-Hurt-
ʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞ
Hidup sebagai anak yang kurang kasih sayang tentu membuat seseorang menjadi kesepian dan merasa tidak di perdulikan.
Karina adalah salah satu dari sekian banyak anak yang merasakan bagaimana hidup dengan kurangnya perhatian itu.
Karina merupakan anak bungsu dari 2 bersaudara, ia memiliki seorang kakak laki-laki yang begitu di banggakan oleh kedua orang tua nya.
Lain halnya dengan sang kakak, nampaknya Karina justru mendapat kebalikannya. Karina memang gadis yang cantik dan tak memungkiri ia juga berbakat di beberapa bidang. Namun itu semua tak cukup di mata ayah dan ibunya, Karina di tuntut untuk menjadi seorang yang sempurna.
Karina yang pada dasarnya memang kurang di bidang akademik, membuatnya harus mati-matian mengejar ketertinggalan. Saat sekolah dasar hingga JHS, Karina selalu di paksa dan tak jarang di hukum karena tidak datang ke tempat les nya.
plak!
Bunyi tamparan yang begitu nyaring terdengar dari kamar Karina sore itu.
"Kau memang bodoh Karina! percuma selama ini aku membuang uang ku untuk les mu"
Karina yang di tampar oleh sang ayah hanya bisa terdiam sembari memegangi pipinya yang terasa kebas.
"Tidak bisakah kau mencontoh kakak mu?! dia bahkan tak pernah ikut les ataupun yang lainnya, tapi dia bisa membuktikan jika dia memang anak ku. Keluarga kita tak pernah ada yang bodoh, kecuali dirimu"
"Aku sudah berusaha ayah" dengan suara yang bergetar Karina akhirnya bersuara
"Apa ini yang kau namakan usaha? lihat!! lihat hasil ujian memalukan mu ini Karina!!"
Sang ayah terus berteriak di depan wajah putrinya yang kini ketakutan setengah mati.
Tangan besar itu kini menarik surai panjang anak bungsunya, hingga ia dapat melihat anaknya mendongak sembari menahan sakit.
"Akhh ayah ku mohon maafkan aku, aku mohon lepaskan" Karina merintih sembari menahan tangan ayah nya
"Dengar ini baik-baik anak haram, kau harus berusaha lebih keras supaya tidak membuat ku malu! jika hal ini terus berlanjut, jangan salahkan aku jika nanti kau akan ku buang ke jalanan. Kau mengerti?!!"
Karina tak dapat menahan air matanya lagi, ia menangis kemudian mengangguk samar, "i-iya ayah"
"Bagus"
Rematan pada surainya terlepas dan detik itu pula sang ayah melenggang pergi dari kamar putrinya.
Karina jatuh terduduk, menangis sembari meremat dadanya yang terasa begitu nyeri bak di tikam.
Anak haram ya?
Memang benar, Karina adalah anak dari hasil pemerkosaan ibunya dan teman lamanya. Karina adalah sebuah kesalahan yang dengan terpaksa harus di pertahankan.
Ayah, ibu dan ayah kandung Karina dulu bersahabat, namun persahabatan itu berubah menjadi cinta bagi ketiganya. Ibu Karina yang ternyata mencintai ayahnya dan ayah kandung Karina yang ternyata mencintai ibunya. Ya, mereka terjebak dalam cinta segi tiga yang begitu rumit.
KAMU SEDANG MEMBACA
HURT || Jenselle
Fanfictieaku tak pernah menyesal karena memberi seluruh hatiku padamu -Kim Aeri kau mengisi ruang kosong di hatiku dengan sempurna -Lee Jeno
