06

703 50 0
                                        

-Hurt-

ʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞʚ ═══・୨ ꕤ ୧・═══ ɞ

Aeri kini sudah duduk manis di kelasnya sembari menunggu sahabatnya datang, suasana kelas sudah sangat ramai namun Karina belum menampakan batang hidungnya hingga sekarang.

"Astaga Karina kemana?" gumam Aeri khawatir

Tak lama yang di tunggu-tunggu pun datang, Karina baru saja datang dengan tergesa-gesa dan langsung duduk di samping Aeri.

Brukkk

Karina melempar tasnya asal di atas meja dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu Aeri.

"Astaga aku lelah sekali Riri-ya" keluh Karina

Aeri tersenyum dan mengeluarkan sapu tangan dari sakunya, "ayo lap keringatmu dulu"

Karina mengambil sapu tangan Aeri dan menegakkan tubuhnya, setelah itu mengelap peluh yang menutupi dahinya.

"Apa bus mu terlambat datang lagi?" tanya Aeri

Karina menggeleng, "bukan busnya, tapi aku yang memang bangun terlambat"

"Dasar kau ini, kenapa bisa bangun terlambat? kau begadang lagi?" tanya Aeri

"Hehe aku bermain game semalam"

"Karina bermain game berlebihan itu tidak baik tau, kau harus bisa menguranginya"

"Arasseo, aku akan menguranginya nanti"

Saat kedua gadis itu sedang asik mengobrol, sebuah sapaan dari seseorang membuat mereka berhenti.

"Selamat pagi Aeri"

Aeri menatap terkejut orang yang baru saja menyapanya, "ah s-selamat pagi Mark"

"Bagaimana kondisi mu? apa kau sudah baik-baik saja?" tanya Mark

Aeri mengangguk, "Aku baik-baik saja Mark"

"Syukurlah, ah iya Jeno ingin mengatakan sesuatu pada mu, Jeno cepat kemari"

Mark sedikit menarik Jeno agar mendekat.

"Jeno cepat katakan" gumam Mark sembari menyenggol Jeno

Jeno membuang kasar nafasnya, "Aeri aku minta maaf soal kejadian kemarin"

Bukan hanya Aeri yang terkejut, Karina yang berada di samping Aeri pun ikut terkejut mendengar Jeno meminta maaf pada Aeri.

"Ah i-itu, tidak apa Jeno" ucap Aeri

Jeno menatap Mark datar, "sudah kan? minggir aku mau lewat"

Mark menggeser sedikit tubuhnya agar sang adik bisa lewat.

"Baiklah kalau begitu aku akan kembali ke tempat ku, terimakasih Aeri" Mark tersenyum kemudian ikut menyusul Jeno

"Cih apa-apaan itu tadi? si berandal itu meminta maaf karena Mark yang menyuruhnya, bukan karena ia ingin minta maaf padamu" gerutu Karina

HURT || Jenselle Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang