08

629 50 0
                                        

-Hurt-

ʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞ

Mark kini tengah menuju ruang kepala sekolah dengan tergesa-gesa, sungguh rasanya emosinya sudah naik ke ubun-ubun sekarang.

Mark membuka ruang kepala sekolah dengan tak santai.

brakk

"Dimana kau Lee Hyunsuk!!"

Mark sudah tidak peduli lagi dengan tata krama, saat ini yang ada hanya emosi dalam dirinya.

"T-tuan Mark? a-ada yang bisa saya bantu?" ucap Hyunsuk dengan terbata

"Kau!! bagaimana bisa kau membiarkan kasus pembullyan menyebar di sekolah ini?!" bentak Mark

Hyunsuk panik dan kemudian mencoba menenangkan Mark.

"Tuan aku bisa jelaskan, aku akan pastikan kasus serupa tidak akan terjadi kembali" ucap Hyunsuk

Mark menatap Hyunsuk tajam, "tepati kata-kata mu jika tidak aku akan langsung bicara dengan dady supaya kau di pecat dan di gantikan"

Hyunsuk menggeleng kuat, "tidak, tolong jangan lakukan itu tuan. Aku akan melakukan yang terbaik supaya sekolah ini aman"

"Bagus, dan tolong depak 2 siswi yang terlibat pembullyan hari ini"

"Baik tuan, aku akan segera mengurusnya"

"Baiklah terimakasih"

Mark keluar dari ruang kepala sekolah dan langsung pergi menuju parkiran sekolah, ia ingin menjenguk Aeri tentu saja.

Persetan dengan dady nya yang mungkin akan marah padanya nanti, yang terpenting saat ini adalah melihat kondisi Aeri.

Ayah Aeri baru saja datang ke rumah sakit dengan terburu-buru, laki-laki itu sungguh khawatir dengan keadaan putrinya sekarang.

"Paman"

Karina berdiri dari duduknya dan mendekat ke ayah Aeri.

"Karina apa kau sudah lama di sini?" tanya ayah Aeri

Karina mengangguk, "aku menemani Aeri saat di ambulance paman"

Ayah Aeri mengangguk, "sudah berapa lama Aeri di dalam?"

"Sekitar 1 jam paman" ucap Karina

Lagi-lagi ayah Aeri mengangguk dan menatap khawatir ke arah ruang ICU.

Melihat Karina menjadi merasa bersalah.

"Paman maafkan aku karena tidak bisa menjaga Aeri dengan baik" ucap Karina sembari menunduk

Ayah Aeri tersenyum lembut dan mengelus surai Karina penuh sayang.

"Tidak apa nak, ini bukan kesalahan mu. Aku justru sangat berterimakasih padamu karena sudah banyak membantu anak ku"

Karina sedikit mengangkat kepalanya dan memberanikan diri menatap ayah Aeri yang kini sedang tersenyum lembut padanya.

HURT || Jenselle Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang