11

573 49 0
                                        

-Hurt-

ʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞ

Di kediaman keluarga Lee, mereka sedang makan malam bersama.

"Sayang ingin tambah?" tawar Tiffany pada sang suami

Donghae menggeleng, "tidak, sudah cukup aku sudah kenyang. Coba tawarkan anak-anak"

Tiffany mengagguk dan menatap kedua anaknya yang masih memakan makanannya dengan tenang.

"Mark, Jeno apa kalian ingin tambah? mom akan mengambilkan untuk kalian jika ingin"

"Tidak perlu mom, Jeno sudah kenyang" tolak Jeno

"Ah begitu, kalau Mark bagaimana? ingin tambah tidak?"

Yang ditanya hanya diam sembari mengaduk makanannya.

"Mark?!" kali ini sang kepala keluarga yang bersuara

"Hah? Iya dady ada apa?" Mark menjawab dengan terkejut

"Momy bertanya pada mu"

Mark menatap sang ibu, "ada apa mom? maaf tadi Mark tidak mendengar"

"Momy bertanya apa kau ingin tambah? jika ingin mom akan mengambilnya" ucap Tiffany

Mark menggeleng dan tersenyum lembut, "tidak perlu mom, ini sudah cukup"

"Hmm baiklah kalau begitu, segera habiskan makanan kalian dan pergilah tidur. Besok kalian sekolah" titah Tiffany

"Baik momy" Mark dan Jeno menjawab dengan bersamaan

Jam sudah menunjukan pukul satu dini hari namun pria beralis camar itu masih tak dapat tidur dan bergulat dengan pikirannya, Mark memilih keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur untuk membuat segelas susu.

Mark yang tengah asik mengaduk susunya terkejut saat merasakan tepukan di bahunya.

"Astaga!! dady membuat ku terkejut"

Donghae tersenyum, "sedang membuat apa?"

"Membuat susu, apa dady mau? Mark akan membuatkan untuk dady juga" tawar Mark

"Ah tidak perlu, dady sudah mendapatkannya tadi" terdengar kekehan di ujungnya kalimatnya

Mark memutar bola matanya malas, tentu saja ia paham arah pembicaraan dady nya itu. Hei ayolah Mark bukan anak kecil lagi, tentu dia mengerti.

"Mark tak ingin adik lagi dad" ucap Mark datar

"Heii apa kau tak ingin adik perempuan? pasti akan sangat lucu"

"Tidak terimakasih"

Donghae mendengus, "haiss dasar anak ini, yasudah sana kembali ke kamar mu dan tidur. Ini sudah sangat larut"

Donghae membuka lemari es dan meneguk segelas air dingin, Mark hanya memperhatikan ayahnya yang terlihat begitu haus.

Donghae membalikan tubuhnya dan terkejut melihat Mark yang sama sekali belum bergerak dari tempatnya.

HURT || Jenselle Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang