"Bubur mau?"
"Nggak"
"Sayur ayam?"
"Nggak"
Jungkook memijit pangkal hidungnya, mati-matian berusaha menahan kesal akibat penolakan yang terus dilontarkan Taehyung. Menghela napas sabar, mencoba melapangkan dadanya agar tidak terbawa emosi—— suasana hati Taehyung sedang buruk setelah kepergian Lea tadi dan bertengkar dengannya hanya akan memperburuk semuanya. Maka ia putuskan utarakan opsi terakhir, berharap pada akhirnya Taehyung mau makan sesuatu meski sedikit saja, "telur? Gue buatin telur ya?"
"Nggak mau"
Hanya saja lagi-lagi lelaki itu utarakan penolakan seraya menggeleng lemah, mendusalkan wajahnya semakin manja pada permukaan perut Jungkook yang tertutupi lapisan kain, mengeratkan lingkaran tangannya pada pinggang ramping Jungkook. Sudah lebih dari setengah jam, ia berada dalam posisi seperti itu, meminta Jungkook mengusap rambutnya atau sesekali punggungnya dan akan merengek ketika Jungkook berhenti melakukannya. Jungkook mendengus kesal, kesabarannya menguap seketika, "oke gue telpon mama biar lo dibawa ke dokter" Taehyung refleks mendonggak menatap Jungkook kesal yang dibalas tatapan tak kalah kesal oleh Jungkook, ia menggelengkan kepalanya cepat hingga berakhir menimbulkan ringisan setelahnya.
"Jangan" Alis tebalnya menukik tajam, bibirnya mencebik, tapi tatapannya berubah sendu, "jangan lapor mama"
"Makannya jangan rewel"
"Lonya bawel" Cibir Taehyung yang dibalas dengusan tidak terima oleh Jungkook, ia buru-buru mendorong tubuh Taehyung untuk menjauh darinya, "bawel? Sana jauh-jauh, urus aja diri lo sendiri" Geramnya, bukannya melepaskan pelukan Taehyung malah mengeratkan dan kembali menenggelamkan wajahnya di perut Jungkook.
"Bubur. Mau bubur"
"Ya sana beli atau buat sendiri"
"Maaf" Ujarnya sedih, suaranya tenggelam di perut Jungkook hingga membuat Jungkook geli, tapi ia tidak menolak tindakan Taehyung. "Nggak kok, nggak bawel. Maafin" Lirihnya dibuat so' sedih, Jungkook balas berdecak malas, balik mencibirnya,
"Nggak ikhlas"
Taehyung kembali mendonggakkan kepalanya, sorot matanya berubah sedih, "ini ikhlas, maafin ya? Maafin Taehyung, Jungkookie~" Ujarnya dengan setengah merengek disertai ekspresi menggemaskan yang hanya dapat Jungkook lihat secara eksklusif jika Taehyung sedang sakit dalam mode manja seperti ini. Jungkook menggigit bibir bawahnya, merasa ingin menangis melihat kegemasan Taehyung, lelaki itu selalu tahu bagaimana cara meluluhkan hatinya, tapi baru saja kekesalannya meluruh, kalimat Taehyung selanjutnya kembali membuat emosinya naik, "jadi, buatin bubur ayam ya?" Sialan.- merusak suasana sekaligus menjatuhkan mood Jungkook.
"Ya udah lepas"
"Nanti dulu"
Jungkook menghembuskan napas pendek, memilih menuruti Taehyung untuk kesekian kalinya, menunggu beberapa menit sampai lelaki itu puas bersembunyi di permukaan perutnya, sesekali ia akan membubuhkan kecupan pada perut Jungkook atau berbisik samar yang tidak terdengar oleh Jungkook tapi mampu Jungkook rasakan sebab membuat perutnya merasa geli—— Taehyung suka sekali dengan posisi seperti ini; tidur diatas paha Jungkook dan memeluk pinggangnya erat, kemudian menenggelamkan wajahnya pada permukaan perut Jungkook. Dan Jungkook tidak memprotes apalagi berkomentar atas tindakannya, membiarkan Taehyung melakukan apa saja sesuka hati selama itu tidak merugikan Jungkook.
"Udah" Sahut Jungkook setelah sepuluh menit berlalu, ia mendorong bahu Taehyung pelan tapi si lelaki menolak menjauhkan tubuhnya. "Gue mau buat dulu buburnya" Kesalnya entah untuk kesekian kalinya. Dibilang Taehyung yang sedang sakit itu akan menyebalkan sekali, Taehyung tidak sakit saja sudah sering membuat darah tinggi apalagi saat sedang sakit seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pacaran √ tk
FanfictionHanya sebuah kisah pacaran ala Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang jarang umbar kebersamaan tapi selalu menjadi topik hangat pembicaraan. "Kalian beneran pacaran kan?" || ⚠ bxb ⚠ top! Tae ⚠ harsh words ⚠ school-life ⚠ fluff/angst (?) Copyright © 2...
