan asal di atas meja, ia melirik sekitar, teman-teman sekelasnya berangsur-angsur datang satu persatu memenuhi meja-meja kosong yang tersedia setelah berganti pakaian, perlahan-lahan kantin mulai terasa ramai dan keduanya masih betah terduduk dengan pakaian olahraga yang dibiarkan masih melekat.

Pacaran √ tkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang