Sial.- Jungkook menggeram kesal ketika suara ponselnya berhasil menganggu waktu tidurnya, dengan mata yang masih terpejam rapat dan dengan setengah kesadaran yang dimilikinya, sebelah tangannya terulur keluar dari balik selimut tebal yang membungkus nyaris seluruh tubuhnya, meraba ke area kasur hingga meja nakas terdekat berusaha mencari sumber suara berasal, meski nihil, sebab tangannya malah berakhir menggapai-gapai udara dengan asal. Padahal seingatnya, semalam ia sengaja menaruh ponselnya di atas meja nakas agar dekat dengan jangkauan, tapi hampir satu menit mencari, ia tak kunjung membuahkan hasil, pun suara panggilan di ponselnya tak kunjung berhenti. Membuka matanya dengan terpaksa, ia memicing melirik jam dinding di dekat pintu, pukul enam pagi dan setan manakah yang berniat sekali membangunkannya pagi ini tepat di hari libur seperti saat ini. Memaki berulang kali, ia menyambar cepat ponsel yang ternyata jatuh ke atas karpet di bawah kasur, tertimpa selimut yang menjulur berantakan, emosinya langsung naik begitu mendapati nama Taehyung tertera jelas di layar datar ponselnya, ia berdecak keras ketika telepon sudah tersambung.
"Brengsek" Makinya sebagai sambutan di balas kekehan tanpa rasa bersalah oleh seseorang diseberang sana. Jungkook memejamkan matanya, memijit keningnya berulang kali, pening menderanya karena bangun secara tiba-tiba, mungkin juga karena emosinya yang siap meluap kapan saja. "Dasar penganggu!" selorohnya kesal, bibirnya mengerucut, alis tebalnya menukik; ekspresi ini adalah kesukaan Taehyung, lelaki itu suka sekali menggodanya hingga membuatnya kesal—— dan kini moodnya sudah dibuat hancur pagi-pagi sekali, padahal ia sudah berniat menghabiskan waktu libur dengan bermalas-malasan, setelah menghadapi ujian kenaikan kelas selama lebih dari seminggu kemarin. Lalu memiliki waktu luang selama dua minggu, ia jelas akan bersantai-santai, tidak akan ia sia-siakan. Tetapi, menjadi kekasih Kim Taehyung, tentunya tidak akan membuat hidupnya setenang ekspetasinya, sebab di hari libur pertamanya ini, lelaki itu sudah berhasil menggagalkan rencananya.
"Pagi"
"Berisik"
Suara tawa renyah terdengar sekali lagi sebagai tanggapan, dibalas decakan sebal oleh Jungkook. "Sini, turun ke bawah. Sarapan" refleks menoleh ke arah pintu kamarnya, Jungkook mengangkat sebelah alisnya bingung. Namun, seolah mampu membaca pikiran Jungkook, Taehyung kembali melanjutkan dari seberang telepon, "gue di bawah, lagi sarapan sama bunda" paparnya menjelaska dan Jungkook hanya menggelengkan kepalanya tak habis pikir seraya menyahut singkat sebagai tanggapan.
"Udah gila"
"Adek mulutnya! Awas ya kamu"
"Kim Taehyung brengsek"
"ADEK SINI TURUN KAMU"
"MAAF BUN" Jungkook buru-buru menutup sambungan telepon dari Taehyung sebelum bunda sempat menanggapi lagi, ia tidak ingin mencari perkara dengan membuat sang bunda murka, karena double sialnya, bundanya itu selalu memihak Taehyung bagaimanapun keadaannya. Menyimpan asal ponselnya di atas meja, Jungkook sudah akan berbaring kembali ketika menemukan kedamaian untuk melanjutkan tidurnya, namun baru saja dia ingin memejamkan mata dan merebahkan diri, suara dering telepon dari nomor yang sama lagi-lagi berhasil menganggunya, ia berseru kesal, menendang-nendang udara dengan asal seraya mengacak-acak rambutnya. Kim Taehyung sialan. Mungkin disat-saat seperti ini, fitur blokir kontak memang sangat dibutuhkan, tetapi alih-alih melakukannya, ia malah berujung menekan ikon hijau guna menerima panggilan dari seberang sana. "APA?!" pekiknya galak dibalas ringisan oleh Taehyung.
"Sini turun"
"Sumpah Kim, lo nyebelin banget" serunya dengan nada separuh frustasi, Jungkook kelelahan menghadapi Taehyung, tetapi juga tidak mampu mengabaikannya. "Gue mau tidur, brengsek" lucunya, meski diakhiri makian, ia merengek seperti anak kecil. "Awas lo ngadu sama bunda" sahutnya cepat sebelum makiannya dibalas jeweran oleh sang bunda, apalagi jikalau sampai terkena sangksi pemotongan uang jajan.
"Ayo jalan"
"Taehyung, please——"
"Cuci muka, sarapan, habis itu mandi"
"Kim Taehyung ini masih jam enam pagi"
"Gue tunggu sambil olahraga sebentar" Jungkook mengusap kasar wajahnya sembari berteriak kesal. "Kita ke pantai, gunain waktu libur buat jalan-jalan"
"Anjing" balasanya sebagai respon. "Lo itu anjing, brengsek, bajingan, benci banget gue"
"Sayang~"
"Sabar sialan. Gue turun" sambungan telepon dimatikan sepihak, Jungkook menggeram kesal berulang kali, meski dengan separuh tidak ikhlas ia tetap meninggalkan kasurnya kemudian mencuci wajahnya. Dan begitulah pada akhirnya meski ia kesal luar biasa sebab rencananya digagalkan tanpa persetujuan, tetapi ia tetap menuruti keinginan random si kekasih. Sejujurnya ia pun merindukan pantai, meski destinasi wisata itu tidak ada dalam list liburannya kali ini yang hanya diisi dengan tidur, nonton, makan, dan bermalas-malasan.
Mendekati ruang makan, ia mendelik tajam, ketika mendapati Taehyung berbalut pakaian olah raga tengah terduduk di salah satu kursi ruang makan dengan sepotong roti dalam genggaman, senyumannya mengembar lebar dengan pipi yang mengembung lucu, terisi penuh oleh roti yang sedang dimakannya, mengalihkan tatap ke arah dapur, Jungkook menemukan bunda sedang sibuk dengan spatula di tangannya, wanita itu terdengar bernyanyi riang seraya berjalan kesana kemari. Jungkook mendekatinya, memeluk tubuhnya dengan lembut hingga membuat bunda sedikit terlonjak, "ih, kamu ini ngagetin aja" protesnya seraya kembali sibuk dengan kegiatannya, tidak begitu peduli dengan Jungkook yang kini mengekorinya. "Sarapan roti dulu, Taehyung yang buatkan tadi, katanya mau olahraga, kok belum mandi sih?" Jungkook mengernyitkan dahi, lalu menoleh ke arah Taehyung yang pura-pura mengalihkan tatap dengan senyuman yang tertahan, ia mendengus kesal.
"Siapa bilang? Nggak kok"
"Lho, itu Taehyung sudah siap. Kamu nih, bukannya siap-siap juga sana. Malu tahu sama Taehyung, pagi-pagi dia udah kesini, bantu bunda, ini lho anak bunda malah baru bangun, belum——"
"Bundaaa~" Jungkook memotong cepat, ia merengek, tidak suka dibandingakan dengan si anak angkat kesayangan bundanya itu sekaligus kesayangannya juga. "Taehyung yang ngajaknya mendadak"
"Ya kamu bangunnya jangan siang dong"
"Kan libur"
"Alasan"
"IH!!" Jungkook berseru kesal, kakinya menghentak-hentak, tingkahnya persis sekali seperti anak kecil. Bunda terkekeh pelan, diusaknya lembut rambut Jungkook yang mulai memanjang. "Ini lihat lho Taehyungg pacar mu, mau-mauan pacaran sama anak kecil kayak gini" dan jelas Jungkook semakin kesal, terlebih ketika si kekasih menyahut jail dari ruang makan sana.
"Khilaf bun" Jungkook barangkali sudah hendak menyahut sebagai balasan, tetapi bunda menyambar cepat, "apa? Mau ngajak berantem Taehyung? udah sana duduk, sarapan" dan dengan terpaksa Jungkook lekas mendekati meja makan tanpa sempat membalas Taehyung yang kini sudah terlihat berdiri dari duduknya, lelaki itu malah berjalan mendekat ke arahnya.
"Bun, Tae, olah raga dulu"
"Lho jadinya sendirian aja?" Taehyung melirik ke arah Jungkook, tersenyum tipis lalu mengangguk beberapa kali. "Nggak papa memangnya?"
"Nggak papa kok, bun. Lagian niatnya memang mau bantu bunda sekalian olahraga keliling komplek sini" sahutnya seraya memberi usapan pada rambut acak-acakan Jungkook, ia mendekatkan wajahnya ke telinga Jungkook. "cuci muka yang bener, masih ada ilernya tuh"
"TAEHYUNG!!" pekiknya kesal, Taehyung buru-buru berlari seraya pamit sekali lagi yang bunda balas kalimat hati-hati.
"Apasih adek, pagi-pagi udah teriak" seru bunda kesal, Jungkook menghela napas panjang, lalu berujar meminta maaf dan kini mulai duduk dengan tenang di tempat yang sebelumnya Taehyung duduki, mengambil sepiring roti yang katanya disiapkan oleh Taehyung, ia mengerutkan keningnya ketika ada gulungan kertas di sebelahnya. Dengan tertarik ia lekas mengambilnya dan membacanya, sorry bangunin pagi-pagi, jangan kesal. Sarapannya di makan, love you, by. Sesingkat itu tapi berhasil membuat Jungkook sinting seketika. Kim Taehyung benar-benar sialan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pacaran √ tk
Fiksi PenggemarHanya sebuah kisah pacaran ala Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang jarang umbar kebersamaan tapi selalu menjadi topik hangat pembicaraan. "Kalian beneran pacaran kan?" || ⚠ bxb ⚠ top! Tae ⚠ harsh words ⚠ school-life ⚠ fluff/angst (?) Copyright © 2...
