-Hurt-
ʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞ
Sesuai janjinya, hari ini Jeno benar-benar akan pergi bersama Karina ke Lotte World.
Jam menunjukan pukul 9 pagi dan Jeno tengah bersiap di dalam kamarnya. Setelah selesai Jeno langsung bergegas keluar dari kamar dan berjalan ke pintu depan.
"Jeno"
Jeno menghentikan langkahnya dan menoleh, "apa?"
"A-aku sudah memasak sarapan, kau bisa makan-"
"Aku sarapan di luar"
Setelah mengatakan itu Jeno kembali melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Aeri.
Aeri sedih tentu saja, ia rela bangun pagi dan mencari resep makanan hanya untuk membuatkan Jeno sarapan.
Aeri memang tidak terlalu pandai dalam hal memasak, selama ini ia selalu makan makanan yang di masak ayahnya. Aeri jarang menyentuh dapur, oleh karena itu hari ini ia rela bangun pagi hanya untuk sekedar membuatkan Jeno nasi goreng kimchi .
Aeri berjalan menuju meja makan, ia menatap nasi goreng kimchi yang ia buat tadi pagi.
"Ini terlalu banyak jika hanya untuk satu orang" gumam Aeri
drrttt
Aeri menatap ponselnya, terdapat satu panggilan masuk dan itu dari Mark. Aeri segera meraih ponselnya dan mengangkatnya.
"Aeri apa kau sedang di apartemen sekarang?"
"Iya aku di apartemen, ada apa Mark?"
"Momy menitipkan makanan untuk mu dan juga Jeno, momy memasak banyak. Aku akan ke sana untuk mengantarnya"
"Ah baiklah"
"Aku ke sana"
pip
Aeri menghela nafas kasar, sejujurnya bisa dikatakan Aeri mulai membuka hatinya untuk Mark. Tentu saja, Mark itu laki-laki yang baik dan sangat perhatian. Ditambah selama ini mereka sering menghabiskan waktu bersama, tentu bukan hal yang mustahil jika Aeri mulai jatuh hati pada Mark.
Namun takdir seolah mempermainkannya. Ia malah harus menikah dengan orang yang sama sekali tak menginginkan kehadirannya.
Selang 20 menit, terdengar ketukan pintu dari luar dan sudah pasti orang itu adalah Mark.
Aeri segera membuka pintu dan mempersilahkan Mark untuk masuk.
"Masuklah Mark"
Mark tersenyum dan menggeleng kecil, "kurasa tidak perlu, aku hanya ingin mengantarkan ini saja"
"Ah begitu, tidak apa. Terimakasih bayak Mark"
"Hm sama sama, kalau begitu aku pergi"
"Hati-hati di jalan Mark"
Mark hanya mengangguk kecil dan kemudian pergi dari sana. Hei Mark sedang proses move on! jika terlalu lama bersama Aeri, mana mungkin Mark bisa melupakan perasaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HURT || Jenselle
Fanfictionaku tak pernah menyesal karena memberi seluruh hatiku padamu -Kim Aeri kau mengisi ruang kosong di hatiku dengan sempurna -Lee Jeno
