-Hurt-
ʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞ
Mark kini tengah menuju ruang kepala sekolah dengan tergesa-gesa, sungguh rasanya emosinya sudah naik ke ubun-ubun sekarang.
Mark membuka ruang kepala sekolah dengan tak santai.
brakk
"Dimana kau Lee Hyunsuk!!"
Mark sudah tidak peduli lagi dengan tata krama, saat ini yang ada hanya emosi dalam dirinya.
"T-tuan Mark? a-ada yang bisa saya bantu?" ucap Hyunsuk dengan terbata
"Kau!! bagaimana bisa kau membiarkan kasus pembullyan menyebar di sekolah ini?!" bentak Mark
Hyunsuk panik dan kemudian mencoba menenangkan Mark.
"Tuan aku bisa jelaskan, aku akan pastikan kasus serupa tidak akan terjadi kembali" ucap Hyunsuk
Mark menatap Hyunsuk tajam, "tepati kata-kata mu jika tidak aku akan langsung bicara dengan dady supaya kau di pecat dan di gantikan"
Hyunsuk menggeleng kuat, "tidak, tolong jangan lakukan itu tuan. Aku akan melakukan yang terbaik supaya sekolah ini aman"
"Bagus, dan tolong depak 2 siswi yang terlibat pembullyan hari ini"
"Baik tuan, aku akan segera mengurusnya"
"Baiklah terimakasih"
Mark keluar dari ruang kepala sekolah dan langsung pergi menuju parkiran sekolah, ia ingin menjenguk Aeri tentu saja.
Persetan dengan dady nya yang mungkin akan marah padanya nanti, yang terpenting saat ini adalah melihat kondisi Aeri.
•
•
Ayah Aeri baru saja datang ke rumah sakit dengan terburu-buru, laki-laki itu sungguh khawatir dengan keadaan putrinya sekarang.
"Paman"
Karina berdiri dari duduknya dan mendekat ke ayah Aeri.
"Karina apa kau sudah lama di sini?" tanya ayah Aeri
Karina mengangguk, "aku menemani Aeri saat di ambulance paman"
Ayah Aeri mengangguk, "sudah berapa lama Aeri di dalam?"
"Sekitar 1 jam paman" ucap Karina
Lagi-lagi ayah Aeri mengangguk dan menatap khawatir ke arah ruang ICU.
Melihat Karina menjadi merasa bersalah.
"Paman maafkan aku karena tidak bisa menjaga Aeri dengan baik" ucap Karina sembari menunduk
Ayah Aeri tersenyum lembut dan mengelus surai Karina penuh sayang.
"Tidak apa nak, ini bukan kesalahan mu. Aku justru sangat berterimakasih padamu karena sudah banyak membantu anak ku"
Karina sedikit mengangkat kepalanya dan memberanikan diri menatap ayah Aeri yang kini sedang tersenyum lembut padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HURT || Jenselle
Fanfictionaku tak pernah menyesal karena memberi seluruh hatiku padamu -Kim Aeri kau mengisi ruang kosong di hatiku dengan sempurna -Lee Jeno
