Haii man temann (。•̀ᴗ-)✧
✿ SELAMAT MEMBACA ✿
⚠️PERHATIAN DI PART INI TERDAPAT KATA-KATA KASAR⚠️
"Mama tahu, kamu sebenarnya sayang sama Mbak Risti, kamu mau yang terbaik untuk Kakakmu. Tapi Andra, kamu gak bisa ngelarang Mbak Risti untuk mencari pilihannya sendiri, nak. Ini soal hati, gak bisa dihindari. Mbak pasti bisa memilih yang terbaik untuk dirinya dan masa depannya." Riana tiba-tiba membelokkan topik pembicaraan.
"Biarkan Mbak Risti mencari pilihannya sendiri, dia berhak menentukan masa depannya nanti. Mama juga gak bisa ngelarang dia, Mama cuma bisa kasih arahan saja untuknya. Selebihnya tergantung pada dia sendiri."
"Yang terpenting bagi Mama adalah, Mbak Risti sudah mau jujur kalo dia sedang mencintai seseorang. Kalau memang cowok itu benar-benar mencintai Mbak Risti dengan tulus dan mereka saling mencintai, Mama akan merestuinya. Tapi juga dengan syarat, dia harus jujur soal kehidupannya ke Mama. Karena Mama gak mau ada yang disembunyikan dari salah satu pasangan."
"Kalo kamu mengkekang Mbak Risti dengan cara begini, hatinya juga pasti bakal sedih, nak."
"Kelak, ketika kamu sudah mulai mencintai seorang gadis. Kamu juga pasti akan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Mbak kamu nanti."
"Tapi walaupun Mama merestui hubungan mereka, Mama tidak akan membiarkan Mbak Risti bebas begitu saja dengan laki-laki yang dia cintainya. Mama sudah minta sama Mbak Risti, kalo mereka mau janjian keluar, harus izin terlebih dahulu sama Mama, jangan sembunyi-sembunyi seperti tadi."
"Mama berharap kamu memperhitungkan dan memikirkan lebih dalam lagi setiap ucapan kamu, jangan sampai kamu asal menuduh orang yang tidak-tidak." Ujar Riana.
Tak mau memperpanjang obrolan dan mempersulit keadaan lebih dalam lagi, Riana memutuskan untuk mengakhiri perbincangan sampai sini.
"Ya sudah. Ayo kita makan dulu!" Tawar Riana lagi.
"Kalian makan duluan aja, nanti Andra belakangan makannya." Jawab Andra.
"Ya sudah Mama tinggal dulu ya?" Andra hanya mengangguk iya.
Ucapan sang Mama tadi membuat Andra kembali larut di dalam lamunannya. Ia jadi merasa bersalah karena telah memarahi Kakaknya habis-habisan seperti itu. Rasanya ia begitu menyesal dan ingin sekali meminta maaf, namun egonya terlalu tinggi untuk ia lawan.
Semenjak Andra mendengarkan ucapan Riana waktu itu, membuat dirinya semakin larut dalam rasa bersalah, pikirannya kini sedang dipenuhi oleh satu beban yang tak bisa ia tuntaskan.
Mungkin selama 3 hari ini Andra lebih banyak diam, tidak banyak bicara dan lebih sering melamun bahkan saat di sekolah. Ia juga sempat tidak bisa memejamkan matanya ketika malam sehingga membuat Andra sulit untuk tidur.
°°°°°
Saat jam istirahat dimulai, Andra dan para teman-temannya tengah menongkrong di tempat biasanya. Masing-masing dari mereka ada yang membeli minuman teh jus, pop ice, kopi goodday, boba. Jika makanan, mereka membeli nasi goreng, batagor, seblak, dan bakso.
Berbeda halnya dengan Andra yang tak memesan apapun di kantin, hal ini membuat Alex, Rion, Niel, dan Riko terheran-heran. Mereka memperhatikan sikap Andra yang berapa hari belakangan ini sangat berbeda.
Biasanya ketika jam istirahat, Andra pasti akan membeli makanan dan minuman sama halnya seperti yang lain. Entah mengapa sikap Andra kali ini sangat aneh dan berbeda.
"Ndra, kenapa sih lo? Diem ae dari tadi, nanti kesamber gledeg. Lo gak kayak biasanya, ada apa sih?" Tanya Riko bingung.
"Tau, lo juga belum pesen apa-apa dari tadi. Lo sakit apa gimana sih?" Sahut Niel.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Novela Juvenil𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)