"Ini gue buka aja?" tanya Wisnu meminta persetujuan dari semua yang saat ini sedang berkumpul di kamar Malik.
Syahrez mengangguk sebagai komando dari teman-temannya, "buka aja Nu."
"beneran nggak mau nunggu Fina siuman dulu?"
Abis ngamuk-ngamuk sama Malik, Fina langsung jatuh pingsan tanpa sempat menjelaskan semua ini. Kenapa dia tiba-tiba minta tanggung jawabnya Malik? Terus anak siapa yang Fina maksud? Nggak mungkinkan anaknya sama Malik?
Saat jatuh pingsan tadi Fina langsung digotong rame-rame ke kamarnya Malik. Dan sudah 20 menit berlalu, mbaknya belum siuman. Wisnu sebagai tunangan Fina juga nggak tau tentang apa yang terjadi saat ini. Terakhir kali mereka berkomunikasi itu tadi malam, Fina pamit tidur duluan sementara Wisnu masih lanjut main game di komputernya.
"Fin.. bangun Fin..." panggil Ochi sambil menoel-noel kaki Fina.
"lu bangunin orang pingsan kayak ngajak pergi main dah bang. PINGSAN ITU PINGSAN!" kata Dino sebal liat Ochi yang nggak ada serius-seriusnya sama masalah ini.
"lo beneran nggak tau apa-apa Lik?" tanya Syahrez yang entah untuk keberapa kalinya.
Malik menggeleng cepat, "sumpah bang gue nggak tahu apa-apa. Gue juga bingung kenapa dia minta tanggung jawab sama gue? gue nggak pernah ngapa-ngapain sama dia."
"sumpah bang Wisnu!" Malik beneran nggak enak sama Wisnu. Gara-gara tunangannya ini ngomong nggak selesai terus tau-tau langsung pingsan, Malik jadi dituduh macam-macam.
"iya, gue percaya kok sama lo" balas Wisnu yakin. Ini pasti salah paham, ada sesuatu yang terjadi tapi itu bukan menyangkut soal Fina dan Malik. Wisnu mencoba untuk yakin.
"yaudah Nu, buka ajadeh tuh amplopnya. Kelamaan nunggu si Fina sadar..." kata Syahrez lagi.
Wisnu masih terlihat ragu, ragu dan takut sebenarnya. Takut sama isi amplop ini. Gimana kalo isinya plot twist? Fina dan Malik ternyata... ah sudahlah. Wisnu buru-buru menghapus pikiran buruk tersebut.
"Nggak dikasih napas buatan aja?" tanya Juna sesaat sebelum Wisnu membuka amplop coklat tersebut. Lagi-lagi gerakan tangan Wisnu terhenti.
"Dia kan pingsan Jun, bukan kelelep" balas Johan sebal. Bisa nggak sih adegan ini dipercepat aja? Johan udah penasaran banget isi tuh amplop apa!
"Bang Jo, kan lu dokter yak? Nggak mau ngasih nafas buatan gitu?"tanya Booby tak kalah menyebalkannya.
Joshua melongos kesal, "emang nafas dokter sama nafas orang biasa beda ya?"
"ya enggak sih"
"TERUS?!" si Joshua langsung melotot
"eh udah deh, serius dong! Ini gue udah penasaran isi tu amplop apaan" potong Johan cepat. Kalo dibiarin nggak bakal selesai-selesai.
"buka Nu buka!" perintah Syahrez lagi.
Wisnu pun segara melaksanakan perintah baginda raja, amplop coklat itu dibukanya begitu saja dan ternyata isinya sebuah Surat Keterangan Kelahiran dari rumah sakit yang namanya tercetak jelas di amplop tersebut.
'Arshaka Atmaja'
Nama itu yang tercetak di surat tersebut. Seorang bayi laki-laki yang lahir pada tanggal 30 Agustus 2021.
Kening Wisnu berkerut, "anak lo Lik?" tanyanya sambil menyerahkan amplop itu ke Syahrez. Lah bukan ke Malik?
Syahrez langsung dikerubungi teman-temannya yang ikutan penasaran. Sementara Malik tetap diposisinya, ia belum siap membaca isi amplop tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kos Akinda
FanfictionKos Akinda bukan sekadar tempat tinggal, ini adalah arena kehidupan yang penuh kejutan. Bayangkan tiga belas pria dewasa dengan karakter, latar belakang dan drama masing-masing, dipaksa berbagi atap yang sama. Ada yang sibuk mengejar cinta, ada yang...
