Vivy duduk di ruang tamu dengan ipad ditangannya, ia menyicil pekerjaannya sembari menunggu Bian yang masih bersiap-siap di kamar.
"Ivy? " Merasa namanya dipanggil, Vivy menolehkan kepalanya ke asal suara. Matanya menangkap sosok Bian yang berdiri gugup sambil menatap dirinya.
Vivy yang tadinya duduk kini berdiri menghadap Bian. pria itu mengenakan pakaian yang ia pilihkan kemarin, celana bahan berwarna abu-abu dan kemeja hitam yang dimasukkan kedalam celana, bagian lengannya digulung sampai siku menampilkan tangannya yang mulus.
Style Bian membuatnya terlihat lebih dewasa, apalagi rambutnya tertata rapi tidak seperti biasanya. Vivy sampai tertegun melihat penampilan Bian saat ini.
"Kok Ivy liatnya gitu? Bian keliatan aneh ya? " Pertanyaan Bian menyadarkan Vivy, gadis itu segera menggeleng dan menghampiri Bian.
Bagaimana bisa Bian berpikir bahwa dirinya terlihat aneh? Vivy saja terpanah melihat suaminya yang imut menjadi tampan seperti ini.
"Bian ganteng banget, Ivy yakin kalo Bian akan jadi pusat perhatian di acara itu, eh berarti nanti banyak cewek-cewek yang liatin Bian dong?! Awas aja ya kalo Bian macem-macem di sana" Vivy jujur mengatakan bahwa Bian sangat tampan saat ini, bukannya berarti biasanya jelek, tapi Vivy memang tidak pernah melihat Bian memakai pakaian sejenis ini, jadi ia terpesona saat pertama kali melihatnya. Namun jika dipikir-pikir, apakah akan ada banyak cewek yang akan mendekati Bian-nya? awas saja jika itu terjadi.
Bian merasakan wajahnya memanas mendengar pujian Vivy, ia juga terkekeh setelahnya karena ucapan Vivy yang terdengar posesif.
"Bian gak akan macem-macem kok, lagian Bian juga gak terlalu suka deket-deket sama cewek disekolah Bian, soalnya mereka suka deketin Bian, Bian kan gasuka, jadi Bian cuma temenan sama Rina aja" Ucap Bian menceritakan sekilas kehidupan sekolahnya tanpa sadar kalau perkataannya membuat tatapan Vivy menajam.
Apa katanya tadi? banyak cewek-cewek deketin Bian? Bian temenan cuma sama Rina aja? hey tolong jelaskan siapa Rina? gak mungkin kan kalau itu nama cowok?
"Bian gak punya temen cowok? " Tanya Vivy memastikan.
"Punya kok, Doni sama Rean, tapi kalo yang cewek ya cuma Rina" Jawab Bian polos, ia tidak sadar jika Vivy tengah di landa cemburu saat ini.
"Cantik nggak? " Vivy menghela nafas lega saat Bian mengatakan ia juga mempunyai teman laki-laki, namun ntahlah pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutnya. Namanya juga perempuan, kalau sudah cemburu sukanya mencari masalah.
Bian mengerutkan kening mencoba memahami pertanyaan Vivy, sesaat kemudian ia mengangguk setelah mengerti apa maksud Vivy.
"Cantik sih... " Bian menggantungkan ucapannya, Vivy yang mendengar itu mendengus tidak suka, padahal Bian belum menyelesaikan ucapannya "Tapi cantikan Ivy" Ucap pria itu dengan senyum mengembang. Entah jujur atau hanya takut Vivy marah, namun hal itu membuat senyum Vivy tersungging di bibirnya.
"Ayo berangkat, bentar lagi jam tujuh" Vivy segera keluar sebelum Bian menyadari bahwa ia salting hanya karena ucapannya barusan.
Sekitar 30 menit mengemudi, Vivy menghentikan mobilnya di sebrang Kalandra SHS.
Bian mencium kedua pipi Vivy bergantian sebelum keluar dari mobil.
Seperginya Bian dari mobilnya, Vivy mengambil ponsel dan menghubungi salah satu asistennya.
"Aku akan datang di acara hari ini, kau gantikan aku bertemu Mr. Arnault" Ucap Vivy tegas lalu mematikan sambungan telepon.
Beberapa hari yang lalu, asisten pribadinya yang ia tugaskan mengurus cabang Kalandra Corp yang ada di indonesia, memberitahunya bahwa ia mendapat undangan untuk menghadiri acara tahunan Kalandra SHS. Selama 2 tahun ini Vivy memang sering mendapat undangan dari sekolah bahkan kampusnya untuk menghadiri acara-acara besar seperti ini, namun ia jarang sekali menghadirinya karena menurutnya itu tidak terlalu penting, jadi ia menyuruh asistennya untuk menggantikannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
He is Mine (END)
ФанфикшнWARNING!! cerita GXB Bagi yang ga suka cowok manja, skip ___... ___... ___... ___ "Mana ada cowok yang persis sama imajinasi lo, kalo pun ada pasti maunya sama yang sejenis" "Liat aja nanti" senyum miring tersungging di bibirnya. ___...___ Vianni g...
