Seorang wanita muda pebisnis sukses untuk sebuah perusahaan real estat di Indonesia, Rakhesha Aquino atau kerap disapa Kesha. Dia cantik, menawan, pintar dan lulusan Oxford bertemu dengan seorang siswa SMA yang
nakal, arogan namun sialnya memiliki...
"Mau ngasih ini ke mamah mu sekalian mau pamitan sama kamu" Kesha mengambil sebuah paperbag dan memberikannya kepada Zilan.
"Mau pamit? Emang mau pergi kemana?" Tanya Zilan penasaran.
"Aku hari ini mau nganter seminar Alen ke Hongkong paling besok pulang, pesawatnya take off nanti jam 7. Kalo ada apa-apa hubungin aku ya" jelas Kesha. Kesha tidak mau Zilan pergi mencarinya seperti waktu itu karna dia pergi gak pamitan.
"Hati-hati ya" kata Zilan. Kesha mengangguk, dia mendekati Zilan dan mencium kening Zilan.
"Aku pergi dulu, nanti kalo aku udah pulang aku kabarin" Kesha masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan Zilan yang mematung.
'astaga jantungku' batin Zilan, mukanya terasa panas akibat ciuman tadi. Walaupun di kening tapi berhasil membuat Zilan tersipu malu.
"Aku bisa gila kalo Kesha tingkahnya semanis itu" gerutu Zilan. Dia pun masuk dan memberikan bingkisan Kesha ke mamahnya lalu langsung pergi untuk menemui Kris dan Darren.
Zilan sampai di depan rumah Kris, disana Darren dan Kris sudah menunggu.
"Lama banget lo Lan" gerutu Kris. Zilan hanya mengeluarkan cengirannya.
"Sorry tadi pas gua mau kesini, gua ketemu Kesha" jelas Zilan. Kris mengangguk, dia juga gak mau terlalu kepo urusan orang.
"Okedeh ayo" ajak Darren. Mereka pun bersiap dengan motornya masing-masing.
"Oiya, nanti pulangnya mampir ya ke club gua mereka juga lagi ngadain sunmori di deket pantai tujuan kita ini" ajak Kris. Zilan dan Darren mengangguk bersamaan.
Mereka memutuskan untuk sunmori ke pantai sebentar, sekedar foto-foto setelah itu mereka akan pergi ke club milik Kris. Fyi motor Kris di tempat Kesha sudah diambil dengan bantuan Zilan tentunya, walaupun ada sedikit drama disana.
Mereka berhenti di sebuah pinggiran pantai, menikmati semilir angin pantai dipagi hari. Zilan dan Kris memutuskan untuk berfoto-foto namun Darren memilih untuk berfoto di spot berbeda.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Hasil foto punya Zilan)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Hasil foto punya Kris)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Hasil foto punya Darren di spot berbeda)
Setelah selesai berfoto-foto mereka memutuskan untuk pergi ke kumpulan club milik Kris. Mereka pun sampai di sana.
"Woy Kris!" Teriak Daniel. Kris tersenyum lebar. Dia mengajak Darren dan Zilan untuk menghampiri Daniel.