Sebab

59 0 0
                                        

Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.






My Tears Ricoohert By Taylor Swift







Kamu & Kenangan





"Jadi hal apa yang buat tubuh lo mengeluarkan sinar tersebut?" Gio langsung bertanya tepat dan menyentuh pada relung hatinya yang belum tertutup.






Setiap tubuh pasti akan memberikan sinyal jika tubuh kita sudah berada pada batas limit yang cukup. Berbagai sinyal diberikan di mulai dari menangis tanpa sebab, marah-marah, ketawa, makan dalam porsi banyak, bahkan rasa mengantuk. Hal yang dirasakan oleh Hanna sendiri.

Pertanyaan yang di lontarkan Gio barusan membuat Hanna terdiam selama beberapa saat. Apa sebab tubuhnya kelelahan hingga mengeluarkan sinar tersebut? Apa karena waktu liburnya dihabiskan dengan berbagai agenda hingga tidak bisa istirahat, atau karena membaca salah satu postingan, atau mungkin saja sebab dirinya dengan tidak tahu diri membaca ulang postingan di akun privat nya padahal tubuhnya sudah memberikan semacam sinyal untuk berhenti.

Hanna yang terdiam tanpa sadar membuat Gio memperhatikan sang wanita. Mungkin saja pertanyaan yang diutarakan barusan membuat Hanna kembali sadar dan mempertanyakan apa sebab tubuhnya seperti ini.

Setelah keheningan yang lumayan panjang. Sebab Gio sengaja memberikan ruang untuk sang perempuan berpikir sendiri dalam ruang yang cukup.






"Mau mampir makan?" Gio bertanya saat merasakan perutnya kelaparan.

"Gue sebenarnya nggak lapar. Tapi gue juga nggak mau magh gue ngamuk karena dari tadi siang belum ada nasi yang masuk," lontar Hanna sambil menatap sang lawan bicara.

"Kenapa nggak makan nasi?"

"Entahlah."

"Jadi mau makan apa malam ini?"

"Apapun Kak. Gue bisa makan apapun asal cepat dan nggak ribet," sahut Hanna seadanya.

"Oke." Gio kembali menaruh fokus pada kemudi nya sebelum membelokan stir kemudinya ke salah satu restoran cepat saji. Memasukan mobil nya pada area drive thru dan mengantri sebentar sebab masih ada dua mobil di depannya.




Hingga setelah acara membeli makanan selesai, Gio kembali membawa mobilnya keluar dari area restoran dan menuju dimana apartemen berada. Tentu saja setelah ia sempat singgah sebentar di supermarket sekedar untuk membeli minuman. Hingga mobil Jeep itu pada akhirnya benar-benar berhenti di basemen parkir apartemen gedung tiga. Tempat dimana tempat Hanna tinggal.

Setelah memastikan mesin mobil dan melepas satbelt Gio mulai membuka makanan nya dan makanan milik sang perempuan serta membukakan air sebelum menyemprotkan handstenitezer pada telapak tangan Hanna.

Waktu makan sepuluh menit di habiskan dengan berdiam diri. Gio tak membuka suara sama sekali. Tidak juga memainkan beda pipih, hanya fokus pada makanan persis seperti dengan hal yang dilakukan oleh Hanna.

Setelah menghabiskan seporsi makanan cepat saji kedua manusia itu tetap tak beranjak keluar dari mobil. Duduk berdiam diri hingga pada akhirnya Hanna memilih untuk membuka suara.




"Gue udah kasih celah sama Kak Gio untuk masuk di hidup gue. Tapi, sikap bahkan hati gue nggak memberikan akses itu." Hanna berucap pelan. Tidak terburu-buru. "Seharusnya tepat setelah gue menyetujui untuk terima ajakan, Kak Gio gue udah membuka diri."





"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu & Kenangan Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang