RAKHESHA B2 - 19

381 29 6
                                        

Zilan memutuskan untuk pergi menemui Kris di cafe tempat dimana Darren bekerja. Kebetulan hari ini hari Minggu, mereka juga sama-sama free kecuali Darren yang masih bekerja. Kesha sebenarnya sudah mengizinkan Zilan untuk pergi sendiri menemui Kris, namun Zilan menolaknya. Dia tidak ingin berpergian seorang diri sekarang, dia menyukai saat dia pergi berdua bersama dengan Kesha. Kesha pun mengiyakan permintaan Zilan.

Zilan dan Kesha sudah sampai di cafe, mereka masuk bersama kedalam cafe. Zilan melihat Kris sudah datang dan duduk seorang diri, dia berjalan cepat menuju kearah Kris dan memukul kepalanya.

"Aduhh!!" Kris menoleh tajam kearah orang yang memukulnya.

"Ngapain sih Lo dateng-dateng mukul kepala gua?!" Amuk Kris. Zilan menatap marah kearah Kris.

"Lo kan pelakunya? Ngaku gak Lo?" Kris mengernyitkan keningnya.

"Pelaku apaan anjeng! Gua ngelakuin hal kriminal aja kagak" Zilan hendak berbicara lagi namun Kesha memotongnya.

"Udah duduk dulu, bicarain baik-baik" Zilan menatap sebal Kris.

"Nah tuh denger, emang ada apaan si kak?" Kesha menghela nafasnya. Dia menatap Kris.

"Kamu akhir-akhir ini sering jalan sama Rahma?" Kris diam lalu dia menggeleng.

"Beberapa hari ini aku gak ketemu kak Rahma, di kampus juga tiap ketemu dia kek ngehindar gitu aku juga bingung. Chat ku juga gak di bales, sekalinya dibales sampe beberapa hari dan itu pun cuek banget" Kris memandang sedih kearah Kesha.

"Ada hal yang mau aku omongin sama kamu soal Rahma" Kris menatap penuh tanya kepada Kesha.

"Soal apa?" Kesha menghembuskan nafas berat.

"Pagi tempo hari aku gak sengaja masuk ke kamar Rahma, niatnya mau pinjem charger laptop tapi malah nemuin benda yang bikin aku sama sekeluarga kaget"

"Benda apa?" Tanya Kris penasaran.

"Testpack.. dan itu garis 2" Kris terkejut bukan main.

"Hah? Kak Rahma hamil? Hamil sama siapa anjir?!" Zilan menatap Kris.

"Bukan Lo pelakunya?" Kris menggeleng.

"Sumpah demi Tuhan bukan gua, boro-boro ngehamilin kak Rahma nyentuh aja gua gak pernah dan juga cinta gua aja sampe sekarang gak dibales sama dia" Zilan menatap panik kearah Kesha.

"Kak, kalo bukan Kris pelakunya terus siapa? Zilan gak mau jadi suami kak Rahmaaaa" Zilan melengkungkan bibirnya ke bawah. Kris menatap bingung ke arah mereka berdua.

"Ini maksudnya gimana? Kok Zilan yang jadi suami Rahma?"

"Daddy nyuruh Rahma cari laki-laki buat tanggung jawab sama kehamilan dia, tapi dia malah milih Zilan buat dijadiin suaminya" Kris membolakan matanya.

"Lah kok? Oh aku ngerti sekarang alasan kak Rahma gak mau bales cinta aku" Kesha menaikkan sebelah alisnya.

"Dia mungkin sebenarnya suka sama Zilan, cuman karna Zilan udah punya kak Kesha jadi kak Rahma cuman suka dalam diam gitu makanya masalah ini dijadiin tameng sama kak Rahma buat dapetin Zilan" jelas Kris.

Zilan memandang ke arah Kesha begitu pun sebaliknya. Zilan menundukkan kepalanya.

"Zilan gak mau nikah sama orang lain selain kakak" lirih Zilan. Kesha mengelus punggung Zilan dan menarik Zilan ke pelukannya. Zilan memeluk erat tubuh Kesha.

Kesha mengangguk, "Aku juga gak bakal lepasin kamu gitu aja kok Lan"

Darren datang ke meja mereka dan duduk disamping Kris.

RAKHESHA (BOOK 1 & 2)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang