Katanya, emosi negatif itu menular dan pelan-pelan bisa merusak suasana. Dan ternyata, anggapan itu sama sekali bukan mitos. Sejak pertikaian antara Wisnu dan Joshua malam itu, udara di Akinda terasa berubah. Bukan cuma canggung tapi benar-benar suram. Nggak ada penyebab yang jelas sebenarnya. Nggak ada yang sengaja menjauh, nggak ada yang berniat dingin-dinginan. Tapi mereka seperti ikut menyerap energi negatif yang bertebaran di dalam rumah itu.
Ruang TV yang biasanya jadi titik kumpul, mendadak kosong beberapa hari terakhir. Nggak ada lagi pemandangan anak-anak Akinda selonjoran sambil cerita receh sepulang kerja. Sofa yang biasanya rebutan sekarang dibiarkan kosong, televisi menyala tanpa ada yang benar-benar nonton.
Syahrez, yang selama ini dikenal sebagai orang paling dituakan sekaligus paling sering jadi penengah, mulai kehabisan akal. Biasanya, masalah di Akinda nggak pernah berlarut-larut. Tapi kali ini beda. Dua-duanya sama-sama keras kepala. Sama-sama belum bisa diajak ngobrol baik-baik. Dan jujur aja, itu mulai bikin Syahrez lelah.
Sebenarnya, hampir semua di Akinda yakin kalau Joshua nggak sungguh-sungguh dengan perkataannya waktu itu. Semua sepakat, Joshua cuma kepancing emosi karena disinisin sama Wisnu. Nggak mungkin dia mengorbankan persahabatannya yang udah delapan tahun cuma demi seorang wanita. Apalagi sejauh ini, Joshua juga masih beraktivitas seperti biasa. Nggak ada tanda-tanda orang lagi punya gebetan. Nggak lebih sering pegang HP, nggak senyum-senyum sendiri, nggak berubah jadi lebih rajin pulang cepat.
Tapi ya, siapa juga yang benar-benar tahu? Seperti kata Malik, pergerakan Joshua itu underground. Diam-diam, susah ditebak.
Anak-anak Akinda juga sebenarnya paham kenapa Joshua bisa semarah itu sama Wisnu. Kalau dipikir-pikir, Wisnunya memang sudah kelewat batas. Interaksi Joshua dan Fina sebenarnya biasa aja. Nggak ada yang aneh, nggak ada yang melenceng. Tapi namanya juga lagi jatuh cinta, rasanya jadi gampang banget kepancing. Belum lagi para tuyul-tuyul rese' Akinda yang hobinya ngomporin Wisnu. Mungkin mereka sendiri juga nggak nyangka bakal berujung sejauh ini.
Di sisi lain, mereka juga nggak bisa sepenuhnya menyalahkan Wisnu. Semua orang tahu alasan di balik sikap posesifnya. Seumur hidup, Wisnu baru dua kali pacaran, dan dua-duanya berakhir dengan diselingkuhi. Luka itu nggak kecil. Wajar kalau dia tumbuh dengan trust issue yang tebal.
Wisnu memang kaku orangnya. Tapi kalau dia sudah suka sama satu perempuan, kesetiaannya nggak main-main. Dia akan fokus ke satu orang itu saja, meskipun yang naksir Wisnu sebenarnya nggak sedikit. Cara Wisnu mencintai memang sering kali di luar standar cewek-cewek pada umumnya. Nggak manis-manis berlebihan, tapi intens dan serius.
Setelah dua tahun menutup hatinya rapat-rapat dari perempuan mana pun, sekarang Wisnu akhirnya terlihat membuka pintu itu lagi. Ia jadi lebih ceria, lebih hidup dari biasanya. Wajar kalau dia marah saat merasa ada seseorang yang berpotensi merusak kebahagiaannya. Dan apalagi, ancaman itu datang dari orang terdekatnya. Di luar dugaan siapa pun, orang itu adalah Joshua.
"Bang, nggak coba ngomong lagi?" Juna menghampiri Syahrez ke kamarnya. Wajahnya kelihatan ikut kusut. Ia juga senewen melihat kosan yang mendadak berubah muram.
Syahrez yang tadinya sudah siap rebahan terpaksa duduk lagi. Punggungnya bersandar ke tembok, napasnya ditarik panjang.
"susah Jun. lama-lama gue yang kepancing emosi ngeliat tu orang bedua"
"bang Jo nggak bener-bener mau nikung Wisnu kan bang?" Juna tiba-tiba kepikiran kemungkinan terburuk itu. Suaranya terdengar ragu.
"ya enggak lah bego! Nggak mungkin. Paling utama itu mereka kan beda agama dan Joshua nggak sepicik itu juga ngerusak pertemanannya sama Wisnu. Dia cuma kepancing emosi kemaren. Lagian si Wisnunya juga posesip banget deh. Heran gue. Joshua sama Fina itu yang banyak bantuin dia selama sakit kemaren. Malah Joshuanya yang dituduh macem-macem" Syahrez ngomel-ngomel sendiri. Masih nggak habis pikir, bisa-bisanya dua orang paling kalem di Akinda ribut karena masalah beginian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kos Akinda
FanficKos Akinda bukan sekadar tempat tinggal, ini adalah arena kehidupan yang penuh kejutan. Bayangkan tiga belas pria dewasa dengan karakter, latar belakang dan drama masing-masing, dipaksa berbagi atap yang sama. Ada yang sibuk mengejar cinta, ada yang...
