Zilan memutuskan untuk berbaring diranjang setelah mengganti seragamnya. Kesha datang menghampirinya tapi Zilan malah memunggunginya.
"Sayang" panggil Kesha dengan lembut. Zilan hanya diam saja dan memeluk erat gulingnya.
"Hei, kenapa?" Kesha mendekatkan tubuhnya kearah Zilan.
"Ngambek ya karna kakak mau pergi ke Amerika lagi?" Tanya Kesha, Zilan masih tetap diam.
Kesha menarik paksa bahu Zilan agar menghadap kearahnya. Dapat dilihat tatapan kesal Zilan yang ditujukan kepadanya namun jatuhnya menggemaskan Dimata Kesha.
"Utututuuu bayi ku ngambek ceritanya yaaaa" goda Kesha sembari mencolek-colek dagu Zilan. Zilan menepisnya dengan raut muka kesal.
"Apasih! Sana ah jangan ganggu Zilan" usir Zilan, dia kembali memunggungi Kesha. Kesha terkekeh.
"Oh gitu, yaudah kakak pergi sekarang ya" Kesha pura-pura hendak pergi, Zilan melototkan matanya. Dia bangun dari tidurnya dan langsung mencekal lengan Kesha.
"Ihhh kakak! Zilan becandaaaa" Zilan mencebikkan bibirnya. Kesha tertawa, dia menangkup kedua pipi Zilan dan memberi kecupan singkat dibibir Zilan.
"Uluuuhh pacar siapa sih kok gemesin gini hm" kata-kata Kesha benar-benar bisa membuat pipinya memanas karna salting.
"Ishh kakak mah, Zilan itu lagi kangen sama kakak masa mau ditinggal lagi" sebal Zilan. Kesha tersenyum dan mengusak rambut Zilan.
"Aku punya tanggung jawab besar disana sayang" Zilan mendengus kesal.
"Sabar aja, yang penting kamu selesaikan ujianmu lebih dulu nanti kakak langsung kirim tiket buat kesana" kata Kesha.
"Pokoknya ujian siang selesai kakak langsung kirim tiket ya biar sorenya Zilan bisa nyusul kakak ke Amerika" Kesha mengangguk.
Zilan memandang Kesha tapi bola matanya bergerak gusar. Kesha menyadari itu.
"Kenapa?" Tanya Kesha. Zilan menggigit bibir bawahnya sedikit.
"Kak, mau cuddling" cicit Zilan.
"Apa? Kakak gak denger" sengaja menggoda Zilan. Karna Zilan dengan pipi Semerah tomat terlihat sangat menggemaskan Dimata Kesha.
"Cuddle" cicit Zilan lagi sembari meremas jari-jarinya.
"Hah? Ngomong yang bener dong Lan" Zilan yang kesal pun langsung berteriak didepan Kesha.
"CUDDLE KAK, TIDUR BERDUA SAMBIL NGOBROL!" Detik itu juga Kesha tertawa dan Zilan langsung menyembunyikan dirinya didalam selimut.
"Heh ngapain?" Zilan hanya menggeleng.
"Katanya mau cuddling?" Goda Kesha sembari menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Zilan.
"Au ahh kakak ngeselin" rengek Zilan.
Setelah puas menggoda Zilan, Kesha berakhir duduk di atas kasur sembari bersandar di headboard ranjangnya dan Zilan disebelahnya yang memeluk posesif pinggang Kesha. Mereka memutuskan menonton sebuah film untuk menemani waktu cuddle mereka.
"Kak" panggil Zilan. Kesha hanya membalas dengan deheman saja, matanya masih fokus melihat film didepannya.
"Selain kak Jessen, kakak punya mantan lagi gak?" Tanya Zilan penasaran.
"Punya"
"Siapa namanya kak?" Kesha nampak berpikir sejenak.
"Tobias sama Theo" Zilan agak terkejut jika mantan Kesha ternyata lebih dari 1.
"Diantara mereka bertiga kakak pacaran paling lama sama siapa?" Kesha menoleh kearah Zilan.
"Kenapa kamu tanya-tanya soal itu?" Zilan memalingkan wajahnya menghadap ke layar film.
"Gapapa penasaran aja" Kesha mencium pucuk kepala Zilan.
"Aku paling lama pacaran sama Tobias ada 6 tahun kayaknya, kita pacaran sejak aku masuk SMP dan Tobias itu cinta pertama ku" jelas Kesha. Tenggorokan Zilan tiba-tiba terasa kering mendengar cerita Kesha.
"Terus sekarang kakak masih komunikasian sama Tobias?" Kesha menggeleng.
"Dia udah tenang disurga sama Tuhan" Zilan terkejut.
"Dia udah meninggal? Kenapa?" Kesha diam sebentar.
"Dia kena leukimia" Zilan melihat kearah Kesha.
"Padahal dia anak yang baik, pintar bahkan disaat terakhir hidupnya dia masih sempet pergi ke Disneyland bareng sama aku walaupun harus pake kursi roda karna dia udah gak bisa berdiri lama-lama" Kesha mengingat-ingat potongan-potongan saat dirinya masih bersama Tobias dulu.
"Kakak pasti ngerasa kehilangan banget saat itu" tebak Zilan. Kesha tersenyum.
"Iya, aku ngerasa dunia ku hancur saat itu juga. Tobias gak pernah ngeluh ke aku kalo dia sakit, dia selalu berusaha nunjukin ke aku kalo dia baik-baik aja. Bahkan aku baru tau dia sakit pas waktu itu dia absen hampir 2 Minggu penuh gak masuk ke kampus" Kesha mengelus-elus kepala Zilan.
"Dia pernah bilang ke aku kalo dia gak masuk kuliah, aku jangan pergi ke apartemennya karna pasti dia lagi pulang ke Amerika, tapi waktu itu aku ngerasa ada yang ganjil aja. Aku paksain buat Dateng ke apartemennya tapi kata penjaga apartemen Tobias udah pindah dan akhirnya aku punya inisiatif buat pulang ke Amerika dan Dateng kerumahnya waktu itu dan kamu tau apa yg aku lihat" Zilan menggeleng.
"Dirumahnya rame, aku pikir dia ada acara bahkan aku sampe berpikiran negatif ke dia kenapa dia gak ngabarin aku kalo dirumahnya ada acara padahal setiap ada acara apapun entah dikeluarga ku atau dikeluarga dia pasti salah satu bakal diundang" Kesha merasakan sesak didadanya saat mengingat kilasan memori saat itu di California.
"Aku sampe didepan rumahnya, tapi yang aku lihat beberapa orang didalam rumah itu seperti bersedih. Aku pikir apa ada yang meninggal, aku beraniin diri buat masuk kedalam"
"Disana aku ketemu sama bibinya Tobias, dia kaget liat aku dirumahnya. Dia langsung peluk aku, aku yang bingung nyoba nanya ke bibi Elizabeth ada apa dan pas bibi Elizabeth cerita saat itu juga tubuhku ngerasa lemas gak ada tenaga sama sekali" tanpa disadari Kesha meneteskan air matanya.
"Aku langsung naik ke lantai atas buat kekamar Tobias. Pas aku mau masuk kebetulan mommynya keluar kamar, reaksinya sama kayak bibi Elizabeth. Mommy Tobias kaget liat aku datang, tapi habis itu mommynya nyuruh aku masuk kedalam" Kesha menghapus air matanya yang mengalir dan menoleh kearah Zilan yang masih menatapnya intens.
"Pas aku buka pintu, aku agak kaget liat keadaan Tobias saat itu"
*Chapter selanjutnya flashback antara Kesha dan Tobias ya*
KAMU SEDANG MEMBACA
RAKHESHA (BOOK 1 & 2)
Novela JuvenilSeorang wanita muda pebisnis sukses untuk sebuah perusahaan real estat di Indonesia, Rakhesha Aquino atau kerap disapa Kesha. Dia cantik, menawan, pintar dan lulusan Oxford bertemu dengan seorang siswa SMA yang nakal, arogan namun sialnya memiliki...
