*Tok-Tok-Tok*
Mata Wisnu yang baru aja merem, terpaksa melek lagi.
"siapa?" tanyanya sebal sambil berjalan ke pintu kamarnya.
Dengan malas Wisnu membukakan pintu untuk tamu yang tak diundang itu dan ternyata ada Vernon yang sedang berdiri di depan pintu kamar Wisnu.
"woi? Ngapain lo?" tanya Wisnu kaget
"boleh ngomong bentar nggak bang?" tanya Vernon dengan mimik wajah serius, Wisnu sampai nelen ludahnya sendiri saking paniknya disamperin Vernon.
"bo—boleh kok, ngomong apa?"
"di dalem boleh nggak bang?"
Wisnu ngangguk aja dan Vernon langsung nyelonong masuk ke dalam. Ia duduk disatu-satunya kursi yang ada di kamar Wisnu.
"kenapa Non?" tanya si pemilik kamar setelah menutup pintu kamarnya dan memastikan tidak ada tuyul-tuyul yang nguping. Soalnya tadi pas ngobrol sama Ochi di dapur umum, Wisnu masuk duluan ke kamarnya. Takutnya si Maung ternyata masih di dapur umum dan ngeliat Vernon masuk ke kamar Wisnu. Kan dia suuzonnya tinggi ya, nanti malah ikutan gabung disini.
"lo udah jadian?" tanya Vernon to the point
"maksud lo?" Wisnu melotot ke arah Vernon. Tanpa basa-basi, langsung dicecar dengan pertanyaan paling sensitif di muka bumi ini.
"jawab aja bang, gue nggak mau bertele-tele"
"belum" jawab Wisnu datar.
Vernon tampak menghela napasnya, "gue besok balik ke New York"
"HAH?!NGAPAIN?!" tanya Wisnu syok, si Vernon mau pulang kampung.
"gue harus ketemu Nancy disana. Nggak tenang hidup gue kalo belum nyelesaiin masalah ini sama dia langsung"
"lo bakal balik lagi kan?" tanya Wisnu hati-hati, takut pertanyaannya justru diartikan berbeda oleh Vernon.
Si Bule ngangguk, "sure. Walaupun nggak pasti kapannya. Mungkin gue disana semingguan atau lebih. Gue belum tau."
"so?"
"korelasi pertanyaan lo soal status hubungan gue dan keberangkatan lo ke New York itu apa ya Non?"
Vernon menatap Wisnu sejenak lalu berdiri menghampiri pria itu.
"lo pastiin status lo sama Fina selama gue di New York. Kalo gue balik, lo masih nggak punya status sama dia, gue maju duluan" ucapnya serius sambil menatap Wisnu sungguh-sungguh.
"ma---maksud lo apa?!" balas Wisnu gelagapan sendiri.
Vernon memutar bola matanya kesal, "nggak usah pura-pura bego, kita fair-fairan aja disini. Gue kan udah bilang sama lo, kita fair-fairan aja dan gue rasa gue udah cukup tahu diri dengan ngebiarin lo ngedeketin dia lagi. Gue yang ngejauh. Tapi kalo masih gini-gini aja, sorry bang. Gue yang bakal bikin dia ada statusnya. Gue nggak peduli sama lo lagi"
"inget ya bang, waktu lo cuma sampe gue balik dari New York!" kata Vernon memperingatkan Wisnu sebelum keluar dari kamar pria itu. Wisnu nggak bisa ngomong apa-apa, ngefreeze kayak Ochi waktu ngeliat penguntitnya Vernon...
~~~~
"ntar depan sana belok kanan ya Nu" kata Fina memberikan aba-aba
"kanan mana?depan ini juga kanan" sahut Wisnu kesal, daritadi mereka belum juga sampai di tempat tujuan padahal perut Wisnu sudah keroncongan.
"masih sanaan dikit, di Gmapsnya 500 meter lagi"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kos Akinda
FanfictionKos Akinda bukan sekadar tempat tinggal, ini adalah arena kehidupan yang penuh kejutan. Bayangkan tiga belas pria dewasa dengan karakter, latar belakang dan drama masing-masing, dipaksa berbagi atap yang sama. Ada yang sibuk mengejar cinta, ada yang...
