-Hurt-
ʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞ
"Aeri ayolah, apa kau tega melihat sahabat mu ini pergi sendiri?"
"Tidak, aku tidak mau. Kau pergilah ke sana sendiri"
"Astaga kenapa kau jahat sekali padaku, padahal kau sudah berjanji akan ikut pada ku kemarin.. huks.."
Aeri memutar bola matanya malas saat mendengar Karina yang terus saja merengek mengajaknya pergi ke acara yang di adakan sekolah nanti malam.
"Tidak, kenapa juga kau harus mengajak Mark pergi bersama kita? aku kan sudah menceritakannya padamu tadi!!" ucap Aeri kesal
Karina tersenyum sembari memamerkan deretan giginya.
"Hehe aku tidak enak, Mark sering meneraktir kita"
"Ralat, bukan kita tapi kau. Aku kan tidak pernah mau" Aeri mendengus
Karina berjalan mendekati Aeri, "Aeri ayolah kumohon ikut saja ya? aku yang akan meminta izin pada appa mu"
Aeri menghela nafas lelah, "yasudah"
"YOKSHIII!! akhirnya kau akan ikut. Yasudah cepat ganti baju mu, aku akan menghubungi Mark"
Karina berjalan keluar dari kamar Aeri dengan begitu riang.
Lain hal nya dengan Aeri yang terlihat tak memiliki minat sedikitpun.
"Jika bukan karena Karina, aku pasti akan memilih membaca buku di kamar" dumal Aeri
Sekarang sudah pukul 5 sore dan acara akan di mulai pada 7 malam, masih tersisa waktu 2 jam untuk berbenah diri namun rasanya bagi Aeri waktu 2 jam itu terlalu cepat.
Karina sengaja menjemput Aeri ke rumahnya agar ia bisa memaksa Aeri untuk ikut, yah sebenarnya ini juga karena imbalan dari Mark.
Mark meminta Karina membujuk Aeri agar mau berangkat ke pesta ulang tahun sekolah dan jika berhasil Mark akan memberi Karina imbalan yang ia inginkan.
"Astaga aku bingung sekali ingin memakai apa"
Aeri membuka lemari pakaiannya lebar-lebar dan mulai mencari pakaian yang ia mau.
15 menit berlalu dan Aeri sama sekali belum menemukan pakaian yang ia inginkan.
"Astaga rasanya aku benar-benar ingin membaca buku saja"
Aeri menghepaskan tubuhnya ke kasurnya sembari membenarkan letak kacamatanya.
Dan ngomong-ngomong soal kacamatanya, Aeri akan kembali memakainya saat sudah kembali ke rumah. Ia belum terbiasa dengan penampilan barunya.
"Astaga Kim Aeri!! apa yang kau lakukan dengan seluruh pakaian mu itu??!!" pekik Karina
Aeri mendudukan dirinya dan menatap Karina datar, "sudah ku katakan lebih baik membaca buku di rumah"
Karina menggeleng dan bergerak memungut pakaian Aeri yang berserakan di lantai dan menaruhnya di atas kasur Aeri.
"Biar aku yang pilihkan, kau memang pemalas!"
Aeri mendengus dan membiarkan sahabatnya itu melihat isi lemarinya.
Jemari lentik Karina mulai mencari dengan teliti hingga akhirnya pilihannya jatuh pada sebuah dress berbarwana biru muda.
KAMU SEDANG MEMBACA
HURT || Jenselle
Fanfictionaku tak pernah menyesal karena memberi seluruh hatiku padamu -Kim Aeri kau mengisi ruang kosong di hatiku dengan sempurna -Lee Jeno
