sembilan.

444 38 2
                                        

Ya allah sesungguhnya engkau maha membolak balikan hati manusia. Jika dia bukan jodohku, maka jangan biarkan rasa ini semakin besar ya allah.

Suna Rintatou_


Happy reading

Ennoshita, Atsumu, Kenma, Inuoka, Kourai dan Taichi saat ini tengah dihukum membersihkan masjid oleh pihak pengajar.

Atsumu, Kenma dan Inuoka kebagian dari tempat wudhu sampe dalem masjid.
Ennoshita, Kourai dan Taichi kebagian teras, halaman sama emperan masjid.

"Yok yang bersih yang bersih." Suna asik ngeliatin mereka sambil makan pisang Atsumu.

"Ehh sipit jangan lu abisin pisang gua." Atsumu yang lagi megang sapu nunjuk Suna.

"Idih pisang hasil nyolong juga." timpal Terushima nyomot satu pisang.

"Idihh pising hisil nyiling jigi, tapi tetep lu comot tuh pisang." sarkas Kenma yang meres pel an disana. Inuoka sibuk bersihin tempat wudhu.

"Ehh kucing losengan, ini udah disita jadi punya pangajar." jawab Terushima gemes.

Kourai yang menatap Hirugami yang ada disampingnya. Dia kebagian teras, mana luas banget lagi.

"A'a Kourai kan gak ikut ribut, masa dihukum juga." Kourai mengeluarkan puppy eye miliknya, terlihat mata besarnya sangat imut.

Hirugami kelagapan, dia tidak tau harus ngapain sebaiknya. Atsumu dan Kenma yang tanpa sengaja mendengar ucapan Kourai sontak saja langsung menajamkan pendengaranya.

"Yaudah, dek sini sama a'a aja hapalan al mulk." Kourai dengan senang hati langsung menggandeng tangan suaminya menuju emperan masjid.

"WOY MANA BISA GITU!" teriak Atsumu tak terima.

"KAMU MENYALAHI ATURAN NING!" Kenma juga teriak tak terima, bahkan dia pake embel embel ning.

"Yang dah halal mah beda." Suna geleng geleng kepala sambil makan pisang sisa itu.

"Lu lagi ngapain juga pake nyolong pisang pesantren." keluh Kenma menyalahkan Atsumu, sekarang lihatlah karna Kourai mereka bertambah satu kerjaan lagi.

"Wahhahahha!!" Terushima suka melihat mereka menderita.

"Enn di buang itu sampahnya." Taichi motong bunga depan masjid, disuruh solanya dah tinggi.

"Sabar Taichi!" Ennoshita misuh misuh masukin daun daun itu.

"Sini dek biar aku bantu." dari sekian banyaknya pengajar hanya Tanaka yang siap membantu.

Caper ceritanya itu.

"Gak usah aku bisa sendiri." balas Ennoshita ketus membuat Sakusa menahan tawanya.

"Diem lu Sak!" tunjuk Tanaka dan Sakusa mengangkat tangan pasrah.

2 jam kemudian mereka menyelesaikan hukuman masing masing. Hirugami meminta mereka semua buat berkumpul di emperan masjid.
Jam sudah menunjukan hampir masuk magrib.

"Yang gak ada Shirabu, Osamu sama Fukunaga ya." Hirugami berfikir sejenak. "Nanti malam, usai solat isya semuanya tanpa terkecuali kumpul dirumah ustadz Asahi."

"Mau ngapain a'a?" tanya Kourai.

"Susun rencana, kita harus mulai dari sekarang." lanjut Hirugami dan semuanya mengangguk.

"Tapi, jangan berombongan. Pastikan kalian pisah pisah berdua tau bertiga asalkan jangan sendiri juga, takutnya nanti keamanan curiga." Tanaka menambahkan dan semuanya menganguk.

Ya Zaujati (end) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang