76. Liburan Terakhir

1K 91 46
                                        

Hallo semua, akhirnya sampai juga di part ini. Part yang aku pribadi nulisnya cukup emosional. 78 part sudah dilalui. Sedikit banyaknya ikatan ku dengan tokoh-tokoh di Akinda juga terbangun seiring berjalannya waktu. Disini aku mau ngucapin makasih buat yang selalu setia membaca setiap tulisan-tulisan ku. Yang sudah hadir sejak bab pertama cerita ini ada. Aku seneng banget bisa kenal kalian semua. Makasih ya udah jadi bagian dari cerita ini:') Semoga part-part terakhir ini bisa kalian nikmati seperti part-part sebelumnya. 

Saran aku sih kalian bisa baca part ini sambil dengerin lagu Tulus - Monokrom, Ipang - Sahabat Kecil atau Sherina-Lihatlah Lebih Dekat untuk mendukung emosi dalam membaca part ini :p Hahahaha semoga terhibur semuanya :) Luv you guys!

********************************************************

Pernikahan Syahrez yang menjadi pernikahan pertama di Team Akinda berjalan dengan lancar. Si ketum itu akhirnya resmi melepas masa lajangnya bersama sang pujaan hati, Zahra Safira. Setelah resepsi pernikahan yang dihelat cukup meriah di salah satu ballroom hotel di Jakarta, pasangan pasutri baru itu langsung berangkat ke Paris dan dilanjutkan ke Milan untuk berbulan madu. Sejak hari pernikahannya, anak-anak Akinda belum bertemu lagi dengan si Babeh. Soalnya satu bulan ini dia tinggal di rumah istrinya. Zahra memilih work from home untuk satu bulan kedepan. Kebetulan ia sendiri masih akan menetap di Singapura hingga bulan september mendatang. Baru setelah itu Zahra resign dan melanjutkan study S2nya di Brisbane, Australia. Dan sampai detik ini belum ada kabar apapun dari Syahrez, ia akan memilih ikut bersama Zahra ke Brisbane atau menetap di Jakarta saja. Seperti kegundahannya waktu itu.

"Bang Syahrez udah dikabarin belom? Besok berangkat nih. Tuh orang nggak ngerespon apa-apa di grup dari semalem" tanya Malik gundah, rencana liburan mereka bisa-bisa gagal kalo Syahrez nggak ada.

Malam ini anak-anak Akinda pada ngumpul dimana lagi kalau bukan di ruang TV. Mereka lagi ngomongin soal rencana liburan bersama yang akan dimulai besok. Kali ini tujuannya ke Yogyakarta. Walaupun sebenarnya udah pernah liburan kesini, tapi mereka nggak punya banyak opsi lain lagi. Soalnya waktu udah semakin mepet dengan pernikahannya si Ochi di bulan Juni. Dia nggak mau yang jauh-jauh dan mahal. Akhirnya setelah melewati diskusi yang panjang dan penuh emosi, Yogyakarta terpilih jadi destinasi liburan anak-anak Akinda di penghujung masa lajang mereka. Mengingat ini liburan terakhir sebagai pria single untuk kelima orang di Akinda. Syahrez nggak usah dihitung, udah potong tumpeng duluan dia.

"dia udah tau kok, besok abis subuh langsung otw bandara kan?" sahut Johan. Semalam dia udah ngehubungin Syahrez yang masih dalam perjalanan balik dari Cimahi. Si Babeh ada acara keluarga disana dan dia udah tau harus berangkat jam berapa ke Bandara besok.

Malik menghela nafasnya lega. Akhirnya selesai satu masalah yang mengganggu pikirannya dari kemaren.

"pesawat jam berapa kita bang?" tanya Dino antusias. Setiap liburan, Dino pasti jadi yang paling excited diantara semuanya. Walaupun trip kali ini bukan trip pertamanya ke Yogyakarta.

"07.55. Jam 6 udah nyampe bandara" jawab Malik sambil mengecheck sesuatu di layar Ipadnya. Untuk trip kali ini Malik dan Hao jadi penanggung jawabnya. Dan sampai saat ini semua anak-anak Akinda kecuali mereka berdua nggak tahu mau ngapain di Yogya nanti. Kata Malik ini akan jadi liburan yang tak akan mereka lupakan seumur hidup.

"ini ada yang mau diomongin lagi nggak? kalau nggak ada, gue mau cabut nih" ujar Wisnu yang daritadi keliatan udah gelisah. Kayaknya dia ada janji sama orang lain.

Malik menatap Wisnu sejenak, "mau kemana lo?" ia justru malah balik bertanya

"kampung halaman lo"

"anjrit!" Malik langsung terkekeh. Mana lagi kampung halamannya kalau bukan di Depok..... dan udah taulah ya siapa orang Depok yang mau ditemui si Wisnu malam-malam begini.

Kos AkindaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang