Jungkook mendelik tidak percaya akan kedatangan sosok yang tidak pernah diharapakan sebelumnya—— Lea. Perempuan itu tiba-tiba sudah berada di depan kosan si kekasih, membawa buah tangan berupa buah-buahan segar, dan masih berpakaian sekolah lengkap. Jungkook tersenyum tipis, bergumam dalam hati mengenai rasa percaya diri yang dimiliki Lea dengan nekat datang ke sini, berdalih ingin menjenguk Taehyung, padahal setaunya Taehyung sebelumnya sudah menolak niat kedatangannya lewat sebuah pesan sekaligus menolak untuk memberitahu alamat tempatnya tinggal, tapi entah dari mana Lea bisa tahu, yang jelas sekarang perempuan itu justru tersenyum ramah menyapa Jungkook yang membukakan pintu. Berakting seolah-olah kunjungannya bukanlah sebuah kesalahan.
"Taehyung, ada?"
"Ada" Mengikuti arah pandang Lea yang mencoba mengintip ke dalam kosan, Jungkook sengaja menegakkan tubuhnya guna menutupi arah pandang perempuan itu, terkekeh puas dalam hati ketika ekspresi Lea berubah kesal. Perempuan itu terlalu mudah terbaca, tidak pandai menyembunyikan perasaannya sendiri. "Tapi lagi tidur" Lanjutnya lagi penuh penekanan, secara tidak langsung berusaha mengusir Lea dari sini.
Hanya saja seakan tidak mengerti Lea justru merespon dengan polos, "gue mau jenguk" Katanya.
"Boleh, tapi Taehyungnya lagi tidur, kalo mau jenguk lo bisa balik lagi nanti pas dia udah bangun" Tolaknya sekaligus memberi sebuah saran. Tapi Lea terlihat tidak terima dengan kalimatnya, alisnya terangkat sebelah dan ia membalas dengan ketus, "gue cuman mau liat dia, nggak akan ganggu juga kok. Disekolah gue masih bisa maafin ketidak sopanan lo sama gue padahal gue kakak kelas lo, tapi sekarang posisi gue itu tamu, dimana sopan santun lo sama tamu? Masa tamu datang lo suruh pulang, lagian niat gue kesini kan baik" Ocehnya panjang lebar dibalas putaran bola mata malas oleh Jungkook. Terlampau muak sebab Lea selalu membahas perihal sopan santun yang dimilikinya, seakan-akan perempuan itu tidak memiliki hal lain untuk menyalahkannya dan menyudutkannya.
"Ya udah, tunggu sebentar"
Pintu hendak ditutup dan Lea buru-buru menahannya. "Lo beneran nggak pernah diajarin sopan santun sedikit pun ya?" Mengerutkan kening, Jungkook menatap kebingungan. "Gue bahkan nggak dipersilahkan masuk dan pintu mau ditutup gitu aja? Apa orang tua lo nggak——"
Jungkook berdecak malas, menghempaskan tangan Lea yang memegang lengannya dengan kasar hingga ucapan si perempuan itu terhenti, ditatapnya Lea dengan tajam, emosinya sedikit tersulut ketika Lea membawa-bawa perihal orang tua, padahal Jungkook sebelumnya berniat untuk membujuk Taehyung agar mengijinkan Lea masuk—— mengingat Taehyung tidak pernah menginjinkan orang asing masuk ke dalam kosannya. Tapi mendapati Lea berujar demikian, ia putuskan membuka pintu kamar kosan si kekasih dengan lebar, "masuk!" Bentaknya, menggeser posisi tubuh guna memberi akses Lea untuk masuk ke dalam tanpa meminta ijin Taehyung terlebih dahulu.
Tanpa tahu malu, Lea segera masuk ke dalam dan menemukan Taehyung tengah terbaring diatas ranjangnya, bergelung dibawah selimut dengan mata terpejam erat. Ia kemudian berjalan mendekati ranjang, mendudukkan diri di sebelah Taehyung tanpa permisi, tangannya terulur tanpa ragu guna mengusap kening si teman sekelas yang masih terasa panas. Senyumannya terukir lebar ketika Taehyung tidak melakukan penolakan, justru malah menggenggam tangannya dengan begitu lembut. Sementara, Jungkook memperhatikan tidak jauh dari posisi keduanya, tangan terlipat di depan dada dan punggung bersandar pada dinding. Menunggu seraya menghitung detik sampai Taehyung akhirnya sadar jikalau tangan yang sedang ia genggam bukanlah milik Jungkook. Kening pemuda itu berkerut, perlahan-lahan membuka kelopak matanya yang terasa panas dan berat, lalu begitu mendapati Lea, ia secara refleks menghempaskan tangan dalam genggamannya, langsung mendudukkan tubuh hingga menimbulkan ringisan kecil akibat kepalanya yang terasa berdenyut sakit.
"Taehyung, lo nggak papa?"
"Lo ngapain disini anjing?" Sarkasnya seraya menjauh dari Lea yang berusaha kembali meraihnya, ia buru-buru berdiri meski tubuhnya masih terasa lemas luar biasa. "Keluar!" Usirnya kasar.
"Taehyung, gue kesini buat jenguk lo"
"Nggak ada yang nyuruh lo datang! Siapa yang ijinin lo masuk?"
"Gue" Taehyung menoleh cepat ke arah Jungkook dan entah mengapa ia merasa sedikit lega mendapati si kekasih masih berada di sini. "Gue cuman berusaha memperlakukan tamu dengan sopan" Sahutnya lagi sebelum Taehyung utarakan protesan. "Lagian kak Lea niatnya baik kok buat jenguk lo, meski tadi maksa-maksa buat masuk" Sindirnya seraya melirik Lea yang terdiam membisu.
Taehyung terlihat memejamkan matanya untuk sejenak, memijit pelipisnya berulang kali. "Keluar, Lea" Perintahnya dengan suara serak.
"Tae, tapi kan gue—"
"Keluar sekarang atau gue seret!" Lea terlihat menahan napasnya untuk sesaat, tersentak mendengar nada tinggi yang Taehyung ucapkan disertai tatapan matanya yang setajam belati, seakan mampu menusuk menembus jantungnya. Tapi alih-alih mengikuti perintah Taehyung untuk segera keluar, tubuhnya malah terdiam kaku, kakinya bergetar ketakutan, ia menatap Taehyung dengan obsidian yang sudah berkaca-kaca; dan Jungkook yang menyaksikannya sedikit merasa iba apalagi wajah si kakak kelasnya itu sudah memucat. Maka ia putuskan untuk mendekat ke arah Taehyung, menggenggam tangannya dan diusapnya lembut sebagai bentuk upaya untuk menenangkan si kekasih agar tidak kehilangan kendali. Beruntungnya cara yang ia gunakan cukup ampuh, Taehyung berdehem beberapa kali sebelum kembali melanjutkan dengan nada suara yang jauh lebih rendah dari sebelumnya, "gue nggak pernah ijinin orang asing masuk! Jadi keluar sekarang sebelum gue pake cara kasar!" Perintahnya terakhir kali. Lea meremas rok sekolahnya, memaksakan diri untuk bergerak cepat keluar dari kamar kosan Taehyung, sebelum Taehyung benar-benar menyeretnya.
Lea kembali berdiri di depan pintu seperti saat ia terlibat percakapan dengan Jungkook tadi, bedanya kali ini Taehyung yang berada di depannya, rahang lelaki itu masih mengeras dan tatapannya semakin tajam. "Ambil" Disodorkannya buah-buahan dari Lea yang sebelumnya ditaruh diatas meja nakas, Lea menggeleng berusaha menolak, tapi Taehyung memaksanya untuk mengambilnya.
"Tae, ini buat lo"
"Dan gue nggak butuh"
Menghela napas berat, Lea terpaksa mengambil kembali buah tangan yang niatnya diberikan pada Taehyung. "Lea, gue tegasin sama lo barangkali sikap gue nggak cukup buat nyadarin lo, kalo gue nggak suka sama lo! Gue juga nggak peduli sama perasaan apapun yang lo miliki buat gue! Tapi berhenti berharap sama gue! Lebih baik lo hapus perasaan lo itu" Diucapkan begitu tegas dan penuh penekanan disetiap katanya.
Lea menelan salivanya susah payah, sebenarnya tanpa Taehyung berucap demikian sekalipun ia lebih dari sadar akan sikap Taehyung selama keduanya saling mengenal, lelaki itu secara terang-terangan menolaknya, bersikap acuh kepadanya bahkan dengan sengaja menunjukkan ketidaksukaannya. Lea juga merasa sakit hati atas semua yang diterimanya dari Taehyung, harga dirinya pun terasa diinjak-injak, tapi bukannya berniat menjauhi, Lea malah merasa semakin tertarik dan tertantang untuk meluluhkan Taehyung, karena itu dengan berani ia berujar, "Taehyung" Panggilnya sebelum pintu Taehyung tutup dari dalam, lelaki itu melirik sekilas, "gue bakal buat lo suka sama gue gimanapun caranya" Katanya tak kalah gentar.
"Gila" Dan makian disertai bantingan pintu menjadi jawabannya. Lea menghela napas panjang, mengusap air matanya dengan kasar kemudian terkekeh kecil. "Gue pastiin, lo bakal mohon-mohon ke gue Taehyung" Bisiknya penuh percaya diri, dilemparkannya kasar buah-buahan ditangannya ke tong sampah terdekat. Lea lekas berbalik dan berjalan menjauh dari kosan Taehyung, menghampiri mobil hitam yang sedari tadi terparkir tidak jauh dari gerbang utama kosan.
"Bangsat lama banget" Begitu pintu penumpang samping kemudi dibuka sebuah gerutuan terlempar disertai decakan malas. "Nangis lo?"
"Bacot" Balasnya tak kalah kasar, menatap tajam ke arah si sepupu kemudian menatap kosong ke arah jalanan di depannya. "Yugyeom, bantuin gue buat dapetin Taehyung" Si sepupu menoleh cepat begitu satu nama familiar singgah di telinganya, alisnya terangkat sebelah, Lea balas menatapnya, sorotnya penuh ambisi, "gimanapun caranya, gue harus dapetin Taehyung! Bantu gue pisahin Taehyung dari cowoknya" Sahutnya berapi-api, terselip nada kekesalan pada suaranya.
Yugyeom berdehem pelan, beralih menatap ke jalanan lagi, seringaian tercetak pada wajahnya, "gampang" Sahutnya kemudian sebagai tanda persetujuan.
_•_
KAMU SEDANG MEMBACA
Pacaran √ tk
Fiksi PenggemarHanya sebuah kisah pacaran ala Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang jarang umbar kebersamaan tapi selalu menjadi topik hangat pembicaraan. "Kalian beneran pacaran kan?" || ⚠ bxb ⚠ top! Tae ⚠ harsh words ⚠ school-life ⚠ fluff/angst (?) Copyright © 2...
