RAKHESHA B2 - 26

492 33 8
                                        

Saat Zilan sedang ber-lovey dovey dengan Kesha, Karina datang menghampiri mereka.

"Lan, sorry gua ganggu tapi Lo dipanggil Dimas di dalem katanya suruh bantu ngerjain beberapa tugas punya anak-anak lain" kata Karina. Zilan mengangguk.

"Nanti gua nyusul" Karina mengangguk dan pergi darisana. Zilan menatap kearah Kesha.

"Kakak jangan pergi kemana-mana ya, tunggu Zilan disini" Kesha mengangguk.

"Awas lho kalo pergi dari sini gak bilang-bilang sama Zilan" ancam Zilan dengan wajah yang dibuat galak tapi malah jatuhnya gemesin di mata Kesha. Kesha terkekeh dan mencubit hidung Zilan main-main.

"Iya sayang ku, dah sana bantu temen-temen kamu dulu" Zilan mengangguk. Saat dia hendak melangkah pergi, dia malah berbalik kearah Kesha lagi.

"Kenapa?" Zilan melirik kanan kirinya, dia tiba-tiba mencium bibir Kesha kilat setelah itu berlari kecil masuk kedalam meninggalkan Kesha dengan ekspresi kaget. Kesha tersenyum, dia mengulum bibirnya.

"Tingkah mu yang kayak gini yang bikin aku jatuh cinta Lan, gimana bisa aku cinta sama orang lain kalo kamu aja segemesin ini" monolog Kesha.

Zilan masuk kedalam dan menemui Dimas.

"Mau di bantu apa Dim?"

"Oh ini, coba bantuin gua deh nginput data-data di proposal ini. Soalnya daritadi gua nginput kok invalid Mulu" jelas Dimas. Zilan pun duduk didepan laptop milik Dimas dan mencoba menginput data-data tersebut.

Beberapa kali Zilan mencobanya, hanya beberapa data yang berhasil di input sisanya masih saja invalid.

"Bentar, gua tanya kak Kesha dulu mungkin kak Kesha bisa bantu" Dimas mengangguk. Zilan pergi keluar untuk memanggil Kesha.

"Kakak, bisa bantuin Zilan gak nginput data ini? Daritadi invalid terus soalnya" adu Zilan. Kesha mencoba melihat data yang ada di proposal itu.

"Data disini salah sayang makanya masuk kesini invalid, sini aku benerin"

Kesha mencoba membenarkan data di dalam proposal agar bisa valid di dalam data komputer. Hanya membutuhkan waktu 15 menit, semua data di dalam proposal sudah masuk kedalam data komputer. Dimas menghela nafas lega.

"Kak, makasih ya makasih banget huftt gua udah deg-degan tadi" Kesha tersenyum.

"Lain kali perhatiin tanda koma sama titiknya di dalam nominal ya, peletakannya harus bener karna kalo salah dikit aja datanya pasti invalid gak ke deteksi di komputer" kata Kesha, Dimas mengangguk paham.

"Iya kak sorry, soalnya yang bikin proposal bukan gua tapi anak-anak lain" Kesha mengangguk.

"Ada yang mau dibantu lagi gak?" Tanya Kesha, Dimas menggeleng.

"Engga ada kak, semuanya udah beres kok" Kesha tersenyum.

"Yaudah syukur kalo gitu" Dimas tersenyum.

Disisi lain selama Kesha mengobrol dengan Dimas, Zilan dengan sengaja memeluk erat lengan Kesha posesif. Dimas sadar dengan tingkah laku Zilan yang posesif, dia sengaja ingin menggoda Zilan. Kesha juga sadar akan hal itu, tapi dia membiarkannya saja.

"Bentar lagi jam makan malam kak, kakak ikut makan aja disini" tawar Dimas.

"Gak usah Dim, makasih" tolak Kesha secara halus.

"Gapapa loh kak, nanti sekalian gua minta ajarin lagi soal tadi hehe" saat Kesha hendak menjawab, Zilan sudah keburu menyelanya.

"Gak boleh! Lo belajar aja sendiri" ketus Zilan.

"Gua mana paham Lan kalo belajar sendiri, kalo diajarin sama kek Kesha kan pasti langsung paham" kata Dimas.

"Gak ada! Pokoknya gak boleh ya kak Kesha ngajarin Lo soal tadi" Zilan menatap tajam Dimas.

RAKHESHA (BOOK 1 & 2)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang