"Gojek ya mas?" tanya seorang wanita paruhbaya ke Johan yang sedang berhenti di depan sebuah rumah bercat putih abu-abu. Sudah pasti yang bertanya ini adalah salah satu penghuni rumah tersebut karena setau Johan rumah ini hanya dihuni oleh 3 orang saja. Dan orang yang ditujunya bukan wanita ini melainkan yang satunya lagi.
Johan lantas mendongak ke arah wanita yang masih berdiri di depan pintu rumahnya tersebut, ia lalu tersenyum "bukan buk" jawabnya ramah
"Finanya ada, Tante?"tanya Johan lagi
"ohh temennya mbak Fina?"
setelah mengetahui siapa yang dicari Johan, wanita yang dipanggilnya tante itu langsung berjalan untuk membukakan pagar dan mempersilahkan Johan masuk. Kebetulan malam ini Johan datang menggunakan motor bututnya si Dino.
"Finanya baru aja nyampe hahaha, masuk dulu Mas" lanjut si Tante yang tidak lain tidak bukan adalah ibunya Fina.
Johan mengangguk lalu memarkirkan si Batman di pekarangan rumah Fina yang cukup luas tersebut.
"mbak Fina! Ada tamu nih di depan" teriak si ibu depan pintu
"mbak!" teriaknya lagi
"iya ma, bentar"
"bentar ya mas" kata mama Fina lagi-lagi tersenyum ramah ke Johan. Sepertinya Mamanya Fina juga baru pulang dari rumah sakit, karena nametagnya masih terpasang di bajunya. Sebenarnya Johan cukup kaget melihat sederet gelar yang ada di nametag tersebut. Selain dokter spesialis kandungan, Ibunya Fina juga punya gelar lainnya yang Johan sendiri nggak tahu kepanjangan dari gelar itu. Kalau saja Fina berjodoh dengan Joshua, Johan nggak bisa membayangkan bakal sekeren apa anak mereka nanti. Tapi nggak mungkin juga sih, Fina hampir pasti kembali kepelukannya Wisnu. Johan nggak perlu berandai-andai segala.
"Bang Johan?!" tanya Fina kaget mendapati siapa orang yang malam-malam bertamu mencarinya.
"temennya mbak?" tanya si mama memastikan
Fina ngangguk, "iya temen ma"
"yaudah disuruh masuk"
"eh iya, masuk-masuk bang." Fina langsung mempersilahkan Johan masuk.
"Johan, tante" kata Johan memperkenalkan diri sambil menyalami mamanya Fina
"eh iya, hallo Johan.." sambut Mamanya Fina ramah.
"ayo masuk-masuk, ngobrolnya di dalem aja"
"baru pulang tante?" tanya Johan basa-basi sambil ikut masuk ke dalam rumah.
"iya nih, baru aja balik"
"duduk Han" si mama mempersilahkan Johan duduk di sofa ruang tamunya.
"mbak Fina, buatin minum dulu sana sama bawain cemilan. Kasian lho ini jauh-jauh hahaha" suruh mamanya yang langsung diiyakan oleh Fina.
"Prakter dimana Tan?" Johan kembali mengajak ibu Fina berbincang-bincang. Sekalian mencairkan suasana canggung diantara mereka saat ini.
"Tante praktek di RS Tanjung Priok, Han. Di Jakut."
Johan sedikit terbelalak namun ia kembali bisa mengatur ekspresinya, "wah. Jauh ya Tan, kerja di Jakut tapi rumahnya di Depok..." ucapnya takjub.
"Hahahahaha" Ibu Fina terkekeh
"ya begitulah, Han. Dulu sebenernya waktu Fina lulus SMA mau pindah ke Jakut. Eh ternyata dia kuliahnya juga dapet di Depok. Ya mau nggak jadi komut, sampe sekarang" lanjut si Ibu menyerempet curcol dikit ke Johan.
"Ahahahaha saya di Jakbar terus kerja di Jakpus aja udah ngerasa pekerja komuter sih Tan..." ucap Johan lebay.
Lagi-lagi Mama Fina terkekeh sendiri, "Ya kalo dilihat-lihat dari arti pekerja komuter kamu emang komut sih. Kan melintasi kota lain itu. Jakbar ke Jakpus.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kos Akinda
FanfictionKos Akinda bukan sekadar tempat tinggal, ini adalah arena kehidupan yang penuh kejutan. Bayangkan tiga belas pria dewasa dengan karakter, latar belakang dan drama masing-masing, dipaksa berbagi atap yang sama. Ada yang sibuk mengejar cinta, ada yang...
