🎇🎇🎇Hai-hai semuanya! Masih ada yang nungguin extra partnya Gisel - Arga gak? Hehehe aku iseng aja sih ini, soalnya draftnya udah lama dan berdebu, jadi sayang kalau dibiarkan begitu aja.
Semoga suka dan menghibur ya!
🎇🎇🎇
---------------------------------------------------------
Arga mendekap erat tubuh telanjang Gisel dengan keseluruhan raga dan jiwanya. Dia kecupi puncak kepala wanita itu berkali-kali. Semalam, semuanya terasa seperti sebuah mimpi. Gadis impiannya, satu-satunya orang yang mampu membuat hidupnya jungkir balik, kini resmi menjadi miliknya, lahir dan batin. Dunia dan akhirat. Tentunya atas izin Tuhan dan restu kedua orangtua. Ya, lelaki itu masih ingat akan peran Tuhan yang sudah menuliskan takdir njelimet di antara dirinya dan Gisel. Tuhan yang menuliskan bahwa Arga kecil yang polos dan tidak tahu apa-apa soal perasaan, jatuh cinta dengan seorang gadis berpipi gempal berkulit putih, bermata coklat dan berambut coklat alami. Gadis yang waktu kecil begitu dia momong dan sayangi bagai seorang adik, namun saat mereka beranjak remaja, dan Arga susah mulai mengerti akan perasaan kepada lawan jenis, dia mulai menyadari kalau perasaannya kepada Gisel tidak bisa hanya sebatas adik kakak! Dia punya ketertarikan yang lebih! Dia tidak akan bisa puas kalau hanya melihat nya. Lalu entah bagaimana, hubungan yang harusnya romantis, dipenuhi dengan warna merah muda merona, malah berubah genre. Semuanya jadi penuh warna-warni. Bertahun-tahun beriringan, tak juga mampu membuat mereka bersatu dibawah satu kata cinta. Hingga ada ledakan besar dan sedikit keputusan bodoh yang membuat mereka harus terpisah selama lima tahun.
Selama itu juga Arga sering mengenang-ngenang kehadiran Gisel di sebelahnya seperti tahun-tahun lalu. Selama itu juga, Arga terus menyesali keputusannya memacari Cecil. Selain karena hal itu ternyata menyakiti Cecil dan Maminya sendiri, hubungan percintaan itu juga sudah menghantam Gisel. Satu-satunya, wanita yang begitu dia inginkan. Bilang saja Arga itu brengsek, karena dia sudah semena-mena memacari Cecil hanya karena ingin menjaga persahabatannya dengan Putera dan karena dia frustasi akan hubungannya dengan Gisel yang tidak bisa dibawa kemana-mana.
"Mas Arga udah bangun?" Gisel menggeliat karena merasakan kehangatan yang menyelimuti tubuhnya. Kehangatan itu jelas bukan dari selimut karena selimut mana yang nakal begini! Selimut mana yang tangannya terus bergerak-gerak di area dadanya, meremasnya dengan tempo lembut dan cepat beberapa kali.
"Hmmm.." Jawab Arga dengan suara yang bergetar.
"Loh? Kamu nangis?"
"Enggak! Ini suara bangun tidur aku."
Dengan sigap, Gisel yang tidak bisa membalikkan tubuhnya ke arah Arga, segera meletakkan jemarinya di wajah suaminya. Meraba di sekitar pipi dan matanya dan benar saja terasa basah di sana.
"Kamu beneran nangis?" Gisel yang semakin terkejut mendadak memiliki kekuatan yang lebih besar untuk membebaskan tubuhnya dari dekapan Arga.
Ketika Gisel berbalik, Arga segera menutup wajahnya rapat-rapat dengan kedua telapak tangannya dalam keadaan telentang. Gisel yang masih malu-malu berada dalam keadaan tubuh polos seperti ini, langsung menarik selimut dan menutupi tubuhnya seraya bertanya dengan nada yang khawatir. "Kamu kenapa nangis, sayang?"
Arga tak sanggup bicara, dia hanya menggeleng dan berusaha sekuat tenaga agar tangisannya berhenti. Jelas saja Gisel semakin khawatir melihatnya.
"Sayang.. Kenapa? Kok kamu nangis? Apa ada yang sakit? Apa ada kabar buruk? Hmm? Kenapa?" Gisel berusaha membuka telapak tangan suaminya itu agar dia bisa melihat dengan jelas wajah lelaki galak yang tidak pernah nya menangis seperti ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
FIRECRACKERS (II)
RomanceSetelah 5 tahun mereka tidak pernah bertemu bahkan tidak pernah berinteraksi sama sekali, Arga dan Gisel malah harus bertemu kembali karena DIJODOHKAN! Padahal dulu mereka bertengkar hebat sampai Arga mengusir Gisel dari hidupnya! Bagaimana mereka...