62. Gara Gara Pemilu

949 90 26
                                        

"Bawah kolong sofa masih kotor tuh" Syahrez memberi aba-aba pada Malik yang sedang menyapu ruang TV pagi ini.

Pria bertubuh raksasa itu menatap Syahrez sambil melongos kesal. Namun perintah kumpeni satu ini tetaplah dilaksanakannya.

"siapa sih yang piket kemaren? Nyapunya kagak bersih begini!" Malik ngomel-ngomel sendiri. Sebenarnya jatah piket Malik hari ini hanya membersihkan toilet umum Akinda. Tapi karena kerjaannya udah kelar, Malik disuruh Syahrez untuk lanjut menyapu ruang TV. Soalnya masih kotor menurut pandangan pak ketum.

"si Dika lah" sahut Johan yang sedang asik menonton TV

"katanya kalau nyapu kagak bersih begini, pasangannya jadi brewokan" kata Malik lagi sambil menyodok-nyodok kolong sofa dengan sapunya.

Syahrez dan Johan saling liat-liatan sebelum ketawa ngakak.

"HAHAHAHA"

"kagak kebayang gue si Tifa brewokan...." Kata Johan sambil ketawa megangin perutnya. Ngocol banget humor si Tifa brewokan ini soalnya.

"Hahahaha iya juga ya bang" Malik baru nyadar si Dika kan pasangannya Tifa ya. Kalau lah mitos itu benar adanya, lucu juga yang brewokan justru istrinya Dika, bukan Dikanya.

"Assalamualaikum"

Seseorang masuk ke Akinda begitu saja. Karena pintu depan sengaja dibuka, tamu tak diundang ini bebas masuk tanpa hambatan.

"waalaikumsalam.." jawab ketiganya

"ngapain lo?" Syahrez yang nanya duluan

"disuruh Wisnu kesini. Dia belum nyampe ya bang?" tanya orang itu sambil mendaratkan tubuhnya ke sofa Akinda tercinta

Syahrez menggeleng, "belom. Wisnu bukannya ke hotel si Papi?"

Orang itu mengangguk, "ho'oh. Terus tadi dia nelepon gue, nyuruh ke kosan. Gue tanya kenapa, dimatiin sama dia. Apaan lagi ya bang masalahnya?"

"lah malah nanya gue? lo yang seharusnya lebih tau."

"ada masalah Fin semalem?" Malik ikut penasaran.

Tamu tak diundang yang ternyata Fina itu menatap Malik dari atas sampai bawah,

"lo ngapain mas?" tanyanya heran melihat Malik hanya mengenakan kaos kutang dan boxer hijau sambil memegang sapu. Fina sampai lupa menjawab pertanyaan Malik barusan.

"nyapu gue, nggak liat apa mata lo gue megang sapu?" cerocos Malik sambil kembali menyapu lantai ruang TV

"piketnya tiap hari bang?" tanya Fina heran lalu mengalihkan pandangannya ke Syahrez dan Johan.

"sabtu minggu doang" jawab Johan

"ohhh, nyapunya sabtu-minggu doang? Terus sampah dari senin sampe jumat disapunya di hari sabtu gitu bang?" 

Syahrez menatap Fina datar, "ya nggak juga. Jatah piket buat hari sabtu itu nyapu, ngepel, sama bersihin halaman depan. Hari minggu nyikat wc sama nguras kolam" ujarnya menjelaskan pada si tamu tentang jadwal piket anak-anak Akinda yang sebenarnya sudah ada sejak awal kosan ini berdiri. 

Tapi dua tahun belakangan ini tidak pernah berjalan lagi. Karena kemaren habis membahas resolusi tahun baru di Villanya Junior, mereka akhirnya sepakat untuk kembali menjalankan jadwal piket yang sudah hiatus sejak dua tahun lalu itu.

"ohhh" Fina cuma manggut-manggut doang

"kenapa gue jadi jelasinnya ke elo ya?" Syahrez bingung sendiri kenapa dia jadi ngejelasin sedetail itu ke Fina. NGAPAIN? Emang Fina peduli?

"hahahaha kok lo nanya gue, bang?" Finanya juga ikutan bingung

"ah auk ah..." akhirnya si babeh pusing sendiri.

Kos AkindaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang