"ini siapa tadi namanya, Lik?" tanya Johan sambil menunjuk seorang anak laki-laki di foto
Malik mendengus kesal. Johan udah nanyain ini 4 kali sama dia.
"Anton, bang! Anton"
"ohh"
"Ini Wonbin kan Lik?" tunjuknya pada gambar yang lain.
Kali ini Malik hanya mengangguk pelan, Udah 2 jam dan Johan baru hafal Wonbin sama Anton doang.
Memang tidak perlu diragukan lagi kecepatan Johan dalam mengejar gebetannya. Buktinya, siang ini pria itu sedang berusaha sekuat tenaga menghafal tujuh orang anggota boyband RIIZE, lengkap dengan nama, posisi, dan muka masing-masing. Usaha keras ini jelas bukan tanpa alasan. Ayu, perempuan yang sedang gencar ia dekati, ternyata seorang k-popers garis lumayan keras yang belakangan lagi tergila-gila pada RIIZE. Grup yang baru debut beberapa waktu lalu itu sukses bikin Ayu susah move on.
Johan pun bela-belain masuk ke dunia yang sama sekali bukan dunianya. Dari yang awalnya cuma tahu BTS sama Blackpink, sekarang dia sudah bisa manggut-manggut sok paham setiap kali nama RIIZE disebut. Demi Ayu, apa sih yang nggak?
Apalagi nanti malam rencananya Johan mau ngajakin Ayu pergi malam mingguan. Setelah hampir satu minggu mereka cuma intens chat-chatan di WhatsApp, rasanya sudah saatnya naik level. Kebetulan Ayu lagi libur semester dan menghabiskan masa liburannya di Jakarta, lebih tepatnya, di rumah Syahrez.
Buat Johan, ini bukan kebetulan biasa. Ini petunjuk dari Yang Maha Kuasa. Tanda alam semesta. Restu semesta. Pokoknya segala bentuk pembenaran dia kumpulin jadi satu alasan kuat untuk makin getol ngejar Ayu.
Walaupun Syahrez jelas-jelas menghadangnya, Johan sama sekali nggak peduli. Prinsip hidupnya sederhana, GASPOOOLLLL TERUSSS!
Age is just a number, right? Cuma beda delapan tahun kok. Bukan delapan belas. Apalagi delapan puluh.
"belom hapal juga, Bang?" Vernon yang lagi sibuk bersama komputernya, akhirnya buka suara juga melihat Johan masih terus berusaha menghafal member-member RIIZE.
Johan menggeleng "dikit lagi"
"DIKIT LAGI-DIKIT LAGI PALE LU PEYANG! DIKIT LAGI APAANYA? DARITADI WONBIN ANTON MULU!!" sedikit lagi kesabaran Malik yang habis. Si Johan malah cengengesan doang sambil terus melafalkan ketujuh nama personil grup tersebut.
Siang ini Johan sampai memaksa Malik menemaninya menghafal member-member RIIZE di kamar Vernon. Alasannya sederhan, kalau Malik nggak tahu, masih ada Vernon ahlinya segala hal berbau musik, termasuk K-pop. Lagi pula Malik sendiri juga butuh latihan. Belakangan ini tawaran untuk membawakan acara bertema K-pop makin sering mampir kepadanya.
Kata orang sih Malik mirip banget sama Mingyu SEVENTEEN. Tapi menurut Malik pribadi, dia masih jauh lebih cakep ke mana-mana dibanding si Mingyu-Mingyu itu. Jangan pernah meragukan tingkat kepercayaan diri lelaki satu ini.
Vernon yang sedari tadi sibuk dengan pekerjaannya, akhirnya berhenti sejenak. Ia menghampiri Johan yang lagi ngejogrok santai di lantai kamarnya, ponsel di tangan, muka kusut kayak mahasiswa mau UAS.
"Mana sih bang? Kok kayaknya susah banget?" tanya Vernon.
Ia melirik layar ponsel Johan. "Ini siapa bang?" lanjutnya sambil menunjuk foto seseorang yang pakai beanie.
Johan garuk-garuk kepala bingung. Ini siapa coba? Kenapa mukanya mirip semua?
"Anton?" tebaknya ragu.
Vernon langsung ngakak, sementara Malik ambruk ke lantai saking putus asanya.
"SHOTAROOOOOO! ALLAHUAKBAR!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kos Akinda
FanfictionKos Akinda bukan sekadar tempat tinggal, ini adalah arena kehidupan yang penuh kejutan. Bayangkan tiga belas pria dewasa dengan karakter, latar belakang dan drama masing-masing, dipaksa berbagi atap yang sama. Ada yang sibuk mengejar cinta, ada yang...
