Rahma datang ke sebuah cafe, dia sudah ada janji dengan temannya akan kerja kelompok disana. Rahma memilih duduk di pojok yang menggunakan sofa dengan ruang sekotak. Saat dia sedang bermain ponsel, dia samar-samar mendengar suara seseorang yang sangat dia kenal.
"Jadi gimana Kris? Lo udah jadian sama kak Rahma?" Kris menggeleng lesu.
"Belum anjir, susah banget dia buat Nerima cinta gua" Kris mendesah berat.
"Gua kurang apa sih? Gua cakep, kaya, emang sih kalo soal otak gua akuin gua kalah" Darren terkekeh.
"Itu Lo nyadar haha" Kris memandang kesal kearah Darren.
"Gua iri sumpah sama Zilan yang semudah itu dapetin cewe kek kak Kesha" Darren mengangkat sebelah alisnya.
"Maksud Lo?" Kris menghela nafasnya.
"Gua iri karna Zilan bisa dapet cewe yang kek kak Kesha, udah cantik, pinter, kaya, baik, manjain pasangannya. Lo tahu gak sih Ren, gimana Zilan kalo dirumah" Darren menggeleng.
"Beuhh manja banget kalo sama kak Kesha, gua rasa semenjak dia tunangan sama kak Kesha dia jadi semakin bucin dan over cemburu"
"Kan emang Zilan dari dulu orangnya gitu, Lo gak inget pas dia sama Viona gimana? Dia bucin banget, sampe di selingkuhan berkali-kali sama Viona dia masih bertahan terus udah dimaki-maki juga Zilan masih maklumin. Wajar sekarang dia kek gitu"
"Apalagi kak Kesha gak pernah ngeluh sama semua sifat Zilan, jadi ya Zilan semakin nunjukin semua sifat asli dia" Darren menyeruput ice vanilla latte miliknya.
"Gua juga pengen tau Ren, punya pacar kek kak Kesha. Pengen ngerasain gimana rasanya dimanjain pasangan sampe segitunya, effort kak Kesha gak main-main anjir semua apa yang Zilan mau pasti diturutin" Darren terkekeh.
"Kalo Lo mau dapetin spek kek kak Kesha, minimal Lo bisa jadi kek Zilan" Darren terkekeh, Kris mengerutkan keningnya.
"Maksud Lo?"
"Gua dulu udah pernah bilang kan kalo tipe-tipe cewe kek kak Kesha sukanya sama cowo yang manja, penurut dan gampang diatur? Ya Zilan punya semua itu"
"Dih, gua mana bisa anjir jadi kek Zilan yang manja, nurut, di suruh ini mau disuruh itu mau" Kris mencebikkan bibirnya.
"Nah makanya, jangan harap Lo dapetin spek kak Kesha kalo Lo gak bisa jadi versi kek Zilan" Kris menopang dagunya diatas meja.
"Kira-kira kak Rahma punya sifat kek kak Kesha gak ya?" Darren menghendikkan kedua bahunya.
"Jangan tanya gua, gua Deket sama kak Rahma aja kagak"
"Eumm.. apa gua rebut aja ya kak Kesha dari Zilan?" Kris tersenyum jail. Darren melototkan matanya kearah Kris.
"Gila Lo, kalo Lo sampe ngelakuin itu beuh Lo jahatnya melebihi Sengkuni" Kris tertawa.
"Becanda kali njir, bawa-bawa Sengkuni segala haha" Darren merolingkan matanya malas.
"Serius kalo Lo beneran mau ngerebut kak Kesha dari Zilan wahh gua bakal bikin Lo babak belur lebih dari yang Lo alami kemaren itu!" Ancam Darren.
"Becanda anjir, jangan lah nanti muka ganteng gua jadi jelek gegara banyak luka"
Tanpa mereka sadari, Rahma menguping pembicaraan mereka berdua sejak awal. Rahma memutuskan untuk pergi darisana sebelum Kris mengetahui keberadaannya.
Rahma kembali ke mansion, disana dia melihat kakaknya sedang duduk santai di ruang tengah dengan Zilan yang tiduran di sofa dengan menggunakan paha Kesha sebagai bantalan. Sesekali Kesha menimpali ocehan Zilan walaupun matanya fokus ke depan layar Ipad-nya.
Rahma menghampiri mereka.
"Hai, lagi apa nih?" Rahma duduk di sofa single disana. Kesha menoleh kearah Rahma.
"Kok udah pulang? Katanya mau kerkom?" Rahma menggeleng, dia mengambil biskuit yang ada diatas meja itu.
"Gak jadi, temen ku gak bisa" Kesha hanya ber-oh ria saja, dia kembali fokus dengan Ipad-nya.
"Kak liat! Masa kepalanya nancep di lumpur ahahaha" Zilan ketawa ngakak sampai matanya sipit. Kesha menoleh kearah tv yang menayangkan serial kartun favorit Zilan.
"Kamu udah kuliah kok masih aja nonton kartun Lan" Zilan mendongak kearah Rahma.
"Gapapa lucu soalnya" Rahma terkekeh.
"Kak" Kesha hanya berdehem. Zilan membalikkan badannya menatap Kesha. Kesha menundukkan kepalanya untuk menatap Zilan dengan tatapan penuh tanya.
"Laper" Zilan memeluk perut Kesha.
Kesha meletakkan Ipad-nya dan mengelus lembut surai Zilan, "Mau makan apa hm?"
"Mau chicken boleh?" Kesha tersenyum dan mengangguk.
"Mau makan diluar apa mau pesen?"
"Pesen aja, Zilan mau makan dirumah. Suapi yaaaa" Kesha terkekeh dan mengecup kening Zilan.
"Anything for you babe" Kesha mengambil ponselnya dan mulai memesan makanan yang Zilan minta.
"Kamu mau makan sekalian Ma?" Rahma mengangguk.
"Aku mau cheese burger kak" Kesha mengangguk dan memesan pesanan Rahma.
"Kak, boleh tambah es krim?" Kesha nampak berpikir sejenak.
"Bingsoo mau?" Mata Zilan berbinar, dia mengangguk lucu.
"Rasa coklat ya kak" Kesha mengangguk. Zilan kembali menghadap tv dan melanjutkan menonton kartun.
Rahma sekarang tahu alasan kenapa banyak orang yang menyukai sosok Rakhesha Aquino. Kakaknya ini memang memiliki karakter tegas dan berwibawa jika berada di ranah pekerjaan, namun sifatnya akan berubah drastis saat dia bersama dengan orang yang dia cintai. Kakaknya menjadi sosok yang lembut, penyayang dan juga penuh cinta.
Tak ayal banyak orang yang menginginkan berada di posisi Zilan. Tapi Kesha juga akan sangat menyeramkan jika sudah marah dan cemburu, sejauh ini Rahma belum pernah melihat Kesha semarah itu dengan Zilan. Mungkin juga karna Zilan sangat berhati-hati dalam pertemanan. Dia benar-benar menjauhi teman perempuan dan tidak memiliki sahabat perempuan sama sekali.
🍃🍃🍃🍃
"Oy Lan!" Zilan menoleh kearah Raven.
"Kenapa?" Raven memberikan sebuah undangan. Zilan mengernyitkan keningnya.
"Undangan apa ini?" Zilan membuka undangan tersebut dan membacanya.
"Party, ulang tahunnya David besok malem" Zilan menaikkan sebelah alisnya.
"Di bar Ocean?" Raven mengangguk.
"Mau Dateng gak Lo?" Zilan menghendikkan bahunya.
"Gua gak tahu, kalo kak Kesha ngizinin ya gua Dateng tapi kalo engga gua titip kado aja"
"Dih, gak asik Lo. Ayolah Dateng temenin gua, gua sendirian njir. Gak enak gak ada Lo" rengek Raven.
"Nanti gua kabarin okay"
"Janji ya Lo harus Dateng pokoknya, kalo Lo gak mau Dateng gua jemput Lo ke rumah Lo gua seret Lo darisana!" Ancam Raven. Zilan merolingkan matanya malas.
"Coba aja kalo berani" Zilan pergi meninggalkan Raven.
"Berani! Nantang Lo ya?!" Zilan hanya tertawa.
Mereka berdua berlarian di koridor kampus.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAKHESHA (BOOK 1 & 2)
Teen FictionSeorang wanita muda pebisnis sukses untuk sebuah perusahaan real estat di Indonesia, Rakhesha Aquino atau kerap disapa Kesha. Dia cantik, menawan, pintar dan lulusan Oxford bertemu dengan seorang siswa SMA yang nakal, arogan namun sialnya memiliki...
