"Lan!" Zilan menoleh karna panggilan seseorang.
"Kenapa Rin?" Gadis bernama Karina itu berdiri dihadapan Zilan.
"Lo masuk ke tim basket?" Zilan mengangguk. Karina mengerutkan keningnya.
"Kenapa?"
Karina sedikit penasaran dengan alasan Zilan bergabung dengan tim basket kampus. Pasalnya Minggu depan sudah akan diadakan pertandingan, coach Adam tidak mungkin akan mengajak anak baru untuk masuk ke timnya jika bukan karena sebuah alasan.
"Devan yang ngajak gua, katanya tim dia kekurangan orang dan katanya tim dia butuh orang yang tinggi. Gua udah nolak awalnya karna gua gak ada skill main basket sama sekali tapi Devan maksa banget. Yaudah gua iyain aja" Karina terkejut mendengar perkataan Zilan.
"Lan, kalo kata gua mending Lo keluar aja dari tim sekarang" Zilan mengernyitkan dahinya.
"Kenapa?" Karina menghela nafasnya.
"Devan bukan orang kek gitu Lan, dia bukan orang yang bakal dengan gampangnya masukin orang ke tim basket dia. Apalagi dia kaptennya dan sebentar lagi ada pertandingan" saat Zilan hendak menjawab, tiba-tiba bahunya dirangkul oleh seseorang.
"Halo Zilan, ke kantin yuk. Ngapain sih ngobrol sama cewe gak jelas ini"
Devan merangkul Zilan untuk pergi menjauh. Zilan hendak berbicara dengan Karina lagi tapi Devan menyeret Zilan untuk menjauh dari Karina. Devan menoleh kebelakang dan memberikan jari tengah kepada Karina. Karina menghela nafasnya.
Karina merupakan salah satu 'mantan' satu tim di ekskul basket kampus. Permainannya bagus, tapi karena terlalu bagus akhirnya banyak orang di satu timnya tidak menyukainya. Karina di depak secara paksa dari tim hanya karena masalah sepele menurutnya. Tim basket kampus itu buruk sebenarnya, tapi karena prestasinya yang bagus itu membuat semua kejelekan didalam ekskul itu tertutup rapat.
Devan membawa Zilan ke kantin. Zilan sedikit bingung dengan tingkah Devan yang sok akrab menurutnya.
"Lan, Lo jangan deket-deket sama Karina deh" Zilan menaikkan sebelah alisnya.
"Kenapa emangnya?"
"Karina itu licik, dia gak baik tau. Pasti dia tadi ngomong sama Lo suruh Lo keluar dari tim basket kan?" Zilan mengangguk.
"Tuh, Karina tuh kek gitu orangnya Lan. Dia gak suka kalo ada orang baru di tim basket kampus" Devan berusaha membuat citra Karina buruk didepan Zilan.
"Masa sih? Emang dulu dia ikut basket juga?" Devan mengangguk.
"Iya dulu dia kapten di tim cewe, tapi dia gitu ngelunjak semenjak jadi kapten mainnya gak bener makanya di depak paksa sama coach Adam" Zilan hanya ber-oh ria.
"Pokoknya Lo jangan percaya sama omongan cewe itu ya" Zilan iya-iya aja. Dia sebenarnya gak peduli mau Karina jahat atau baik itu bukan urusannya.
🍃🍃🍃🍃
Beberapa hari terakhir Theo terus melakukan pendekatan kepada Kesha. Kenny yang melihat itu sangat jengah sekali. Menurutnya Theo benar-benar seperti parasit di kehidupan bos nya.
"Tuh uler gak ada capeknya apa ya nempelin nona Kesha mulu" bisik Zayn. Kenny menghendikkan bahunya.
"Nona Kesha juga mau-mau aja ditempelin mulu hiii" Kenny menabok lengan Zayn.
"Hustt.. diem" Kenny memandang kesal Zayn. Zayn hanya mengeluarkan cengirannya saja.
Kesha menghampiri Kenny. Kenny dan Zayn membungkuk sopan.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAKHESHA (BOOK 1 & 2)
Teen FictionSeorang wanita muda pebisnis sukses untuk sebuah perusahaan real estat di Indonesia, Rakhesha Aquino atau kerap disapa Kesha. Dia cantik, menawan, pintar dan lulusan Oxford bertemu dengan seorang siswa SMA yang nakal, arogan namun sialnya memiliki...
