RAKHESHA B2 - 4

420 31 10
                                        

"Zilan!" Zilan dan Raven menoleh kearah sumber suara itu. Aluna berlari kecil mendekatinya.

"Lan, happy birthday ya. Ini hadiah buat Lo, sorry kalo gua telat ngasih kadonya" Aluna tersenyum lebar. Zilan menerimanya, dia akan menghargai pemberian Aluna untuk pertama dan terakhir.

"Thanks" Aluna mengangguk antusias.

"Habis ini Lo gak perlu ngasih gua kek gini lagi, ini terakhir kalinya gua Nerima pemberian dari Lo" Zilan mengatakannya dengan wajah datar. Aluna melunturkan senyumnya.

"Lo sebegitu gak sukanya ya sama gua?" Lirih Aluna.

"Lun denger, alasan gua selalu nolak pemberian Lo karna gua gak mau kalo sekalinya gua Nerima pemberian Lo nanti Lo malah berharap sama gua. Gua udah punya tunangan Lun, gua gak sendiri. Ada perasaan tunangan gua yang harus gua jaga" Aluna menatap Zilan dengan tatapan sedih. Dia tidak menyangka jika Zilan sudah bertunangan dengan seseorang.

"Jadi gua gak bakal ada kesempatan buat bersanding sama Lo Lan?" Zilan menggeleng.

"Gak ada dan gak akan pernah ada. Lo cewe Lun, Lo gak seharusnya ngerendahin harga diri Lo buat ngejar-ngejar cowo" perasaan Aluna terasa tercubit saat mendengar perkataan Zilan. Zilan menghela nafasnya.

"Gua berharap Lo bakal nemuin cowo yang sayang sama Lo" Zilan pergi meninggalkan Aluna yang berdiam diri. Air mata Aluna menetes. Dia menatap punggung Zilan yang mulai menjauh.

"Gimana gua mau suka sama orang lain Lan kalo perasaan gua sepenuhnya buat Lo" gumam Aluna. Dia menyeka air matanya dan melangkah pergi darisana.

Leon memandang nanar adik tercintanya, dia menghela nafasnya. Memang kalo sudah bucin bakalan susah buat move on.

🍃🍃🍃🍃

Tok tok tok

"Masuk!" Seseorang masuk kedalam ruangan itu.

"Graciella?" Seorang wanita yang bernama Graciella menoleh kearah orang itu.

"Astaga Kesha! Wah gimana kabar Lo?" Kesha tersenyum, dia memeluk singkat Graciella.

"Baik, Lo sendiri gimana?" Graciella mengangguk.

"Gua baik-baik aja, Lo udah lama balik kesini?" Graciella mempersilahkan Kesha untuk duduk di salah satu sofa diruangan itu.

"Baru 2 hari lalu, gua balik juga karena ngasih surprise ulang tahun ke Zilan" Graciella ber-oh ria.

"Gimana kerjaan Lo sekarang? Mau gua bantu gak?" Tawar Kesha. Graciella terkekeh.

"Boleh, kan Lo yang lebih tau soal perusahan ini" Kesha tertawa.

"Tapi Lo hebat sih gua akuin, Lo bisa ngejalanin perusahaan gede kek gini. Apalagi Lo bangun perusahaan ini dari nol sampe bisa jangkau skala gede kek ini" Kesha tersenyum.

"Lo kan juga punya perusahaan, masa pegang perusahaan gua gak bisa" Graciella berdecih.

"Perusahaan gua kecil ya, gak Segede gaban kek gini" Kesha terkekeh.

Pintu ruangan itu kembali diketuk oleh seseorang.

"Masuk!" Seorang laki-laki muda masuk kedalam.

"Eum.. Nona Graciella, investor dari Prancis meminta rapat hari ini nanti jam 1 siang. Apakah nona bisa?" Graciella nampak diam sebentar lalu mengangguk.

RAKHESHA (BOOK 1 & 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang