"Gue suka sama lo Kak."
Ungkapan cinta yang di ungkapkan oleh remaja labil begitu duduk di kelas satu SMA tentu bukanlah perkataan yang bisa dianggap serius. Karena cinta monyet kerap hadir mengisi masa remaja yang menyenangkan.
Sudah cukup sepuluh...
Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.
Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk, sebelum kalian mulai baca.
Soft By Lany
Kamu & Kenangan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gimana tadi rapat sama pak Aksara Ir?" ujar Bica.
"Asem banget sih kayaknya, karena gue perhatiin muka lo setelah keluar dari ruang rapat nggak ada senyum-senyum nya," lontar Fifi.
Irna menyesap es jeruknya yang tinggal sedikit dengan membabi butu hingga menimbulkan suara seruput yang menyeruput angin. "Pertanyaan lo perlu di koreksi. Yang bener gimana perdana rapat tapi kali ini pak Aksara yang pimpin tim."
"Ah iya juga ya. Karena kan bisanya yang pimpin kan pak Radit ini tiba-tiba jadi pak Aksara gimana ceritanya?" Fifi keheranan.
"Lo ada gosip nggak Ki? Kenapa pak Aksara yang pimpin rapat di saat pak Radit wara-wiri di kantor?" Irna menyikut pergelangan tangan Kia yang sedang makan gado-gado pesanannya.