-Hurt-
ʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞ
Haechan menatap Jeno dari kaca kecil yang ada di pintu ruang rawatnya. Berbagai alat kini terpasang pada tubuhnya dan ia belum bisa dikatakan stabil, Jeno bisa saja kejang sewaktu waktu seperti saat awal ditangani.
Pada dasarnya tubuh Jeno memang sudah lemah, sejak kemarin malam ia sudah dipukuli terus menerus dan pukulan yang ia terima dari ayah Aeri adalah batas tubuhnya. Kurang tidur, dehidrasi dan tak dapat asupan sejak kemarin membuat tubuhnya tak dapat pulih seperti semestinya.
"Haechan"
Haechan yang masih fokus kini menoleh.
"Momy"
Tiffany dan Mark segera mendekat pada Haechan.
"Haechan bagaimana keadaan Jeno sekarang? Jeno baik baik saja kan?" tanya Tiffany
"Keadaan Jeno masih belum stabil mom, Jeno bisa kejang sewaktu waktu"
"Apa yang terjadi padanya Haechan? kenapa bisa separah ini?"
"Jeno mengalami tension pneumothorax mom, paru paru Jeno robek karena tulang rusuknya patah dan itu membuatnya sempat henti jantung tadi"
Tension pneumothorax bisa muncul ketika seseorang mengalami trauma dada berat. Di kasus Jeno saat ini, tension pneumothorax bisa terjadi karena tendangan terakhir ayah Aeri pada dadanya yang membuat tulang rusuknya patah dan merobek selaput di paru parunya. Akibatnya udara yang masuk ke paru paru bocor dan masuk ke ruang antara paru dan dinding dada, mengakibatkan tekanannya meningkat.
Tiffany merasakan kakinya lemas, Mark yang melihat ibunya nyaris terjatuh dengan sigap menangkapnya.
"Haechan bagaimana Jeno bisa seperti ini? apa yang dia lakukan?" Mark kini mulai bertanya
Haechan menceritakan semua yang terjadi pada Mark dan juga Tiffany. Saat mereka di rumah sakit hingga ke pemakaman keluarga Kim.
"Tendangan terakhir ayah Aeri membuatnya ada di dalam kondisi ini. Aku memang merasakan denyut nadinya yang sudah lemah tadi, tapi aku tidak menyangka jika bisa separah ini Mark"
"Aku mengerti kenapa paman Jongin melakukan ini, untuk itu aku tidak akan menyalakannya. Saat ini kita hanya perlu fokus pada kesembuhan Jeno"
"Mark momy ingin bertemu Jeno, apa boleh?"
Haechan dan Mark bertatapan.
"A-aku akan panggil dokter dulu" ucap Haechan
"Ah iya dokter, tolong panggilkan ya Haechan"
Setelah Haechan berlalu, Mark membawa ibunya untuk duduk.
"Mark bagimana jika adikmu tidak selamat? bagimana jika kondisinya tidak baik baik saja? bagiman jika Jeno-"
"Mom adikku itu kuat, aku yakin Jeno akan segera pulih"
"Mark.."
Tiffany menangis dan Mark segera merengkuh ibunya.
"Tenanglah mom, Jeno akan baik baik saja"
"Adikmu itu... momy tidak mengerti kenapa hidupnya jadi seperti ini, dady bahkan tidak mengakuinya lagi. Apa yang harus momy lakukan untuk adikmu itu? dia menghancurkan hidupnya sendiri"
Mark terdiam sesaat, ia tak memiliki jawaban untuk pertanyaan ibunya.
"Aku... tidak tau mom"
•
KAMU SEDANG MEMBACA
HURT || Jenselle
Fanfictionaku tak pernah menyesal karena memberi seluruh hatiku padamu -Kim Aeri kau mengisi ruang kosong di hatiku dengan sempurna -Lee Jeno
